Kepala Desa Pematang Terang Lammar Tua Silaen yang sudah menjabat kurang lebih 3 tahun sejak 2020 yang lalu di masa pandemi covid 19 ini disinyalir sangat jarang masuk kantor baik pagi, siang hingga pada sore hari ketika jam kantor buka hingga selesai dengan segala kegiatan perkantoran pada umumnya di Kabupaten Sergai ini pada pukul 08.00 Wib pagi hingga pukul 16.00 sore, hal ini terlihat dengan absensi kehadiran aparat pemerintahan desa yang masih secara manual.
Hal ini terlihat dengan jelas ketika awak media menyambangi perkantoran Desa Pematang Terang dan berusaha menunggu agar hadirnya Kepala Desa tersebut setelah ada kegiatan di tengah jam kerja tapi tak kunjung juga hadir walaupun sudah disampaikan kepada aparat desa yang berada di kantor ada beberapa orang pihak media ingin konfirmasi terkait anggaran penanganan covid_19 dan juga pengelolaan fisik bangunan selama dalam masa 2 tahun belakangan ini.
Ketika awak media mencoba wawancara dengan warga terkait ketidakhadiran Kepala Desa tersebut, Ibu E.S (65) warga dusun 4 Desa Pematang Terang menyampaikan kepada media, "Dari jaman kepala desa sebelum kepala desa ini, baru kali ini saya lihat kepala desa sangat jarang hadir baik dari hari Senin hingga Jumat, tidak jelas kehadirannya, kecuali klo ada yang datang dari pejabat kecamatan atau dari Pemkab."
Terlihat jelas ketika awak media ini juga kembali menyambangi kantor Desa Pematang Terang, Jumat (06/8) pukul 09.30 Wib, dengan mempertanyakan daftar hadir aparat Desa dan keberadaan Kepala Desa dimana? Aparat desa yang hadir enggan menjawab sambil berlalu.
Warga lain yang juga salah satu tokoh masyarakat Op. S (70) yang berdomisili di Dusun 3 Desa Pematang Terang juga membenarkan seperti konfirmasi media ini.
"Kepala desa kami memang sangat jarang berkantor belakangan ini, setiap hari saya singgahi juga kantor desa tapi tidak pernah ketemu dengan kepala desa itu, bahkan untuk penggunaan anggaran Dana Desa (DD) T.A 2020 hingga T.A 2022 saat ini, anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) serta penanganan Covid_19 dan juga proyek - proyek yang ada di desa kami hampir keseluruhan selalu kepala desa kami ini terlibat langsung dan tidak ada sosialisasi terlebih dahulu dengan warga, semoga pihak hukum dapat segera membuka tabir seluruh anggaran - anggaran yang selama ini tidak transparan," ucap Op. S.
Kepala Desa Pematang Terang ketika dikonfirmasi awak media melalui Whatsapp dan juga dihubungi melalui sellular juga tidak aktif, atau sedang di luar jangkauan.