Jumat, 23 Okt 2020 01:30
  • Home
  • Ragam
  • Polemik Penertiban Pedagang Di Tanggul Aek Sigeaon Taput, Ini Klarifikasi Lurah

Polemik Penertiban Pedagang Di Tanggul Aek Sigeaon Taput, Ini Klarifikasi Lurah

Taput (utamanews.com)
Oleh: W. Simanungkalit
Kamis, 17 Sep 2020 00:07
W. Simanungkalit
Peran pemerintah selalu memberikan kenyamanan dan pencerahan, juga memberikan solusi terbaik kepada masyarakat dan warga, yang pasti dengan kajian teknis. Hal tersebut sama dengan yang diharapkan masyarakat pedagang di pinggiran tanggul Aek Sigeaon Tarutung Tapanuli Utara (Taput).

Pemerintah melaksanakan penertiban Warung di Tanggul Aek Sigeaon berdasarkan kesepakatan melalui pedagang. Hal ini didasari adanya Intruksi Bupati no 6 tahun 2020 untuk penataan tanggul yang bersih, sehat dan asri dan juga Perbup no 40 tahun 2020 tentang 'pedoman penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan', di Pendopo Rumah Dinas Bupati Taput, Selasa (15/9).

Sebagai petugas penertiban yang dilaksanakan Lurah Hutatoruan X Zekaryah Lumbantobing, SE, didampingi dengan team gabungan penuh yaitu Kepala Dinas Lindup, Staf Dinas Perkim, Kakan Satpol-PP beserta anggotanya dan personil TNI-Polri.

Lurah menerangkan perihal kegitan tersebut adalah berdasarkan keputusan bersama pedagang tanggul. "Mengenai tindakan hari ini, penertiban pedagang di Tanggul pada prinsipnya tidak tindakan sepihak. Hal ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan bersama pedagang Tanggul, sesuai pertemuan I pada tanggal 9 Juli 2020 di kelurahan Hutatoruan X, dipertajam kembali pada pertemuan II pada tanggal 2 September 2020 di Kantor Camat Tarutung. Dan pada pertemuan III tanggal 15 September di Kanopi Rumah Dinas Bupati Taput", ungkapnya, Rabu (16/9).



"Pada prinsipnya kita semua, Pemkab Taput dalam hal ini Bupati, mendukung adanya usaha sepanjang Tanggul Aek Sigeaon. Terbukti Bapak Bupati menghadirkan orang BPDSU untuk mana tahu ada informasi kebutuhan dana kaitan pengembangan usaha. Setuju dan sepakat, juga berperan serta membangun keindahan penataan kota Tarutung terkhusus sepanjang Aek Sigeaon. Didasari selama ini ada kesan kumuh, karena tidak ada keseragaman bangunan", jelasnya.

"Di rapat terakhir disimpulkan, dikembalikan pada konsep awal, yang mana di konsep awal jangan ada bangunan yang permanen. Jangan ada menutupi bangunan fasilitas umum seperti pot bunga, halte dan kursi. Jadi yang untuk pembongkaran yang tadi itu, khusus untuk yang menggunakan fasilitas umum pot bunga dan kursi. Serta lapak yang sama sekali tidak aktif lagi", jelas Lurah 

"Naah, banyak yang ingin berusaha disana, tapi tidak ada lagi tempat. Padahal dibilang ada, ada. Dibilang tidak ada, tidak ada. Akibat dari penertiban ini pasti ada yang kosong, lalu kita data siapa calon-calon pengusaha yang benar-benar mau berusaha di lapak. Dengan syarat, pada rapat tersebut semua pada sepakat mendukung meningkatkan produk-produk UMKM Taput, yang mana ikut mempromosikan menjual produk-produk UMKM tersebut", katanya 



Ketika dipertanyakan hal komplain yang terjadi, Lurah menerangkan, "Yang komplain itu yang gak pernah hadir sama sekali. Kita sabar menunggu, namun Bagaskoro mengatakan kalianlah yang bongkar sebutnya dengan kekesalan. Padahal juga ketika rapat dia tidak pernah hadir, tiba ada action itulah yang kita dapat. Dan itupun tetap kita undang dan koordinator pedagang tanggul Suparman Lumban Tobing tetap menyampaikan langsung kepada pedagang yang tidak aktif. Artinya andaikan mereka hadir, bisa jadi mereka yang membongkar kalau harus dibongkar. Bisa jadi itu tidak dibongkar kalau mereka memperbaiki. Kita tidak mau ada kesan 'membongkar', karena di rapat terakhir, para pedagang menuntut eksekusi yang jelas dan tegas. Dan yang lainnya kita sampaikan dengan sosialisasi, selama tenggang waktu dua minggu sesuai hasil rapat di rumah dinas. Ini kita harapkan untuk membenahi tempat usaha masing-masing, supaya ada keseragaman. Dengan sepakat tidak boleh ada ruang tertutup, setidaknya setengahnya itu ada terbuat yang dari kawat rang-rang atau dari viber transparan setidaknya ada kelihatan yang di dalam", jelasnya lagi. 

"Karena pengalaman dan keluhan masyarakat, kalau malam hari di lapak yang tidak dihuni, justru yang sakit jiwa disana yang tidur. Jadi, menimbulkan keresahan dan ketidakindahan kota. Pedagang setuju sepenuhnya mendukung Bupati Taput, menjadikan Tanggul Aek Sigeaon itu menjadi ikon kota Tarutung Taput. Pada dasarnya konsep kita Tanggul itu indah dan menarik pada pendatang dan menjaga kebersihan, memperbaiki bahan bangunan yang sudah kusam dan menjaga keseragaman, yang intinya, kita mengembalikan pada konsep awal yang diterangkan para pedagang tersebut" terang Lurah



"Tentang Samun yang tadi komplain, kita tadinya bertanya kepada team, untuk meminta sebagian tempat lapaknya pak Samun, kalau mereka mau berterima, berbagi rejeki kepada yang lainnya. Kita melihat terlalu luas, dan meminta untuk berbagi lapak, bukan perintah. Bentuk yang kita lakukan secara persuasif", imbuhnya

Di sisi lain, Eko Budiono 'Pak Bagas' pedagang Tanggul, terkejut dengan adanya pembongkaran yang dilakukan. Kepada UTAMANEWS, pak Bagas menerangkan keheranannya. "Memang sesuai rapat kami setujui yang dikatakan pak Bupati, tapi dalam hal ini ada tebang pilih. Dalam arti, kenapa yang satu dibongkar, yang satu lagi tidak dibongkar? Itu masalahnya. Karena kesepakatan tadinya fasilitas umum untuk difungsikan kembali. Dalam pembongkaran ini tidak ada konfirmasi, tiba-tiba kami sampai ke warung sudah dibongkar", terang pak Bagas. 

LSM Tunggal Panaluan Martupa Purba menanggapi bahwa peran pemerintah selalu memberikan kenyamanan dan pencerahan, juga memberikan solusi terbaik kepada masyarakat dan warga, yang pasti dengan kajian teknis. "Kita mengapresiasi tindakan pemerintah untuk memberikan keindahan, kenyamanan juga penanggulangan Covid di Taput terkhusus Tarutung sebagai ibu kota. Dan, mengharapkan ketegasan kepada pemerintah dalam penindakannya yang adil dan merata", ungkapnya.
Editor: Robi

T#g:Aek SigeaonTaputgusur
Berita Terkait
  • Sabtu, 17 Okt 2020 17:47

    Informasi Lonjakan Angka Tertular Covid-19 Di Taput Bantu Warga Lebih Disiplin

    Dalam beberapa minggu ini pada bulan Oktober 2020, lonjakan penderita Covid-19 di Taput (Tapanuli Utara) provinsi Sumatera Utara, naik secara drastis.Dari pantauan laman satuan tugas percepatan penang

  • Rabu, 14 Okt 2020 23:44

    Minimnya Informasi Korban Meninggal Positif Covid-19 di Taput

    Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Provinsi Sumut, dr. Tonny Lumbantobing, M.Kes (56) Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes), meninggal dunia pada Rabu,(14/10) siang. B

  • Jumat, 09 Okt 2020 18:29

    Sujarwo Dianiaya di Simorangkir Julu Siatas Barita, Polres Taput: Masalah Sengketa Tanah

    Akibat saling klaim mengklaim tentang hak kepemilikan tanah, Warga di Pea Tolong Desa Simorangkir Julu Kecamatan Siatas Barita Taput (Tapanuli Utara) berujung pada penganiayaan.Korban yang mengalami l

  • Jumat, 09 Okt 2020 10:29

    Soal Togel, Ini tanggapan Ephorus HKBP

    Secara langsung UTAMANEWS meminta tanggapan kepada 'Ompu i' Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing yang didampingi Pdt. Arthur Lumbantobing (Kepala Biro Informasi), di ruang kerjanya, di

  • Kamis, 08 Okt 2020 22:48

    Koramil 24/Pahae Julu: Komsos Babinsa, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat Dalam Menjalin Sinergitas

    Komunikasi yang aktif sangat diharapkan di tengah warga dan masyarakat. Hal inilah yang dilakukan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 24 /Pahae Julu Kodim 0210/Tapanuli Utara.Serda Abdur Rohim mela

  • Rabu, 07 Okt 2020 14:27

    Warga Taput Meninggal Dunia Positif Terkonfirmasi COVID-19

    Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) melalui siaran pers Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Taput pada akun facebook Donna Situmeang Rabu (7/10) sekitar pukul 12.00 wib, mengu

  • Rabu, 07 Okt 2020 07:17

    Di Tengah Pandemi Covid 19, Babinsa Koramil 24/Pahae Julu Tetap Laksanakan Komsos

    Selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa), Serda G. Simatupang Babinsa Koramil 24/Pahae Julu Kodim 0210/Tapanuli Utara selalu hadir di tengah-tengah masyarakat binaannya guna memberikan bantuan moril sert

  • Senin, 05 Okt 2020 13:05

    HUT TAPUT Ke-75 Tahun 2020, "Taput Tetap Berkarya"

    Pada masa era normal baru ini, Kabupaten Tapanuli Utara (Kab.Taput) melaksanakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 pada tanggal Senin 05 Oktober 2020. Pada Sidang Rapat Paripurna DPRD (Dewan

  • Senin, 05 Okt 2020 08:55

    Babinsa Koramil-24 Kodim 0210-TAPUT, Bergotong-royong Menjalin Semangat dan Memperkuat Hubungan Silahturahmi

    Di masa normal baru ini, semangat Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan pembelajaran dan sosialisasi dalam upaya penanggulangan, pencegahan dan penyebaran pandemik Covid-19 kepada masyarakat. Ya

  • Jumat, 25 Sep 2020 23:15

    Alokasi P.APBD Taput Diharapkan Dukung Upaya Penanganan Pandemi Covid-19 Masa Normal Baru

    DPRD Taput melaksanakan rapat paripurna dengan agenda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tapanuli UtaraTahun Anggaran 2020 (Ranperda P.APBD Taput TA

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak