Ia mendesak Kapolri mengevaluasi kinerja Satuan Tugas Anti Teror di jajaran Kepolisian Daerah yang belum maksimal dalam memberantas sel-sel terorisme di daerah-daerah.
"Dengan alokasi anggaran lebih dari 100 triliun kepada Kepolisian Republik Indonesia yang diperuntukkan untuk Satgas Anti Teror, namun dengan terjadinya aksi terorisme di depan Gereja Katedral Makassar menunjukkan masih minimnya kinerja dari Satgas tersebut," tuturnya.
Hendra juga menghimbau kepada masyarakat luas untuk bersama-sama memerangi terorisme dengan proaktif memperhatikan lingkungan sekitarnya. "Laporkan kepada pihak yang berwenang jika ada gelagat warga di sekitar kita yang mengarah kepada aktivitas radikalisme," pungkasnya.
Demikian pernyataan sikap ini diperbuat sebagaimana mestinya demi kebaikan pencegahan dan pemberantasan radikalisme dan terorisme di Indonesia.