Viral pemberitaan atas meninggalnya seorang pasien bernama Sriatik (42) di RSUP H. Adam Malik Medan, Senin (7/2/2022) yang diduga mengalami gejala medis setelah kejadian ikutan pasca imunisasi di Balai Desa Pematang Panjang.
Terkait dengan hal tersebut, publik dihebohkan atas meninggalnya seorang janda empat anak, Sriatik yang berdomisili di Desa Titi Merah, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kab. Batu Bara, yang diduga usai vaksinasi.
Dan bahkan para Awak Media pun tak luput untuk menjadikan objek berita terkait peristiwa tersebut.
Sangking hebohnya LBH FERARI pun ikut juga menanggapi serta merespon.
Ketua Federasi Advokat Republik Indonesia (Farari) Kabupaten Batu Bara, Helmi Syam Damanik, SH menanggapi terkait peristiwa tersebut, ini tentunya menjadi presiden buruk terhadap para Nakes di Batu Bara. Lebih khususnya lagi bagi Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, yakni Wahid Khusyairi.
Kita cukup tau, bahwa selain menjabat Kadis Kesehatan, dia juga turut terlibat berada didalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.
Ini artinya, Wahid harus bekerja ekstra untuk mengetahui kejadian ikutan pasca imunisasi terhadap warga yang divaksinasi, baik tingkat Desa, maupun tingkat Kecamatan se Kabupaten Batu Bara.
Terus terang, saya sangat meragukan akan Tupoksi Kepala Dinkes itu. Pasalnya, dia dinilai kurang update terhadap program vaksinasi ditengah-tengah masyarakat. Atau jangan-jangan Wahid hanya berpangku tangan kepada para anggota-anggotanya dilapangan, sindir LBH Ferari itu, Senin (7/2/2022)
Contoh kasus, lanjut Helmi, setelah Sriatik mengalami gejal medis, lalu ia dibawa oleh keluarganya ke RSUD Batu Bara selama tiga hari, kemudian dirujuk ke RS Harapan Kota Pematang Siantar, dan terakhir dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan denga sebuah harapan bisa sembuh. Namun apa yang terjadi, disitu Sriatik mengalami kritis sehingga akhirnya meninggal dunia.
Dari perjalanan Sriatik untuk mendapatkan penanganan medis, ini tentunya Wahid yang sudah menjabat dua tahun tersebut, seharusnya dia update. Kan tak perlu lagi dia diajari seperti mengajari ikan berenang dalam air. Dia kan sudah malang melintang antar Provinsi. Ya, sepertinya tak perlu lagi dikasi tau bagaimana menjalankan sebuah administrasi dan manajemen birokrasi, sindir Helmi lagi dengan nada kecewa.
Maka dengan demikian, dapat saya simpulkan jika dipandang perlu. Kepada Kadis Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, yaitu drg. Wahid Khusyairi, M.M tak perlu lagi berlagak seperti "Aparat" kononnya ingin membentuk tim untuk mempelajari kronologis kejadian.
Pasalnya, Sriatik telah tiada alias meninggal dunia. Maka dengan hal ini, jangan terjadi lagi hal yang serupa, saran Ketua Ferari Kabupaten Batu Bara itu.