Minggu, 28 Feb 2021 13:59
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Ketua GNPF Ulama Kota Binjai: Pelarangan FPI adalah kebodohan dari rezim Pemerintahan ini

Ketua GNPF Ulama Kota Binjai: Pelarangan FPI adalah kebodohan dari rezim Pemerintahan ini

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil
Selasa, 05 Jan 2021 16:15
Istimewa
Front Pembela Islam (FPI) resmi menjadi organisasi terlarang melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani tiga menteri dan tiga kepala Lembaga Negara lainnya pada Rabu (30/12/2020) lalu.

Pada saat FPI resmi dibubarkan, personel kepolisian diterjunkan ke Markas Besar FPI di Petamburan, Jakarta Pusat untuk menurunkan seluruh atribut yang terpasang di tempat itu.

Akan tetapi, disaat FPI dilarang, dihari yang sama juga, FPI baru muncul dengan nama Front Persatuan Islam.

Terkait pembubaran FPI (Front Pembela Islam) salah seorang tokoh Agama yang juga Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Sanni Abdul Fattah, angkat bicara. Menurutnya, dibubarkannya FPI oleh Pemerintah, hal itu menunjukkan jika rezim ini terkesan angkuh. 

"Menurut kami terkait dibubarkannya FPI, membuktikan bahwa rezim ini menunjukkan keangkuhannya. Yang pertama adalah arogan. Sedangkan yang kedua menurut kami ini adalah kebodohan dari rezim dari Pemerintahan ini. Itu hal yang paling mendasar menurut kami," tegas Sanni Abdul Fattah, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (5/1) Siang.

Pria yang akrab dipanggil Ustadz Sanni ini juga menyesalkan jika FPI dikatakan Ormas terlarang. Sebab, azas FPI hingga saat ini masih berdasarkan Pancasila.


Seperti yang dilihat selama ini, lanjut Ustadz Sanni, apa yang telah mereka (FPI) lakukan dalam hal nahi munkar sudah sesuai dengan prosedur. Bahkan dalam melaksanakan unjukrasa juga sudah sesuai dengan prosedur dan ada surat pemberitahuannya.

"Jadi kalau menurut saya, ini dendamnya rezim sekarang ini atas kekalahan Ahok, yaitu terhadap kekalahan Ahok di Pilkada, termasuk kekalahannya yang tidak terpilih menjadi Menteri. Ditambah lagi mungkin kebencian mereka yang tidak berdasar terhadap Habib Rizieq Shihab. Sebab kami menilai memang mereka benci sekali dengan HRS, karena memang beliau yang paling getol melawan keangkuhan Ahok," ungkap Pria yang selalu berjuang untuk kemaslahatan umat ini.

Dengan dibubarkannya FPI, Ustadz Sanni menilai bahwa ada aroma momen balas dendam. Sebab menurutnya, FPI selalu berada di barisan terdepan dalam hal kemanusiaan serta hal hal yang bertentangan dengan agama dan segala kemunkaran.

"Ditambah lagi dengan dakwahnya HRS yang berapi api dan langsung tunjuk terus kalau itu munkar. Yang paling penting menurut saya, karena zerim ini sudah mulai mengotak atik Pancasila, sementara HRS bukan orang bodoh. Beliau ahli dalam Pancasila dan FPI paling terdepan dalam memerangi dan menentang siapapun yang ingin merubah Pancasila, makanya FPI yang di bubarkan," bebernya.


Sebagai salah seorang Ketua Ormas Islam, Sanni Abdul Fattah menegaskan bahwa ia menyesalkan dibubarkan FPI.

"Apa gak salah rezim ini. Seharusnya yang di bubarkan itu adalah gerombolan atau Partai yang sekarang ini ngotot terus ingin merubah Pancasila menjadi Trisila, Ekasila, bahkan gotong royong. Seharusnya ini yang di bubarkan, makanya kami semakin curiga, ada apa dengan rezim ini. Apa rezim ini akan merubah Dasar Negara kita," ujarnya.

Sebagai tokoh agama, Pria yang saat ini juga dipercaya sebagai Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai ini mengatakan, sebagai umat islam, pihaknya tidak akan menyerah. Sebab, dengan di bubarkannya FPI, ia menilai ini merupakan momen umat Islam untuk semakin bersatu.

"Kenapa saya katakan begitu, karena dengan dibubarkannya FPI, umat Islam langsung membentuk FPI atau Front Persatuan Islam di Jakarta walau dalam keadaan genting. Ini adalah momen seluruh umat Islam, tokoh tokoh Islam dan aktivis aktivis bergabung dalam Front Persatuan Islam di Indonesia dan ini akan menjadi bertambah besar dan bersatu," tutupnya.
Editor: Herda

T#g:binjaifpiSanni Abdul Fattah
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Feb 2021 19:26

    Gubernur Edy Rahmayadi Lantik Enam Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2020

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantik enam kepala daerah masa jabatan 2021-2024 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat

  • Jumat, 26 Feb 2021 17:46

    BNN Kota Binjai Ajak Masyarakat Bantu Wujudkan Mebinar

    Menuju Binjai Bersih dari Narkoba (Mebinar), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai, dipercaya untuk menjadi narasumber dalam sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Ge

  • Jumat, 26 Feb 2021 16:36

    Usai dilantik jadi Wakil Walikota Binjai, H. Amir Hamzah ziarah ke makam Juliadi

    Tepat Pukul 15.40 Wib, Wakil Walikota Binjai Periode 2021-2024, H Amir Hamzah MAP, tiba di rumah Dinas, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (26/2) Sore.Disambut oleh ratusan

  • Kamis, 25 Feb 2021 06:55

    Polres Binjai janji 'lidik' praktek paksa penurunan CPO ilegal di wilayahnya

    Petugas Kepolisian dari unit Reskrim Polres Binjai, berjanji akan melakukan lidik terkait maraknya keberadaan gudang penampungan Crude Palm Oil (CPO) ilegal yang ada di Kota Binjai, tepatnya di Jalan

  • Selasa, 23 Feb 2021 17:33

    Reses, DPRD Sumut: Binjai syurganya para bandar dan pemakai narkoba

    Usai menggelar Reses ll Tahun Sidang ll 2020-2021 di jalan Rambutan, Kecamatan Binjai Selatan, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H Zainuddin Purba SH, melanjutkan kegiatan yang sama di Jalan Gajah

  • Selasa, 23 Feb 2021 16:33

    Ruko 3 lantai di Jalan Amir Hamzah Binjai Hangus Terbakar

    Satu unit Rumah Toko (Ruko) berlantai 3 yang berada di Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara, hangus dilalap si Jago merah, Selasa (23/2) Siang.Adapun Ruko yang dijadikan

  • Selasa, 23 Feb 2021 15:43

    Gudang Penampung CPO Ilegal Bebas Beroperasi di Kota Binjai

    Gudang penampungan Crud Pom Oil (CPO) ilegal yang berada di Jalan T Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, dan Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Kecamatan Binjai Timur, te

  • Senin, 22 Feb 2021 20:12

    Pasutri korban pembunuhan diduga bermotif begal di Tunggurono Binjai ternyata sempat belanja ke Pasar

    Suasana haru dibarengi isak tangis dari beberapa warga, seketika pecah ketika mengetahui temuan jasad Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang diduga menjadi korban begal di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tun

  • Senin, 22 Feb 2021 19:32

    Tingkatkan deteksi dini, Lapas Kelas II A Binjai tambah CCTV

    Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Binjai, terus berbenah dengan menjalankan arahan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Reynhard Silitonga.Arahan dima

  • Senin, 22 Feb 2021 18:52

    Direktur Reserse Kriminal Umum Poldasu Turun Ke TKP Pembunuhan Pasutri di Tunggurono

    Petugas Kepolisian dari Polres Binjai mulai melakukan penyelidikan kasus temuan jasad Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, yan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak