Sudah selayaknya petani singkong lebih diperhatikan kesejahteraannya dengan menjadikan singkong sebagai tanaman pangan strategis yang dapat dijadikan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai tepung pengganti Terigu untuk bahan dasar Mie Instan, Roti, kue-kue basah, kue kering dan lain sebagainya. Hal ini juga adalah untuk mengurangi import Tepung Terigu dan Tepung Gandum dari luar negeri karena bahan baku singkong di dalam negeri melimpah.
Tepung Mokaf atau disingkat mocaf adalah tepung ubi kayu yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti butiran beras. Riset mocaf diawali dari upaya antisipasi krisis pangan akibat cuaca ekstrem dan pemanasan global yang melanda dunia termasuk Indonesia. Untuk mengantisipasi krisis pangan ditengah situasi pandemi Covid-19 di seluruh dunia dan khususnya di Indonesia Tepung Mokaf yang dikembangkan dari Tanaman Singkong adalah salah satu solusinya.
Hal ini diungkapkan Erly Sari Pane Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Kabupaten Asahan didampingi seluruh pengurus dan Kelompok Tani ketika beraudiensi dengan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Asahan Wahyudi di Kantor Dinas Kehutanan UPT. KPH Wilayah III Kisaran Asahan pada Senin (28/09/2020).
Lebih lanjut Erly mengatakan untuk pengembangan lahan tanaman singkong ini perlu didukung oleh semua stake holder khususnya dalam pengadaan lahan yang akan menjadi ketahanan pangan nasional sesuai program pemerintah saat ini. MSI Kabupaten Asahan akan bekerja sama dengan Kelompok Tani di Desa Aek Nagali dan beberapa daerah lainnya di Asahan untuk mengelola lahan dan mengembangkan lahan pertanian tersebut.
Sementara Sekretaris MSI Asahan Rizaldy Situmorang menyampaikan bahwa berdasarkan data yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, ada sekitar 400 Ha lahan masyarakat yang ditanami singkong yang akan dijadikan lahan tertier, sementara untuk lahan sekunder telah dilakukan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk dikelola lahan yang ada dibawah jaringan SUTET mulai dari Asahan hingga ke Batubara dan untuk lahan primer akan diolah lahan milik Kelompok Tani yang saat ini telah tergabung dengan MSI Asahan. Dalam hal ini juga pengurus MSI Kabupaten Asahan mengharapkan dukungan dan arahan dari KPH Wilayah III Kisaran Asahan.
Kepala KPH Wilayah III Asahan, Wahyudi menyampaikan pihak KPH Wilayah III Asahan menyambut baik kedatangan Pengurus MSI (Masyarakat Singkong Indonesia) Kabupaten Asahan dimana program pemerintah saat ini terkait penanaman singkong sebagai ketahanan pangan sejalan dengan program pemerintah. "Kemungkinan lahan tambahan yang dibutuhkan ada di Desa Aek Nagali yang selama ini dikelola oleh Kelompok Tani dalam hal ini pihak MSI bekerja sama dalam pengelolaannya dengan pihak Kelompok Tani, KPH Wilayah III Asahan sangat mendukung program ini, namun terkait masalah lahan nanti akan diadakan survei ke lapangan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi lahan yang ada di Desa Aek Nagali", ungkap Wahyudi.
Sementara Buono Kepala Desa Aek Nagali mengatakan untuk luasan lahan dari lima Kelompok Tani yang ada di Desa Aek Nagali ada sekitar 1.700 hektar yang bisa ditanami singkong. Dan apabila masa depan tanaman Singkong ini nanti dinaggap bagus maka kemungkinan lahan itu akan bisa bertambah lagi karena banyak masyarakat akan ikut bergabung di dalam program ini. "Sejak mendengar adanya rencana ini masyarakat Desa Aek Nagali menyambut baik program ini apalagi Kepala KPH Wilayah III Asahan yang juga sangat mendukung," sebut Buwono.
Hadir pada acara audiensi Kepala KPH Wilayah III Asahan Wahyudi, Ketua Masyarakat Singkong Indonesia(MSI) Kabupaten Asahan Erly Sari Pane, Sekretaris MSI Asahan Rizaldi Situmorang, Bidang Advokasi dan Kebijakan Darminto, SH, Bidang Kerjasama dan Komunikasi Irfan dan Ahmad Bandung, Kepala Desa Aek Nagali Kecamatan Bandar Pulau Buwono, Budi Ketua Kelompok Tani dan seluruh pengurus Kelompok Tani dari Desa Aek Nagali dan sekitarnya.