FJD Desak Kapolres Waykanan Penghina Wartawan Dicopot
DELI SERDANG (utamanews.com)
Oleh: Iyus
Selasa, 29 Agu 2017 20:59
Sejumlah jurnalis kabupaten Deli Serdang menggelar aksi protes terhadap sikap arogan AKBP Budi Asrul Kurniawan, Selasa (29/8).
Forum Jurnalis Deli Serdang (FJD) menggelar aksi damai dengan melakban mulut atas tindakan pelecehan dan penghinaan profesi wartawan yang dilakukan Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul Kurniawan terhadap dua wartawan di Waykanan Lampung Tengah Propinsi Lampung beberapa hari yang lalu.
Kapolres dinilai memicu aksi unjukrasa di berbagai daerah di Indonesia, dengan menyatakan ujaran yang berbau hinaan, yakni "Siapa sih yang mau baca koran sekarang ini apa lagi Koran-koran Lampung cacingan seperti itu. Sekarang ini orang sudah baca online. Lu bangun tidur bacanya apa? WhatsApp kan. Mana baca koran lagi sekarang dah tutup semua koran itu. Nonton TV juga banyak yang nonton ? TV berita juga jarang ditonton, mending nonton bokep dari pada nonton berita TV".
Pada aksi yang digelar di tugu juang depan kantor Bupati Deli Serdang Selasa (29/8/2017) para wartawan melakukan aksi tutup mulut dibarengi aksi teatrikal tentang kesombongan Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul Kurniawan yang dengan lantang menghina profesi wartawan dengan membandingkan lebih baik menonton film porno dari pada menonton berita dan lebih baik lihat medsos daripada baca Koran.
Forum Jurnalis Deli Serdang meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot jabatan Kapolres arogan dan menghina profesi wartawan tersebut.
"Tidak pantas kata kata penghinaan itu keluar dari mulut seorang pimpinan Kepolisian yang seorang Kapolres penguasa wilayah yang seharusnya menjadi contoh baik bagi masyarakat, terlebih lagi membandingkan karya jurnalistik yang memberikan informasi pada masyarakat dengan kegiatan asusila," kata Ketua FJD Bobi Lusaka Purba.
Dikatakannya, aksi menutup mulut dengan lakban adalah yang berarti bahwa wartawan sepertinya sudah tidak bebas lagi dalam memberikan pertanyaan kepada narasumber sehingga salah satu wartawan di Kabupaten Waykanan mendapat jawaban yang tidak senonoh dan terkesan menghina dari mulut seorang Kapolres.
"Makanya kami menutup mulut kami, kami minta kebebasan pers harus ditegakkan, tidak ada lagi kekerasan terhadap Pers dan kami mendesak Kapolri mencopot jabatan oknum Kapolres Waykanan itu," tegas Bobby yang diamini anggota FJD.
Aksi unjuk rasa Forum Jurnalis Deli Serdang berjalan tertib, namun berhasil menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas, masyarakat juga memberikan dukungan pada aksi solidaritas wartawan ini.