Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Kota Gunungsitoli – Nias menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kota Gunungsitoli pada Senin (1/9/2025). Aksi ini berlangsung damai meski diwarnai hujan, dan mendapat sambutan terbuka dari pimpinan serta anggota dewan.
Massa aksi yang berasal dari berbagai organisasi mahasiswa seperti HMI, GMKI, PMKRI, Fotmasi, dan Forman Nisut, menyuarakan beragam isu nasional dan lokal dengan membentangkan poster dan spanduk bernada kritis. Aksi ini menjadi bentuk keprihatinan mahasiswa atas berbagai problem kebangsaan dan daerah.
Pimpinan DPRD Kota Gunungsitoli, Adrianus Zega, ST, M.PSi, hadir langsung menerima massa aksi bersama Wakil Ketua Enrico Ifolala Lase, SH, dan Ridwan Saleh Zega, S.AP. Turut hadir pula Kapolres Nias, AKBP Agung, serta Dandim 0213/Nias, Letkol Inf. Sampe T Butar Butar, yang bersama personel pengamanan ikut menyambut mahasiswa secara humanis.
Aksi ini semakin mengundang simpati ketika para pejabat dan peserta aksi tetap berdialog meskipun hujan deras mengguyur kawasan gedung DPRD. Momentum itu dianggap mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap suara rakyat.
Dalam orasinya, Mise Kordiasdomin Zega, perwakilan PMKRI Cabang Nias, membacakan enam poin tuntutan nasional. Di antaranya, mendesak DPR RI membatalkan fasilitas mewah untuk anggota dewan serta mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
Mahasiswa juga mengecam tindakan represif aparat terhadap demonstran, menuntut pencopotan Kapolri oleh Presiden, serta meminta reformasi total terhadap UU Kepolisian. Mereka juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk merampingkan kabinet dan mencopot menteri yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Tak hanya isu nasional, mahasiswa juga mengangkat isu lokal yang menyentuh kehidupan masyarakat Nias. Mereka menyoroti melambungnya harga kebutuhan pokok dan kelangkaan LPG 3 Kg di berbagai wilayah di Kepulauan Nias.
“Saat ini masyarakat Gunungsitoli dan Nias sedang mengalami krisis elpiji. Kehadiran DPRD sangat dibutuhkan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sekadar duduk di kantor,” tegas Mise di hadapan para wakil rakyat.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Adrianus Zega menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan menindaklanjuti aspirasi mereka. Ia menilai substansi yang disampaikan mahasiswa sejalan dengan semangat wakil rakyat.
“Kami di DPRD siap berdiskusi dan menyuarakan kepentingan masyarakat bersama adik-adik mahasiswa. Kami tidak menutup mata dan telinga atas kondisi hari ini,” ujar Adrianus saat dialog terbuka.
Meski sempat diguyur hujan deras, aksi berjalan tertib dan damai hingga selesai. Setelah penyampaian aspirasi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib, tanpa insiden.
Aksi ini menjadi catatan penting tentang semangat kritis mahasiswa Nias yang tetap konsisten menyuarakan suara rakyat, bahkan dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat sekalipun. Kehadiran DPRD dan aparat keamanan yang membuka ruang dialog dianggap sebagai sinyal positif untuk demokrasi lokal.