"Saat itu, quick count memenangkan pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno yang diusung Gerindra dan PKS. Prabowo pun langsung mendeklarasikan kemenangan berdasarkan data tersebut. Quick count itu akurat dan metodologi sangat bagus," kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).
Saat ini, kata Hasto, partai pendukung Prabowo- Sandi juga sudah menyatakan, menerima hasil quick count sejumlah lembaga. Terlebih hasil quick count juga memaparkan hasil pemilihan legislatif yang diterima oleh partai Koalisi Indonesia Adil Makmur. "Sehingga sangat ironi Pileg diterima, tetapi Pilpres tidak diterima," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini.
Hasto mengajak semua pihak untuk berpolitik secara konsisten. Menurut dia, hasil quick count juga banyak dijadikan patokan sejumlah lembaga oleh partai politik. "Kalau koalisi menerima quick count, harusnya Prabowo ikut," kata Hasto.