Dijelaskan Kornel, Jumat (25/11), sejak Plt Kadis PUPR Langkat diamanahkan kepada Khairul Azmi, beragam polemik terjadi pada pelaksanaan tender proyek. Salah satunya kericuhan rekanan dengan pihak Dinas PUPR pada lelang proyek beberapa waktu lalu.
Keributan itu menurut Kornel, sempat viral dan menghebohkan masyarakat Langkat. Menurutnya, hal itu tentunya memalukan dan berdampak buruk bagi kredibilitas Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin, di mata masyarakat negeri bertuah.
"Jelas konflik itu berdampak buruk pada penilaian warga terhadap Plt Bupati Langkat. Bahkan menjadi pertimbangan, apakah Syah Afandin mampu untuk terus memimpin dan membangun Langkat kedepannya," ujar Kornel.
Karena itu, Kornel menyarankan agar Plt Bupati Langkat, segera mengganti Plt Dinas PUPR dengan pejabat lainnya yang lebih berkompeten di jajaran Pemkab Langkat.
Dengan begitu, sebutnya, isu negatif yang selama ini berkembang di masyarakat tentang adanya dugaan proyek siluman, setoran fee proyek, dan tebang pilih rekanan bernuansa nepotisme di Dinas PUPR, dapat dihilangkan.
"Saya yakin masih banyak ASN lebih berkompeten, jadi saran saya agar mengganti Plt Kadis PUPR. Jika tidak, saya khawatir isu negatif semakin berkembang bisa membuat ketidakstabilan situasi birokrasi di Langkat," tegasnya.
Terpisah, Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin, ketika dikonfirmasi mengaku terus melakukan evaluasi terhadap semua instansi di jajarannya.
"Yang pasti tidak hanya PUPR, semua instansi tetap kita evaluasi. Ini dilakukan agar semua OPD bekerja sesuai yang diharapkan," kata Syah Afandin.