Para pelanggan perusahaan penyedia air bersih, yaitu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtasari Binjai, mengeluhkan kondisi air yang tidak mengalir seperti biasanya dalam beberapa hari ini.
Sebab menurut para pelanggan, Perusahaan berplat merah di Kota Binjai tersebut dianggap tidak serius dalam menangani keluhan pelanggan. Hal itu terbukti dengan tidak normalnya air yang mengalir, khususnya di Jalan P. Diponegoro, Kota Binjai.
"Air di rumah kami mati sudah empat hari, dan ini hari kelima," ungkap salah seorang pelanggan Perumda Tirtasari Binjai kepada awak media, Rabu (21/1).
Ia menjelaskan, kondisi air yang tidak mengalir sebelumnya tidak pernah terjadi. "Sebelumya tidak pernah sama sekali. Kalau pun mati, paling cuma sebentar, misalnya pagi mati, siang sudah hidup lagi," sambungnya.
Sedangkan setiap bulannya, sambung sang sumber, pelanggan dikenakan tarif air sebesar Rp. 65 ribu. Namun hal itu tidak dibarengi dengan pelayanan yang baik.
"Tadi malam air memang sempat hidup. Tapi cuma sebentar saja, itu pun gak deras, cuma netes aja. Sekarang malah masih mati," ungkapnya.
Sebagai pelanggan, ia pun berharap agar air yang dialiri oleh Perumda Tirtasari dapat mengalir sebagaimana semestinya.
"Harapannya tolong segera dipulihkan airnya. Kalau pun ada masalah, tolong segera diselesaikan, karena kami butuh air," serunya.
Lebih lanjut, sang sumber mengatakan, maka aktifitas mereka sehari hari pun ikut terganggu, seperti mandi dan MCK.
"Saat ini terpaksa kami numpang mandi di tempat keluarga. Sementara kalau buat masak, kami terpaksa membeli air galon," ujar sang sumber dengan nada kesal.
Terpisah, Direktur Perumda Tirtasari Binjai, Ashari, belum menjawab saat di konfirmasi awak media terkait keluhan para pelanggan hingga langkah yang akan dipanggil agar pasokan air ke pelanggan dapat kembali normal.