Rabu, 22 Apr 2026

Belasan Nakes di Tapteng Diduga Kena Mutasi Malam Hari Melalui WhatsApp

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Rabu, 31 Jan 2024 21:31
Ilustrasi
 Istimewa

Ilustrasi

Belasan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), diduga kena mutasi secara sepihak pada malam hari melalui aplikasi WhatsApp, oleh Kepala Tata Usaha (KTU) Pusat Kesehatan Masyarakat Sarudik.

Saat dikonfirmasi, ke 13 orang Nakes Puskesmas Sarudik menjelaskan, bahwa nama-nama mereka dikirim melalui grub pesan Whatsaap pada Senin (19/1/2024) sekitar pukul 19:00 wib, untuk melengkapi persyaratan mutasi.

"Pasan WhatsApp KTU, atas nama Rusmawan Sinaga seperti ini, selamat malam Bapak/Ibu KTU, tolong dibawa berkas persyaratan untuk Mutasi Unit Kerja bagi ASN (Nama Terlampir). adapun berkas nya antara lain : 1. Fotokopi SK CPNS. 2. Fotokopi SK PNS. 3. Fotokopi SK Pangkat Terakhir. 4. Fotokopi SK Jabatan Fungsional. 5. SKP 1 Tahun Terakhir. 6. SK Nota Tugas Asli (bagi yg dinotakan) dibawa saat mengambil SK Honor Tahun 2024 pada Hari Selasa Tanggal 30 Januari 2024. Terimakasih, Untuk nama2 diatas, tolong besok dilengkapi, besok dibawa ke dinas," jelasnya sembari meniru pesan KTU Puskesmas Sarudik melalui grup whatsapp.

"Sudah kami pertanyakan kepada KTU, tapi jawabnya tidak tahu, katanya dia cuma disuruh, tapi KTU tidak mau menjelaskan siapa yang menyuruh. Bahkan kami juga sudah pertanyakan kepada Kapus (Kepala Puskesmas) didalam grup, tapi kapus tidak juga mau menjelaskan. Kami bertanya tentang apa kesalahan kami sehingga kami dimutasi secara mendadak di grup itu, sekitar pukul 21.00 WIB," jelas sumber yang diamini mereka semua kepada wartawan, Selasa (30/1/24). 
Menurut Nakes yang di mutasi sebelah pihak, selama bekerja di Puskesmas Sarudik mereka bertugas dengan baik, bahkan sebanyak 13 orang Tenaga Kesehatan ini tidak mengetahui dasar dan unsur mereka kena mutasi. Sebab sampai saat ini mereka belum mengetahui penyebab nya, bahkan Kepala Puskesmas Sarudik menurut mereka hingga kini belum ngantor.

Salah satu Nakes mengaku, beberapa diantara mereka pernah melakukan protes kepada Kapus dan Bendahara Puskesmas Sarudik, soal dugaan pemotongan dana BOK dan Jaspel.

"Rata-rata nama itu adalah nama-nama kami yang memprotes masalah pemotongan dana BOK dan Jaspel, tapi kami tidak tahu apalah masalahnya. Saya telpon semalam orang Dinas, atas nama Melda Sitepu, katanya informasi itu belum sampe ke BKD, jadi saya tanyakan apakah mutasi itu diketahui kepala Dinas, dia tidak bisa jawab. Tapi katanya nama nama kami sudah ada tertulis di meja sekretariat yaitu ibu Tiur Sihite," Jelas salah satu yang dimutasi.

Belasan Nakes tersebut berharap agar tidak dimutasi dan meminta Pj Bupati Tapanuli Tengah, Dr Sugeng Riyanta SH, MH dan Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapteng agar memutasi Kepala dan Bendahara Puskesmas Sarudik.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Permintaan kami bersama-sama, kami tidak mau dimutasikan. Ke dua, kalau bisa permintaan kami secara khusus, Kapus dan Bendahara itu diganti," harap mereka. 

Sementara, kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Rahmad Jambak, saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui informasi itu.

"Belum Tahu, kita cek dulu," ujarnya, Selasa (30/1/2024) saat dihubungi Utamanews.com

iklan peninggi badan
Sedangkan keterangan Kepala Puskesmas Sarudik waktu dikonfirmasi awak media mengatakan belum menerima laporan.

"Selamat sore Pak, sampai saat ini belum ada saya Terima/melapor tentang SK pemutasian pegawai kepada saya, tentang pemutasian atau perpindahan pegawai itu wewenang BKD dan Dinas Kesehatan," Ujar Ahmad Sungadi.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️