Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Deden Rahman menyampaikan setiap siswanya yang melaksanakan PTM diwajibkan melakukan swab antigen. Selain swab antigen, siswa Matauli juga harus divaksin.
Dikatakannya, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah instansi mulai Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat untuk pelaksanaan vaksinasi.
"Ada tiga syarat dalam program PTM kita ini, yaitu semua siswa dan guru harus sudah vaksin, melaksanakan budaya prokes, serta pengecekan rutin kesehatan siswa dan guru. Kalau itu sudah dilaksanakan, maka kita sudah tidak perlu kuatir, PTM kita akan nyaman, lancar dan selamat," sebutnya saat dijumpai dikantornya, Kamis (30/9/2021).
Dikatakannya, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, pihaknya telah mengatur jumlah kehadiran siswa setiap kelasnya. Ada yang hadir di kelas secara langsung (luring) dan juga daring melalui zoom. Termasuk memberikan pilihan bagi orangtua untuk mengizinkan anaknya sekolah tatap muka, atau belajar secara daring.
Dijelaskannya, jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka saat ini, hanya sepertiga dari total 1.253 jumlah siswa, yakni sekitar 500 orang. Sedangkan yang belajar secara daring sekitar lebih kurang 700-an siswa.
"Siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka wajib diswab antigen," katanya.
Dijelaskannya kembali, swab antigen yang dilakukan kepada setiap siswa sudah mendapatkan persetujuan dari orang tuanya, dengan biaya sebesar Rp100.000 sekali swab.
"Untuk menentukan siapa yang ikut belajar tatap muka, kita melibatkan orang tua siswa karena biaya swab antigen ditanggung masing-masing orang tua. Meski belum semua orang tua siswa yang bisa terima anaknya diswab antigen secara periodik," ungkapnya.