Anggota Majelis Permusyawaratan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPP-HIMAPSI), Marlon Purba didampingi Ketum DPP Himapsi Thamrin Girsang dan Sekjen Irwan Purba mengatakan, "Kita sangat menyesalkan alih fungsi hutan negara di Raya Kahean Nagori Durian Bagal diduga melibatkan oknum Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba dan Bupati Simalungun JR Saragih. Untuk itu meminta Kapoldasu segera memeriksa seluruh pejabat termasuk yang terlibat alih fungsi hutan termasuk oknum Ketua DPRD Simalungun," ucapnya pada wartawan, Selasa (25/8). Menurutnya, pengalih fungsian hutan negara menjadi perkebunan Sawit di Simalungun sampai ratusan hektar dimulai setelah Johalim Purba menjadi Ketua DPRD Simalungun dan Janwanner Saragih Menjadi Kadis Kehutanan, sehingga kuat dugaan ada persekongkolan dan gratifikasi dalam alih fungsi hutan tersebut.
"Kita sangat kecewa alih fungsi hutan negara tersebut dan dalam waktu dekat saya akan turun gunung untuk investigasi lebih mendalam. Oknum Ketua DPRD Simalungun yang tadinya saya besarkan dirinya jadi seorang aktivis anti perambah hutan, ternyata menjadi perambah hutan dan ini sangat kita sesalkan. Saya berjanji kepada masyarakat Simalungun akan turun ke lapangan akan membawa persoalan tersebut sampai ke jalur hukum agar dapat diusut sampai keakar-akarnya," kata Marlon.
Sebagai anak pejuang veteran Harimulair, bapak saya berpesan, penghianat bangsa walaupun saudara sendiri harus dipotong lehernya, apalagi menyangkut kehidupan orang banyak. Akibat pembabatan dan pembalakan hutan tersebut, masyarakat Simalungun yang kena dampaknya. Sehingga sangat pas rasanya oknum Ketua DPRD Simalungun tersebut menjadi penghianat bagi konstituen atau pemilih terdahulunya.
"Apalagi kita ketahui oknum Kadishut Simalungun sudah menjadi tersangka pembabat hutan sehingga sudah layak rasanya oknum Kadishut tersebut ditanggkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dalam waktu dekat, saya selaku tokoh masyarakat Simalungun, berjanji, persoalan perambahan hutan tersebut dalam waktu dekat akan saya laporkan langsung ke Kapolri di Jakarta, karena saya kurang percaya dengan oknum aparat Polres Simalungun dan Oknum di Poldasu," ucapnya.
Namun ditambahkannya, sebelum melangkah jauh melaporkan persoalan tersebut, pihaknya terlebih dahulu akan turun ke lapangan bersama tim untuk menyiapkan alat-alat bukti bersama tim media cetak dan elektronik.
"Sekali lagi saya sangat kecewa terhadap Bupati Simalungun JR Saragih dan oknum Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba yang tidak pernah konsisten terhadap janjinya kepada masyarakat Simalungun selama ini," pungkasnya. (Red)