Merujuk aplikasi Google Map, sesuai titik koordinat yang bersumber dari BMKG, gempa yang terjadi pada Sabtu (1/10) pukul 02:28 WIB, berpusat di kecamatan Parmonangan kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, tepatnya di antara Desa Aek Raja dan Huta Tinggi.
Mira Estina Ginting, Koordinator Operasional Observasi Stasion Geofisika Deli Serdang, yang langsung bersosialisasi ke daerah Hausisadasada jalan Parmonangan Desa Hutaraja Hasundutan kecamatan Sipoholon, tepatnya di lokasi Gereja HKBP Immanuel, menerangkan langsung kepada masyarakat perihal gempa yang terjadi di Tapanuli Utara.
"Kami mensosialisasikan terkait gempa yang terjadi di Tapanuli Utara, untuk menghindari adanya isue-isue negatif terkait gempa. Dan dari sini kita kemungkinan langsung ke pusat lokasi gempa yang berada di kecamatan Parmonangan. Dan, kami mengharapkan kepada masyarakat, jangan mau cepat termakan isue-isue yang tidak bertanggungjawab. Kami perlu memberikan keterangan terkait gempa ini, agar jangan ada kesimpangsiuran informasi", ucap koordinator operasional Observasi Stasion Geofisika Deli Serdang.
BPPD kabupaten Tapanuli Utara, bersama BPPD provinsi Sumatera Utara dan Stasion Geofisika Deli Serdang langsung turun menjumpai masyarakat korban gempa
Menurutnya, hingga tanggal 2 Oktober 2022, pukul 14:30 wib, ada 98 kali gempa yang tercatat di Stasiun Geofisika Deli Serdang dan ada 8 kali dirasakan.
Kepada UTAMA NEWS, koordinator operasional Observasi Stasion Geofisika Deli Serdang ini, menerangkan sebab gempa ini terjadi.
"Gempa ini disebabkan adanya sesar aktif Sumatera, yang mana sesar ini terjadi di Segmen Renun. Dan dari pantauan kami ada 98 kali gempa dan ada 8 kali dirasakan pada saat ini. Dalam hal ini gempa tidak dapat diprediksi, namun melalui perhitungan dari banyak methode, salah satunya metode peluruhan gempa," ujarnya.
"Kita melakukan perhitungan, dengan menggunakan beberapa rumus, kita prediksikan gempa ini selesai tiga hari kemudian, tepatnya pada tanggal 04 Oktober 2022. Namun kita tetap memantau aktivitas gempa ini", jelasnya kepada UTAMA NEWS.
Harapnya, kepada masyarakat yang dekat dan yang merasakan kekuatan gempa, agar jangan bertahan di dalam rumah ketika gempa dirasakan.
"Kita mengharapkan masyarakat jangan panik, dan jika terjadi gempa langsung keluar dari rumah jangan bertahan di dalam rumah", harapnya.
Sementara Kepala BPPD Taput (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Utara) Bonggas Pasaribu yang diwakili Kepala bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) BPBD Kab. Tapanuli Utara Sihol Dame Situmeang menerangkan kepada UTAMA NEWS, bahwa BPPD kabupaten Tapanuli Utara, bersama BPPD provinsi Sumatera Utara dan Stasion Geofisika Deli Serdang langsung turun menjumpai masyarakat korban gempa bumi ini.
"BPPD Taput bersama BPPD provinsi dan stasiun Geofisika Deli Serdang, langsung turun ke masyarakat korban bencana gempa ini. Untuk meninjau dan mensosialisasikan kepada masyarakat, terkait gempa yang terjadi sampai saat ini", ucapnya
Tampak pihak BPBD provinsi Sumut langsung menurunkan 3 tenda penampungan di dusun Hausisadasada Desa Hutaraja Hasundutan kecamatan Sipoholon yang berukuran kapasitas 10 orang.