Sesuai pernyataan yang dilontarkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Padang Lawas (Palas), drg. Ahmad Zarnawi Padaribu, pada saat kegiatan Safari Ramadhan di satu Masjid, di Pasar Ujung Batu Kecamatan Sosa, pada sebulan yang lalu. Wabup berjanji akan memediasi persoalan konflik tanah antara masyarakat 6 desa dengan PT. Victorindo Alam Lestari (PT. VAL)."Persoalan antara masyarakat enam desa dengan PT. VAL, akan dimediasi oleh Pemkab Palas, setelah lebaran," ujar Wabup Palas saat itu. Pernyataan Wabup Palas ini, juga didengar Kapolres Tapsel, Kepala Kejari Padang Sidempuan, Dandim 0212/TS, sejumlah pejabat Pemkab Palas, beberapa kepala desa dan perwakilan masyarakat enam desa, serta ratusan jemaah masjid, yang hadir di pertemuan pada sekitar bulan Juli lalu itu.
Menindak lanjuti hal itu, Wabup Palas drg. Ahmad Zarnawi, saat ditanya Media menyatakan, pihaknya akan segera menjadwalkan pertemuan mediasi soal penyelesaian konflik masyarakat dengan PT. VAL, bila surat masyarakat sudah disampaikan kepada Pemkab Palas.
"Kita tunggu surat dari masyarakat. Bila suratnya sudah masuk dan kami terima, maka akan dimediasi oleh Pemkab Palas. Kita tunggu surat dari masyarakat, baru kita mediasi," katanya.
Sementara itu, Kabag Tapem Pemkab Palas Harjusli Fahri, saat ditanya mengatakan, "Saya tidak memahami persoalan ini, karena ini sudah ditangani di tingkat Polda (Sumut) dan sudah dimediasi Polres. Terakhir yang saya ketahui adalah RDP di DPRD Provinsi Sumut beberapa bulan lalu," katanya.
Sedangkan seorang wakil masyarakat 6 desa, Drs. H. Muhammad Rum Siregar, ketika dihubungi Media, Senin (24/8) menyatakan, beberapa hari setelah pertemuan di masjid raya Pasar Ujung Batu itu, beberapa orang masyarakat langsung mengantarkan surat ke Pemkab Palas.
"Suratnya sudah kami antarkan ke Kantor bupati, pada bulan ramadhan menjelang lebaran, tidak lama setelah pertemuan di masjid. Kami yang langsung mengantarkan suratnya," ujar H. Rum.
"Sampai hari ini, belum ada perkembangannya. Kesal, belum ada tanggapanya. Sudahnya mereka (Wabup-red) yang berjanji kepada masyarakat", tambahnya.
Padahal, lanjutnya, masyarakat terus bertanya-tanya. Sudah bagaimana realisasi dengan PT. VAL? "Ya, kami berharap, supaya secepatnya dilaksanakan mediasinya, misalnya dalam minggu ini. Sudah banyak kerugian masyarakat, pohon Karet masyarakat sudah dibabat oleh perusahaan," keluhnya. (MS)