Senin, 09 Mar 2026

Galian Maut Perumda Mual Nauli Disorot, Calon Dirut Terkesan Tutup Mata

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Selasa, 03 Mar 2026 08:36
Kondisi arus lalu lintas dan pengerjaan galian pipa air Perumda Mual Nauli di Jalan Raja Junjung Lubis.
 Istimewa

Kondisi arus lalu lintas dan pengerjaan galian pipa air Perumda Mual Nauli di Jalan Raja Junjung Lubis.

Pengerjaan galian pipa air Perumda Mual Nauli di Jalan Raja Junjung Lubis, Kelurahan Sibulan Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dinilai kriminal karena mengabaikan standar keselamatan kerja (K3) secara total.

Pengerjaan proyek yang terkesan semrawut ini menguba jalan umum menjadi jebakan maut yang mengancam nyawa pengguna jalan, demikian disampaikan Tupang (56) di Simpang DPR Pandan atau Simpang Jalan Raja Junjung Lubis, Senin (2/3/2026).

"Ini sangat membahayakan warga. Jangan sempat bahaya menghampiri pengendara seperti yang baru baru ini terjadi di Tangerang, karena menghindari lobang korban kemudian ditabrak mobil sampai meninggal dunia," kecamnya.

Selain itu, dia juga merasa miris melihatnya salah satu kandidat calon Direktur Perumda Mual Nauli, B Sondang H Lumban Gaol, yang terpantau santai berada di lokasi pengerjaan. Namun, kehadiran nya justru terkesan tutup mata seakan membiarkan warga bertaruh nyawa di tengah kondisi pengerjaan yang sama sekali tidak ada K3 nya.
"Ini keterlaluan! salah satu calon Direktur ada di situ, tapi apa gunanya kalau cuma lihat-lihat tanpa tindakan? Apakah harus ada korban tewas dulu baru mereka sadar dan membuat plang atau tanda rambu-rambu?," katanya.

Terlihat di lokasi pengerjaan galian pipa menganga tanpa garis pembatas, maupun rambu peringatan dini. Bahkan tumpukan material tanah menimbun sebagian badan jalan, sehingga menyempitkan jalur hingga separuh jalan.

"Lihat itu, pengendara sepeda motor terpaksa harus bermanuver demi menghindari bahaya di tepi galian sedalam pinggang orang dewasa itu," ungkapnya.

Tupang berharap agar pihak Perumda Mual Nauli segera memasang pagar pengaman atau setidaknya safety cone dan line pembatas pengerjaan pipa yang kuat di sepanjang tepi galian dalam 1x24 jam, serta menyingkirkan tumpukan material tanah dari badan jalan untuk mengembalikan fungsi jalan dan mencegah kecelakaan, hingga mematuhi standar Keselamatan Kerja (K3).
produk kecantikan untuk pria wanita

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari Tenaga Ahli Perumda Mual Nauli, B Sondang H Lumban Gaol, yang juga calon Direktur Perusahaan plat merah tersebut terkait kondisi memprihatinkan ini. Namun Utamanews.com akan berupaya terus mengonfirmasi yang bersangkutan.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️