Dua Aliansi Demo Kantor Bupati dan Kantor Kejari Batu Bara
Batu Bara (utamanews.com)
Oleh: Mukhlis Aci
Kamis, 19 Mei 2022 19:19
Dua Aliansi GEBRAK, dan FERARI menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Batu Bara dan Kantor Kejari Batu Bara, terkait PHD, biaya pilkada 2018 sebesar Rp. 10 M serta dugaan tindak pidana korupsi.
Puluhan orang dari Aliansi yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Berantas Korupsi, dan Federasi Advokat Republik Indonesia melakukan demonstrasi di depan Kantor Bupati Batu Bara dan Kantor Kejaksaan Negeri Batu Bara, Kamis (19/5/2022) pada pukul 11:35 Wib
Demonstrasi tersebut dimulai dari Kantor Bupati Batu Bara Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Kelurahan Lima Puluh. Setelah itu massa bergerak menuju Kantor Kejaksaan Negeri Batu Bara Jalan Kuala Teuku Umar, Pahang, Kec. Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Koordinator aksi, M. Nurizat Hutabarat menyampaikan orasinya di depan Kantor Bupati, diantaranya, sepekan ini publik Batu Bara disuguhkan dengan polemik biaya pemenangan pada proses pilkada Zahir dan Oky sebesar Rp 10 Miliar.
Kemudian menyusul polemik soal hasil seleksi kanwil Kementrian Agama Nomor B-2884/Kw 02/4.b/Hj/00/05/2022 tentang hasil akhir seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 1443 H/2022 Masehi, dimana dalam pengumuman tersebut tertera nama Ir. Zahir, MAP dan Istri dinyatakan sebagai Petugas Haji Daerah. Hal ini disinyalir bertentangan dengan peraturan Menag Nomor 23 Tahun 2018, kata Hutabarat dalam orasinya.
Menanggapi tuntutan massa, Bupati Batu Bara yang diwakili Asisten I, Russian Heri mengatakan akan berkoordinasi dulu dengan pimpinan terkait apa yang disampaikan.
Hanya ini yang bisa kami sampaikan, terimakasih, ujarnya.
Mendengar jawaban tersebut, massa meninggalkan Kantor Bupati dengan tertib, dan lanjut bergerak untuk demonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri Jalan Kuala Teuku Umar, Pahang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Tibanya massa demonstrasi tersebut pada pukul 12:24 Wib di depan Kejari, dengan menggunakan pengeras suara, Nurizat Hutabarat meminta Kejari usut tuntas dugaan korupsi di Dispora Batu Bara, terkait proyek pekerjaan rehab lapangan olah raga senilai Rp 95 juta yang dikerjakan asal jadi. Dimana anggaran ini tertuang dalam SP2D.1901.209 sebesar Rp 420 juta yang ditampung dalam APBD Tahun 2021.
Dalam aksi demonstrasi di depan pintu pagar Kejari, sejumlah massa turut membentangkan spanduk, bertuliskan, Pemkab Batu Bara peroleh WTP Tahun 2021 Paradoks. Gebrak Desak Kejatisu Bongkar Korupsi di Pemkab Batu Bara.
Pada alat peraga lainnya, disebutkan juga, Gerakan Rakyat Berantas Korupsi "GEBRAK" Dukung Kejatisu Bongkar Dugaan Korupsi di Kabupaten Batu Bara.
Tak berselang lama, aksi massa langsung direspon oleh Kasi Intel Kejari Batu Bara Doni Harahap.
Dia mengatakan, dengan aspirasi yang disampaikan ini akan menambah motivasi dan kinerja kami, terutama dalam penindakan hukum berupa penanganan tindak pidana korupsi.
Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih sudah hadir untuk mendukung kami. Mudah-mudahan apa yang dilaporkan kami akan menindaklanjutinya, jelas Doni singkat di hadapan aksi massa yang juga turut disaksikan oleh para awak media.