Pasca meninggalnya Ahmad Tua Siregar (44) warga dusun III Kampung Baru desa Sibito kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, Tim Investigasi media Utamanews.com mengkonfirmasi kepala dusun II Unte Mungkur Jendri Sipahutar.
Konfirmasi awak media memastikan keterangan dari saksi-saksi yang melihat kejadian laka lantas dan penganiayaan yang berujung kematian di jalan Labura-Tobasa dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara pada 12 Oktober 2020 beberapa bulan yang lalu, sekira pukul 13.10 Wib
Dalam petikan keterangan saksi dikatakan bahwa kepala dusun II Unte Mungkur Jendri Sipahutar ada menampar tersangka TS, diduga kuat pelaku penganiaya almarhum Ahmad Tua Siregar.
Kemudian untuk memastikan keterangan saksi, awak media mengkonfirmasi kepala dusun II Unte Mungkur, Jendri Sipahutar, dalam keterangannya, membenarkan bahwa ianya ada menampar tersangka TS terduga pelaku penganiaya Ahmad Tua Siregar.
Tanya wartawan..? Pak kadus ada menampar sitapa (Red..Terduga Penganiaya), ada..jawab kadus kepada wartawan saat itu.
"Gini..sambungnya, setelah almarhum ini istrahat didalam, dia berdiri diluar, menanyakan sudah gimana anakku (Red pelaku TS), ya udah pulang kau, terang (Red Kadus)
"Sitapa menjumpai saya, saya bilang kau pulang saja, ngak mau dia (Red Terduga pelaku TS) jadi kutampar," jelas Kadus lagi.
Sementara itu terpisah diwaktu yang berbeda awak media ini mengkonfirmasi warga dusun II Unte Mungkur yang memiliki warung di ujung kampung dimana terakhir Kadus Jendri Sipahutar membawa Almarhum Ahmad Tua Siregar.
Dalam keterangannya Sunardi Marpaung pemilik warung yang biasa disapa pak Beot, mengatakan "dibonceng naik kereta..,dibawalah dia sama sijendri bawa keretakan boncengan, sijen mau turun dia pun jatuh (Red Ahmad Tua Siregar) almarhum jatuh, sesak-sesak nafasnya kejadian itu, terus kami bawa kerumah, kasih tikar, kasih bantal, Sampai dirumah kan dia diapa-apa orang itulah, dikusuk-kusuk segala macam, tapi nafasnya sesak-sesak aja, gini-gini aja (peragakan kondisi almarhum sebelum meninggal) oleh Sunardi Marpaung, Kali itu terus dia meninggal ngak ada lagi nafasnya (Red Almarhum) itulah yang kulihat, cuma itulah yang ku ngerti, karena itu dimuka rumah awak kan kejadiannya, Jelas Sunardi.
Dilain lain tempat, Selasa (22/12/20) melalui pesan whastApp sekira pukul 15.30 Wib, Awak media ini mengkonfirmasi Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, S.I.K.,M.H, menanyakan perkembangan kasus dimaksud.
"Selamat sore pak Kapolres izin konfirmasinya, terkait perkembangan kasus dugaan penganiayaan hingga menghilangkan nyawa orang lain👆
sudah sampai mana prosesnya Pak Kapolres, mohon tanggapan dan penjelasannya pak Kapolres terimakasih.
Junaidi Marpaung Kabiro Media Online Utamanews.com Labuhanbatu Raya.
Mendapati konfirmasi awak media berkaitan kasus penganiayaan hingga berujung kematian warga desa Sibito, Kapolres Labuhanbatu membalas pesan whastApp awak media dengan singkat, "Sudah diserahkan k jaksa" jelas Kapolres.
Informasi yang dirangkum awak media setelah Sat Reskrim Polres Labuhanbatu melakukan autopsi jenazah almarhum Ahmad Tua Siregar tenggang waktu satu minggu, Tim Reskrim melakukan penangkapan dan penahanan terduga kuat pelaku penganiaya almarhum Ahmad Tua Siregar, TS dan AS, kakak beradik dirumah kediamanya masing-masing disusun II Unte Mungkur desa Sibito kecamatan Aek Natas kabupaten Labuhanbatu Utara, (11/11/20) sekira pukul 02.30 Wib dinihari.
Diberitakan sebelumnya, Suami Meninggal Tidak Wajar, Istri Keberatan Mengadu ke Wartawan Mohon Keadilan.
Almarhum Ahmad Tua Siregar (44) warga dusun III Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara meninggal dunia dengan tidak wajar, dimana didapati disekitar tubuh korban terlihat bekas memar bekas pukulan diduga keras korban dianiaya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Informasi yang dirangkum awak media ini dilapangan sebelum meninggal dunia korban mengendarai sepeda motor melintas dijalan lintas dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin lalu (12/10/20).
Disaat mengendarai sepeda motornya korban ada menyenggol seorang anak warga dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu utara, yang menyebabkan anak dimaksud mengalami luka-luka.
Atas kejadian itu diduga orang tua anak tersebut inisial AS (42) beserta adiknya inisial TS (25) tidak terima sehingga melakukan pemukulan kepada korban dan kuat dugaan korban meninggal dunia akibat dianiaya.
Hal itu dikuatkan dari keterangan saksi-saksi warga sekitar yang sempat melihat kejadian penganiayaan tersebut, dimana ayah dan paman anak tersebut memukul dan menunjang korban sebelum meninggal dunia.
Kepada awak media, Sabtu (24/10/20) Sekitar pukul 17.30 Wib di dusun II Unte Mungkur Desa Sibito saksi inisial AN (17) menceritakan apa yang dilihatnya di tempat kejadian perkara (TKP) saksi mengatakan "yang saya lihat pula ya bang pas saya ke jaringan karena dikampung saya ini engak ada jaringan lalu saya pergi ke puncak bersama abang saya, lalu saya mendengar suara kecelakaan jatuh kereta gitu, saya menekong sama abang ini, menekong kita bang ayoklah katanya kami tekongkan, gitu sampai tempat kejadian disitu ada pokok pinang pula ya bang, di kejadian itu saya menampak bernama TS menunjang almarhum ini, lalu almarhum tercampak terselpok lututnya, gitu terselpok lututnya almarhum ini berdiri lalu minta maaf kepada ayah anak yang dilanggar ini, dia minta maaf, AS ayah dari anak inipun menumbuk almarhum dan ditangkis almarhum.
"Gitu dia menangkis tumbukan dari ayah anak yang dilanggar ini, langsung almarhum lari, gitu dia lari sampai kejadian di jembatan sana dia diangkat ke kereta, setelah itu TS paman anak itu, mengejar almarhum sambil dilarikan pakai kereta, gitu sampai dirumah bidan, TS berhenti mengejar almarhum ini, balik dia ke belakang mengambil kereta nama keretanya scupy, setelah diambilnya scupy itu dikejarnya balik ke seberang itu, mungkin mau dianiaya atau mau dihajarnya lagi karena dia belum puas kayak gitu," Tutur Saksi.
Setelah itu datang kepala lorong minjam kereta kami ya kan bang, pigi dia keseberang, diberhentikannya TS ini, ditumbuknya pipi TS ini terdiam TS itu, sampai seberang sana saya tidak ikut sampai sana saya berhenti dikejadian itu lalu saya bertanya-tanya pada orang lain, Ucap AN.
Sementara itu ditempat yang sama menurut keterangan saksi Inisial TS (20) abang AN menjelaskan "pas kami mutar itu kutenggok TS ini mencekik almarhum dari belakang, habis itu TS ini dipegangi kan orang sudah ramai disitu, pas dia lepas dari pegangan ini datang TS ini menunjang almarhum dari belakang, itulah tersungkur almarhum keparit itu, habis itu datanglah bang bornok ini membawa dia pergi dari sini, TS ini mengejar almarhum dari belakang lari, ngak dapat dia sampai sana pigi dia balik pinjam kereta, saya masih duduk dikereta ini, pakai dulu keretamu dibilang kepala lorong sini bapak Jendrik Sipahutar dan dia mengejar kesana pakai kereta kami, Ungkap TS.
Menurut Saksi TS mendapat kabar almarhum sudah ngak bernafas lagi ngak berapa lama datanglah ambulan menjemput sudah meninggal almarhum sekitar 20 menitlah semenjak almarhum dibawa kesana, Tambah TS.
Masih ditempat yang sama keterangan dari sepupu korban Zulkfli Munthe (55) kepada awak media mengatakan "ditubuh almarhum terdapat bendolan dikening sama biram di belakang telinga sebelah kanan dan biram didada serta belakang punggung almarhum dan dugaan saya almarhum dianiaya, Kata Zulkifli.
Jelas Zulkifli lagi, "saat mau memandikan dari mulut almarhum keluar darah sekitar satu liter lebih sampai dikebumikan itu masih keluar darahnya dari mulut almarhum."
"Saya minta tolong kepada bapak-bapak supaya dibantu mengungkap kematian almarhum dan minta keadilan yang seadil-adilnya," Harap Zulkifli kepada awak media.
Ditempat terpisah di kediaman almarhum Ahmad Tua Siregar di dusun III kampung baru Desa Sibito, istri almarhum Dahlia Hasibuan (42) juga menyampaikan hal senada memohon kepada awak media agar mengungkap kematian suaminya yang tidak wajar yang diduga meninggal dunia karena penganiayaan, "Saya minta keadilan atas matinya suami saya kepada penegak hukum saya minta keadilan," Sebutnya seraya menangis tersedu-sedu.
Selanjutnya kepada awak media pihak keluarga korban menyampaikan akan membuat pengaduan ke kantor Polsek Aek Natas terkait meninggalnya almarhum Ahmad Tua Siregar serta meminta agar di usut sampai tuntas kematian almarhum dan memohon keadilan yang seadil-adilnya.