Sabtu, 24 Agu 2019 14:59
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Generasi Muda Masjid Sumut (GMM) Tanggapi Sikap Curiga Pada Penyelenggara Pemilu

Generasi Muda Masjid Sumut (GMM) Tanggapi Sikap Curiga Pada Penyelenggara Pemilu

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Harry/Sam
Rabu, 08 Mei 2019 20:08
Facebook
Syekh Haji Al-Syarwani Tuan Guru Besilam bersama Ustaz Masdar Tambusai S.Ag.
Masyarakat harus memberi kepercayaan penuh kepada KPU seiring selesainya Pilpres dan Pileg 2019.

Demikian ditegaskan oleh Ketua Generasi Muda Masjid (GMM) Sumatera Utara, Ustaz Masdar Tambusai S. Ag., menanggapi masih adanya sikap curiga masyarakat terhadap Penyelenggara Pemilu.

"Kalau tidak KPU, siapa lagi rupanya yang kita percayai sebagai penyelenggara. Jangan masing-masing ngotot menyatakan c1-nya yang paling benar. Tidak bisa lah begitu. Kita harus legowo menerima hasil dari keputusan KPU", tuturnya di Medan, Rabu (8/5/2019).

"Kedua, pascapenetapan ini, ya bersatulah lagi, kemenangan ini adalah kemenangan kita. Siapa pun pemenang ini adalah kemenangan bangsa Indonesia. Kembalilah ke tugas masing-masing, yang PNS jadilah PNS dengan sungguh-sungguh, yang guru bekerjalah mendidik anak bangsa dengan sungguh-sungguh. Kita ademkanlah. Apalagi di bulan Ramadhan, menahan nafsu dari amarah, dari curiga. Di zaman Rasul ada 'perang badar', tapi ada perang lain yang lebih hebat, apa itu? Memerangi hawa nafsu. Jangan hawa nafsu ingin menang yang menguasai. Kita tahan. Hawa nafsu ingin memberontak, ingin merusuh. Jangan. Kita tahan", kata Ustaz Masdar.


Tokoh masyarakat kota Medan ini berharap tidak ada lagi provokasi yang negatif terhadap KPU, Bawaslu dan TNI-Polri. "Harus kita apresiasi yang sudah dilakukan oleh KPU saat ini, yang telah susah payah bekerja untuk demokrasi. Mereka selalu dicurigai, padahal ia bekerja sesuai dengan undang-undang", tambahnya.

"Satu yang saya sayangkan, kadang-kadang pemimpin kita ini tidak memberi contoh yang baik. Pejabat-pejabat kita kadang memprovokasi. Gak ada yang menyejukkan. Kalau kita sebagai orang tua, tokoh panutan, harus mengasih contoh pada kami ini. Jangan memprovokasi. Mahal sekali, mahal sekali yang kita bayar kalau sampai terjadi perpecahan negara kita hanya karena kepentingan kelompok. Jadi Masyarakat kota Medan kita harapkan 'Bersatulah lagi'. Tinggalkan itu sikap tidak percaya. Inikan politik, politik itu dinamis, tidak ada yang abadi, selain kepentingan. Jadi yang 'bawah-bawah' ini jangan pula sampai berlarut-larut. Jangan tidak bisa menerima perbedaan, perbedaan itu adalah anugerah. Sama seperti kita menerima perbedaan jari di tangan kita ini, ada jempol, telunjuk, kelingking dan lainnya. Tangan kita sempurna karena jari-jari kita berbeda, coba kalau jempol semua, cacat tangan kita. Tidak sempurna. Makanya perbedaan itu indah, jadi kita terima siapa pun pemenangnya dengan ikhlas sesuai undang-undang, jangan menurut kita, menurut kelompok kita," tukasnya.


"Jadi stop saling menghujat, saling memfitnah, mari kita bersatu kembali dan masing-masing bekerja dengan baik dan saling menjaga persatuan dan kesatuan, tidak terpancing oleh orang-orang luar jadi enak memangsa kita, karena kita yang nampaknya memang mau dilaga. Kalau gak menerima ya ke MK (Mahkamah Konstitusi) kan sudah ada aturannya. Seandainya ada salah satu kelompok yang tidak terima ya ke MK. Dan sesudah putus di MK jangan dicurigai lagi. Apa pun putusan MK itulah yang harus kita terima", pungkasnya.
Editor: Budi

T#g:kpuMasdar TambusaiRekonsiliasiulama
Berita Terkait
  • Rabu, 11 Sep 2019 03:11

    Pancasila sudah final dan tidak dapat ditawar

    Banyaknya opini bergulir mengenai penerapan Pancasila yang terkadang dinilai tidak sesuai dengan pandangan Islam, agaknya dinilai bagi sebagian orang merupakan masalah besar dan sangat prinsipil. Namu

  • Sabtu, 07 Sep 2019 03:07

    Idealnya rekonsiliasi nasional itu tanpa syarat

    Angin segar menyelimuti pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus sejak Pilpres berakhir. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo adalah pertemuan seorang

  • Rabu, 14 Agu 2019 19:44

    Segera Dilantik, KPU Medan Tetapkan 50 Nama Anggota DPRD Medan 2019-2024

    Pemilu legislatif 2019 sudah memasuki tahap akhir. Demikian dikatakan Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik saat membuka rapat pleno terbuka di Hotel Santika Medan, Rabu (14/8/2019)."Bila ka

  • Selasa, 13 Agu 2019 18:43

    Ya Ampun!! Sampah Bekas Nasi Kotak Dibiarkan Berserak di Halaman Kantor KPU Sumut

    Sampah bekas nasi kotak berserakan di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara, Selasa (13/8/2019), sekira pukul 15.36 WIB.

  • Selasa, 13 Agu 2019 16:33

    Sah... Ini 50 Anggota DPRD Deli Serdang 2019-2024 Terpilih

    KPU Deliserdang menetapkan 50 Anggota DPRD Deliserdang Terpilih untuk periode 2019-2024 dalam rapat pleno terbuka yang digelar di hotel Wings, jalan Arteri Bandara Kualanamu Deliserdang, Selasa (13/08

  • Sabtu, 17 Agu 2019 03:17

    Mari Ramai-Ramai Menolak NKRI Bersyariah

    Ijtima' Ulama 4 dalam salah satu keputusannya seakan menuntut terwujudnya konsep NKRI Bersyariah. Hal tersebut tentu juga bisa saja menimbulkan kontroversi dan melakukan penentangan atas keputusa

  • Minggu, 11 Agu 2019 11:11

    Ulama Angkat Bicara, Kapolres Pelabuhan Belawan Harus Pro Aktif Atasi Judi

    Segala bentuk maksiat dan perjudian merusak moral masyarakat.

  • Sabtu, 10 Agu 2019 15:50

    8 Ahli Waris Penyelenggara Pemilu Terima Santunan Dari KPU

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memberikan santunan kepada keluarga ahli waris petugas Badan  Ad Hoc Penyelenggara pemilu yang meninggal dunia pada Pemilu Serentak tahun 2019.Pemberian santunan in

  • Jumat, 02 Agu 2019 14:02

    Pemilu 2019 Lancar, KPU Kota Medan Berikan Wali Kota Plakat

    Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menerima kunjungan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (1/8). Selain bersilaturahmi, tujuan kedatangan merek

  • Minggu, 11 Agu 2019 03:11

    Mengawal Pemerintahan Secara Proporsional

    Ketegangan politik yang diakibatkan oleh Pilpres telah berakhir dengan pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dan rivalnya Prabowo Subanto. Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung santai, a

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak