Sabtu, 23 Mei 2026
IPNU Sumut Minta Pemerintah Kaji Ulang Ormas Anti Pancasila
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: DR Selasa, 25 Apr 2017 10:44
Pemerintah diminta menempuh langkah-langkah dan memberi tindakan tegas, melarang dan mempersempit ruang gerak segala bentuk organisasi yang anti Pancasila.

Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumatera Utara (Sumut). Sekretaris PW IPNU Sumut, Ali Aga Hasibuan, menyatakan bahwa dunia saat ini disuguhi dengan sejumlah tragedi kemanusiaan, yang didorong oleh benturan ideologi (paham dan cara pandang) dan dipoles oleh berbagai terminologi nilai seperti kemerdekaan, HAM dan demokrasi.

"Invasi Amerika (dan sekutunya) di Irak dan jatuhnya Saddam Husaen, berbagai gerakan rakyat (peoples' power movement) tumbuh di berbagai negara kawasan. Mulai di Tunis, diikuti oleh Yaman, Libya, Mesir, bahkan negara-negara Teluk termasuk Bahrain dan Saudi Arabia yang lebih dikenal dengan gerakan rakyat 'Arab Spring' (Musim semi Arab) yang sebagian berhasil seperti Tunis dan Yaman, dan sebagian 'dibumi hanguskan' seperti Bahrain dan Saudi Arabia. Lalu konflik berkepanjangan Irak dan Suriah yang berbeda dengan negara-negara lainnya. Konflik di Irak dan Suriah memang sangat khusus dan berkelindan dengan banyaknya kepentingan yang terlibat, dimana selain kepentingan Israel dari ancaman Hizbullah yang memang digandeng oleh pemerintahan Asad, juga kepentingan Saudi yang menganggap diri sebagai pahlawan Sunni melawan Iran yang memang dedengkotnya kaum Syiah," tutur Ali Aga pada UTAMANEWS, di Medan, Selasa (25/4).

Kemudian, lanjutnya, baru baru ini di Prancis Kelompok militan ekstrim, ISIS, mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi penembakan di dekat Istana Presiden Prancis, yang menewaskan satu orang polisi.

"Secara tidak langsung, sesungguhnya mengamati berbagai konflik saat ini, khususnya konflik Timur Tengah, adalah didorong oleh benturan ideologi (paham dan cara pandang) melalui jembatan jembatan kepentingan ekonomi, yang dipoles oleh berbagai terminologi nilai seperti kemerdekaan, HAM dan demokrasi," tegas Ali Aga.

Baca juga: Muslimah HTI Sumut: Pancasila bukan ideologi

Sementara, Ketua PW IPNU Sumut, Muslim Pulungan, SE., menambahkan bahwa di Indonesia sendiri, dimana Pancasila sebagai ideologi dasar negara, terbukti mampu mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk dalam satu bangsa.

"Pancasila merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa (founding fathers) yang kemudian dikenal sebagai sebuah perjanjian luhur bangsa Indonesia. Pancasila merupakan Ideologi yang bersumber dari kebudayaan, yang berasal dari berbagai komponen budaya dan mampu mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk dalam satu bangsa," ujar Muslim.

"Pancasila menjadi nilai bersama atau nilai integratif yang amat diperlukan bagi masyarakat Indonesia yang plural," tambahnya.

Namun kini, sejumlah konflik yang telah dibeberkan oleh Ali Aga di atas telah berimplikasi dan mendorong tumbuhnya ideologi-ideologi yang mengancam keberlangsungan Pancasila sebagai pondasi bangsa.

"Ada radikalisme agama, radikalisme sekuler yang giat memisahkan agama dengan kehidupan bernegara. Lalu, muncul pula gerakan negara khilafah, yang mengganti Pancasila sebagai dasar negara. Tak tinggal pula neo komunisme yang membungkus diri dengan seolah olah mengedepankan demokrasi, terakhir gerakan separatis dengan agenda utama memisahkan diri dari NKRI," ungkap Muslim.

Fenomena itu menunjukkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara mengalami ancaman serius. "Butuh upaya ekstra untuk menjaga keutuhan NKRI," jelasnya.

Untuk itu, IPNU Sumut meminta pemerintah menempuh langkah-langkah, memberi tindakan tegas untuk melarang dan mempersempit ruang gerak segala bentuk organisasi yang anti Pancasila.

"Pemerintah perlu meninjau kembali organisasi kemasyarakatan yang anti Pancasila, tidak menutup kemungkinan untuk dibekukan," pungkasnya.

Editor: Sam
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later