Penyesuaian harga BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi, hingga saat ini masih menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat.
Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kota Padang Sidempuan Rony Rahmad Pohan mengatakan, ia mendukung agar penyesuaian harga BBM subsidi, dikembalikan kepada pihak yang lebih berhak mengaturnya.
"Subsidi BBM selama ini banyak kurang tepat sasaran penggunaannya, karena masih banyak masyarakat kelas atas yang menikmatinya. Dan dengan penyesuaian harga BBM subsidi ini, betul-betul dapat dinikmati oleh masyarakat yang tidak mampu," ungkap Rony, Minggu (4/9/2022).
Rony menjelaskan, sejak awal tahun 2022 khususnya pasca invasi Rusia atas Ukraina, harga minyak mentah dunia sempat menyentuh angka US$104 per barel. Harga tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Hal ini menyebabkan Indonesia sebagai negara net importir harus menghadapi beban keuangan negara yang sangat berat, khususnya di bidang beban subsidi dan kompensasi yang harus dibayarkan kepada badan usaha," ujar Rony.
Kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah saat ini, ditujukan agar dapat mengurangi beban subsidi energi yang sangat tinggi. Spesifiknya, melalui penyesuaian harga BBM subsidi, dapat mengurangi disparitas harga antara BBM Subsidi dan Non-Subsidi.
"Dan selama ini, beban subsidi yang dialokasikan pemerintah juga dinilai sudah tidak tepat sasaran, karena sebagian besar justru dinikmati kelompok masyarakat yang mampu," ungkap Rony.
Penyesuaian harga BBM, sebagai strategi pemerintah agar alokasi subsidi lebih tepat sasaran. Dan dapat mengalihkan biaya subsidi tersebut secara langsung kepada masyarakat miskin dan sektor lain yang membutuhkan.
Diantaranya kesehatan, dan pendidikan. Sebagaimana, yang telah dilakukan Presiden Jokowi dengan membagikan langsung BLT sebesar Rp600.000 kepada 20,65 juta keluarga dan 16 juta pekerja dengan total anggaran yang disediakan sebesar Rp24,17 triliun.
"Mari, di tengah situasi krisis, semangat nasionalisme kita harus bangkit. Jangan terprovokasi isu-isu liar yang berniat merusak NKRI. Dengan bergandengan tangan, kita dukung pemerintah agar kita bisa selamat dari ancaman krisis ekonomi yang telah dialami negara-negara lain di dunia," pungkas Rony.