Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah M.AP, mengikuti rapat Koordinasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Provinsi Sumatera Utara secara virtual di Binjai Command Center, Rabu (23/2) siang.
Dalam rapat ini, Walikota Binjai didampingi Asisten I Pemko Binjai Ernawati SH, serta Sekretaris Inspektorat Kota Binjai.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dalam sambutannya menyampaikan, Sumatera Utara telah mencanangkan wilayah bebas korupsi untuk wilayah demokrasi bersih dan melayani.
Untuk itu, koordinasi pencegahan dan pemberantasan ini sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai korupsi ini.
"Saya yakin ini menjadi keinginan bersama kita semua untuk membantu berjalannya tugas pokok KPK, yaitu dengan memutus rantai korupsi yang ada di sekitar kita," jelas Edy.
Dirinya juga meminta seluruh pemimpin daerah yang hadir untuk bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi terkait hal ini.
Pada kesempatan itu, dirinya juga berharap tidak ada lagi pemimpin daerah yang terjerat kasus korupsi.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, pada kesempatan ini mengingatkan seluruh kepala daerah untuk bisa menghindari korupsi.
Sebab menurutnya, Indonesia masih tertinggal dari negara maju terkait penanganan masalah ini, dan menjadi tugas tersendiri bagi para penyelenggara negara untuk mengatasinya.
Alexander juga meminta kerjasama dari seluruh pejabat untuk dapat mendukung kerja KPK.
"KPK tidak bisa dan tidak mungkin bisa menjalankan pemberantasan korupsi jika tidak didukung bapak ibu sekalian," ucap Alexander Marwata.
Untuk itu, lanjut Alexander, tekankan komitmen yang tinggi untuk bisa mengontrol para staf dan transparansi anggaran untuk mencegah terjadinya praktik korupsi," tutupnya.