Ketua Kelompok Tani Hutan Gending Sari Desa Sei Sumbilang Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan merasa sangat berterimakasih kepada BPDASHL Asahan Barumun yang telah memberikan keparcayaan kepada Kelompok yang dipimpinnya untuk melaksanakan kegiatan padat karya penanaman mangrove tahun 2020.
Ucapan terimakasih itu diucapkan Supri kepada Media ini pada hari Selasa (21/10/2020) di Dusun Sei Nibung Desa Sei Sumbilang Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.
"Kami atas nama masyarakat desa Sei Sumbilang merasa berterimakasih kepada Bapak Kepala BPDASHL Asahan Barumun yang telah mempercayakan kepada kami dalam pelaksanaan kegiatan padat karya penananaman mangrove tahun 2020", sebutnya.
"Situasi ekonomi rakyat kecil seperti kami saat ini begitu sangat terasa terjepit saat bencana bukan alam menimpa rakyat Indonesia. Yang paling terdampak pandemi covid-19 tersebut tentunya warga miskin seperti kami dimana harga jual merendah dan harga beli bahan pokok meninggi. Dan pengangguran terus bertambah akibat lockdown. Namun melalui kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove ini, bagi kami sangat membantu. Dimana kegiatan ini membuka ratusan lapangan pekerjaan yang sangat banyak sehingga mampu menyelamatkan kami dari keterpurukan ekonomi", tuturnya.
"Kami hanya bisa berterimakasih kepada Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo, Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan Bapak Dirjen Pengendalian DASHL serta bapak Kepala Balai BPDASHL Asahan Barumun yang telah mempercayakan kami untuk melaksanakan kegiatan ini. Insyaalah kegiatan ini akan kami laksanakan sebaik mungkin'', kata Supri.
Senada dengan itu, Darwin Marpaung Kordinator Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH) mengatakan pemerintah selalu berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat.
''Pemerintah tidak pernah membiarkan rakyatnya terpuruk baik di bidang ekonomi sosial dan lainya. Langkah yang dilakukan oleh Bapak Dirjen Pengendalian DASHL menurut kami sangat tepat untuk penyelamatan ekonomi terutama masyarakat di pinggiran pantai. Nah, yang pertama yang terselamatkan dalam hal ini adalah Ekonomi Masyarakat dan yang kedua Penyelamatan Krisis Lingkungan. Dimana kita lihat luasan Hutan lindung di pinggiran pantai sudah mulai menipis. Menyikapi hal tersebutlah Bapak Dirjen Pengendalian DASHL membuat terobosan kegiatan Padat Karya Penanaman Magrove tahun 2020. Dengan tujuan masyarakat terselamatkan secara ekonomi dan lingkungan atau kawasan hutan terselamatkan dengan menanam mangrove di lokasi hutan lindung yang sudah menipis", ucapnya.