Sekitar 3.000 peserta dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Padangsidimpuan, ikut berpartisipasi memadati ajang lari Martabe Run 2025 yang digelar PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe. Hal ini juga serempak sebagai perayaan 13 tahun penuangan emas pertama sekaligus upaya menumbuhkan gaya hidup sehat dan regenerasi atlet di lingkar tambang.
Martabe Run yang digelar Minggu 27 Juli 2025 di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan ini, menghadirkan tiga kategori lomba yakni 2,5K, 5K, dan 10K. Para peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, pelajar, komunitas olahraga, karyawan PT Agincourt Resources (PTAR), hingga kontraktor Tambang Emas Martabe.
General Manager Operations & Deputy Director Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, menyampaikan bahwa Martabe Run merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung gaya hidup sehat, menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat, serta mendorong lahirnya atlet-atlet lokal berbakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan bersejarah kami, menandai 13 tahun sejak penuangan emas pertama di Tambang Emas Martabe. Kami ingin merayakannya melalui kegiatan yang sehat, menyenangkan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Rahmat, Senin (28/7/2025).
Sejak momen penuangan emas pertama pada 24 Juli 2012, PTAR telah berkembang tidak hanya sebagai produsen mineral berharga, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi lokal, pelopor inovasi teknologi pertambangan, serta garda terdepan dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati, khususnya di kawasan Batang Toru.
“Semua itu berjalan dilandasi komitmen kami dalam mewujudkan pertambangan yang berkelanjutan. Upaya keberlanjutan salah satunya melalui bidang olahraga yang memberi ruang bagi generasi muda untuk berkembang menjadi atlet andalan masa depan,” ujar Rahmat.
Di bawah payung Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), bidang kepemudaan dan olahraga menjadi pilar penting selain pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui Club Jaya Atletik Batang Toru yang dibina PTAR, telah lahir atlet-atlet berprestasi di berbagai kejuaraan daerah maupun nasional.
Salah satunya, Jupiter Andika Putra, atlet lari trail atau lari lintas alam yang berhasil menyabet medali emas pada kategori Klasik Junior 12K di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara pada September 2024. Selain itu, PTAR membina atlet muda lokal di bidang sepak bola dan bela diri.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PTAR dalam mendukung sektor kesehatan dan olahraga. Ia menilai, kehadiran PTAR melalui program rutin seperti beasiswa Martabe Prestasi, program Dokter Spesialis Masuk Desa, dan rencana operasi katarak gratis menunjukkan komitmen perusahaan yang konsisten terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Setiap bulan PTAR hadir langsung ke desa-desa memberikan layanan kesehatan gratis. Ini bentuk kepedulian luar biasa. Kegiatan Martabe Run ini juga sangat penting dalam membangun semangat hidup sehat, khususnya di kalangan generasi muda,” tutur Gus Irawan ketika menghadiri Martabe Run 2025.
Ia menekankan, bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi sarana positif untuk mencegah anak muda terjerumus perilaku berisiko negatif, seperti penyalahgunaan narkoba dan judi online.
“Tidak ada orang sukses karena narkoba dan tidak ada yang kaya karena judi online. Anak-anak kami harus memilih jalan yang sehat dan produktif. Manfaatkan ruang-ruang positif seperti Sopo Daganak milik PTAR untuk mengembangkan minat dan bakat kalian,” ujarnya.
Sementara itu, Victorius Mendrofa, pelari asal Desa Wek 3, Batang Toru, menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Juara I kategori 10K di ajang Martabe Run 2025. Dalam waktu 35 menit 25 detik ia mencapai garis akhir. Sebelumnya, Victorius yang bergabung di Club Jaya Atletik Batang Toru ini pernah menjadi juara di kategori 10K di ajang prestisius Jogja Marathon Juni lalu.
“Terima kasih kepada PTAR yang telah menyelenggarakan Martabe Run. Acaranya seru dan saya yakin semua peserta menikmatinya. Secara pribadi, saya juga menyampaikan terima kasih kepada PTAR yang selama ini membina dan mendukung saya hingga bisa berprestasi di berbagai event besar,” ucapnya.
Martabe Run 2025 diselenggarakan atas kolaborasi antara PTAR, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, serta pemangku kepentingan terkait.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari sejumlah mitra Perusahaan, yaitu PT Macmahon Mining Services, PT Supra Bakti Mandiri, PT G4S Security Services, PT Anggun Permai Tekindo, PT Sangati Soerya Sejahtera, PT Indodrill Indonesia, PT Gobel Dharma Sarana Karya, PT Promincon Indonesia, dan PT Trans Continent.
Sekilas, Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources. Wilayah tambang mencakup area 30 km² yang berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km². Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, tepatnya di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Tambang Emas Martabe mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan memiliki basis sumber daya 6,1 juta ounce emas dan 59 juta ounce perak per 30 Juni 2024. Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe lebih dari 6 juta ton bijih per tahun untuk memproduksi lebih dari 200.000 ounce emas dan 1- 2 juta ounce perak per tahun.
PT Agincourt Resources melibatkan lebih dari 3.000 karyawan dan kontraktor, sekitar 99% di antaranya warga negara Indonesia, dan lebih dari 70% berasal dari desa setempat.PT Danusa Tambang Nusantara (PTDTN) memegang 95% saham PT Agincourt Resources. PTDTN adalah anak usaha PT United Tractors Tbk dengan kepemilikan saham 60% dan PT Pamapersada Nusantara dengan kepemilikan saham 40%, sekaligus bagian dari grup usaha PT Astra International Tbk. Sebanyak 5% saham PT Agincourt Resources dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.