Dengan Program CSR, Pertanian SOL Mampu Meningkatkan Hasil Bawang Merah di Kabupaten Taput
Tapanuli (Utamanews.com)
Oleh: Winner Simanungkalit
Sabtu, 31 Jan 2026 09:20
Program CSR Pertanian SOL (Sarulla Operations Ltd) mampu mendongkrak peningkatan hasil komoditas bawang merah di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dapat terlihat melalui Program CSR Pertanian SOL, di mana masyarakat di dua kecamatan, yakni Pahae Jae dan Pahae Julu, yang mendapatkan program tersebut mampu menorehkan hasil panen yang bernilai positif di situasi cuaca ekstrem pada tahun 2025.
Masih tetap dengan komitmen SOL dalam ikut membantu masyarakat mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan. Hal ini terus terlihat dari wujud Program CSR yang merupakan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di sektor pertanian. Keberhasilan program ini dapat terlihat dengan kemampuan enam kelompok tani yang terdiri dari 74 anggota. Melalui pendampingan intensif, para petani berhasil mencatatkan panen bawang merah sebesar 11.544 kg sepanjang tahun 2025 atau mencapai 2,4 kali lipat dari bibit yang telah ditanam.
Mereka berasal dari Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Enam kelompok tani tersebut berada di Kecamatan Pahae Jae, yakni Desa Sigurunggurung dan Desa Pardamean Nainggolan. Sementara di Kecamatan Pahae Julu, yaitu Desa Simataniari dan Desa Janji Natogu.
Hasil panen tersebut dapat dirasakan masyarakat yang berasal dari bantuan SOL berupa bibit bawang merah sebanyak 5.404 kg melalui Program CSR SOL, yaitu pada bulan Mei 2025 dan Oktober 2025. Adapun nominal rupiah yang didapatkan dari total hasil panen, sebanyak 8.125 kg bawang merah berhasil dipasarkan dengan harga penjualan mencapai Rp350.531.000 dengan kisaran harga Rp20.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Beberapa kendala yang dihadapi, seperti cuaca ekstrem, masih mampu mencatat hasil yang positif. Pada musim kemarau panjang bulan Mei–Agustus 2025 serta curah hujan yang sangat tinggi pada Oktober–Desember 2025, kondisi tersebut dapat memengaruhi produktivitas tanaman. Hal inilah yang menjadi kendala sehingga hasil panen dinilai belum sepenuhnya optimal sesuai dengan estimasi panen yang ditargetkan.
Selain memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan petani, program ini juga mendorong keberlanjutan diversifikasi usaha tani. Sebagian hasil panen dimanfaatkan kembali oleh anggota kelompok tani sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya, sehingga siklus produksi dapat terus berjalan secara mandiri.
Pendampingan pertanian bawang merah ini dilaksanakan melalui Program CSR SOL dengan pendekatan terpadu, mencakup pemenuhan sarana produksi pertanian berupa bibit, mulsa, pupuk, dan pestisida, serta peningkatan keterampilan petani melalui pelatihan. Pendampingan dilakukan secara intensif mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen.
Pelaksanaan program merupakan kerja sama dan koordinasi yang erat antara SOL dan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya melalui pendampingan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di desa.
Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa diversifikasi komoditas melalui pendampingan CSR yang terencana dan berkelanjutan mampu menjadi salah satu alternatif dan solusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat. SOL berharap program pertanian bawang merah ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan di wilayah operasional perusahaan.