Mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertema “Desa Cerdas” di Desa Patumbak II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang pada 7 Juli hingga 17 Agustus 2025. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan dipusatkan pada upaya menciptakan desa yang edukatif, sehat, dan kreatif melalui beragam program.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Patumbak II berjalan melalui serangkaian proses terstruktur yang diawali dengan analisis situasi dan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa melakukan observasi dan koordinasi langsung dengan perangkat desa serta warga untuk merancang kegiatan yang relevan dan berdampak nyata. Setelah mendapatkan gambaran yang jelas, mahasiswa berdiskusi bersama dosen pembimbing lapangan, yaitu Prof. Dr. Farihah, M.Pd., menyusun program kerja yang komprehensif dan disesuaikan dengan potensi serta kondisi desa.
Setibanya di Desa Patumbak II, para mahasiswa KKN Universitas Negeri Medan disambut dengan hangat oleh masyarakat dan perangkat desa. Kehadiran mahasiswa diterima dengan penuh antusiasme, seolah menjadi angin segar bagi warga yang mendambakan kolaborasi dalam membangun desa. Suasana kekeluargaan terasa sejak awal, ketika perangkat desa dengan ramah menyambut dan memperkenalkan lingkungan sekitar, sementara masyarakat turut memberikan senyuman serta keramahan yang tulus. Dukungan ini membuat mahasiswa merasa diterima sebagai bagian dari desa, sekaligus menumbuhkan semangat untuk menjalankan berbagai program pengabdian. Sambutan baik yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk penerimaan, tetapi juga mencerminkan keterbukaan masyarakat terhadap perubahan dan keinginan untuk bersama-sama mewujudkan Desa Patumbak II yang lebih edukatif, sehat, dan kreatif.
Kegiatan KKN bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang menciptakan kontribusi nyata yang berkesinambungan di masyarakat. Di Desa Patumbak II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, mahasiswa KKN Universitas Negeri Medan memilih seni mural pada gapura di Dusun VI sebagai program unggulan. Pemilihan program mural didasari kondisi gapura utama di Dusun VI yang dipandang sebagai lokasi paling tepat untuk dijadikan media mural. Letaknya yang strategis menjadikan gapura ini simbol wajah desa yang akan disaksikan oleh setiap pendatang maupun tamu. Selain memperindah estetika desa, mural juga dipandang sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga. Seni menjadi media pemersatu, karena dalam prosesnya melibatkan pemuda, perangkat desa, dan mahasiswa yang bekerja bersama.
Selama pelaksanaan KKN di Desa Patumbak II, sebanyak 21 program berhasil kami laksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif. Seluruh program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, seni, dan sosial kemasyarakatan. Namun demikian, dari sekian banyak kegiatan yang terlaksana, program Gate Mural Art menjadi fokus utama kami. Program ini tidak hanya memperindah wajah desa melalui sentuhan seni, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan identitas baru bagi Desa Patumbak II.
Berbagai kegiatan pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif, di mana warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktif dalam proses kegiatan. Program-program yang dijalankan meliputi:
- Cireng Ayam Suwir: Inovasi Camilan Desa Kreatif Menuju Kemandirian Ekonomi
- Pembelajaran 3C (Cerdas, Cermat, Ceria)
- Kreasi Edukasi: Media Pembelajaran Interaktif
- Les Tambahan di Posko: Penguatan Literasi dan Numerasi Anak Desa Patumbak II
- SENYUM (Senam Yuk Untuk Umum dan Masyarakat)
- GEBRAK (Gerakan Bareng Rekreasi & Kreatif)
- LAPANG – Langkah Aktif Pemanfaatan Lapangan
- Sosialisasi Pemanfaatan dan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aroma
- Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
- Pembuatan Denah: Wujud Nyata Informasi Visual Desa Patumbak II
- Kelas Tambahan Seni Rupa
- Gate Mural Art
- GEN–Q (Generation Qur’an)
- Piket Desa
- Semangat Bergotong Royong
- Patroli Desa
- Memeriahkan Kegiatan HUT RI ke-80
- Kenali dan Kelola Emosimu: Bekal Cerdas Untuk Menjadi Remaja Hebat
- Waktuku Berharga, Gadgetku Terkendali
- Menanam Harapan, Menuai Masa Depan
- Tari Kreasi Tradisional Etnis Sumatera Utara
Kepala Desa Patumbak II, yaitu Bapak Edi Sucipto, menyambut dengan hangat seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Medan. Sejak awal kedatangan, beliau menunjukkan dukungan penuh terhadap program-program yang telah dirancang, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga seni dan lingkungan. Dalam berbagai kesempatan, Kepala Desa menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi energi baru bagi masyarakat, karena selain membawa ide-ide kreatif, juga mampu menggerakkan partisipasi warga dalam setiap kegiatan. Sambutan baik dan apresiasi yang diberikan Kepala Desa tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras mahasiswa, tetapi juga mencerminkan keterbukaan desa terhadap inovasi dan kolaborasi. Dengan adanya dukungan tersebut, seluruh program KKN dapat berjalan lancar, mendapat tempat di hati masyarakat, serta meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi Desa Patumbak II.
Pada acara penutupan program KKN, mahasiswa Universitas Negeri Medan secara resmi berpamitan dan meminta izin untuk kembali pulang dari Desa Patumbak II. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti momen tersebut, di mana mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan, dukungan, serta kebersamaan yang telah terjalin selama lebih dari satu bulan.
Dengan penuh hormat, mahasiswa memohon izin kepada Kepala Desa, perangkat desa, dan seluruh masyarakat untuk meninggalkan desa, seraya berharap hubungan baik yang telah terbangun dapat terus terjaga. Pamitnya mahasiswa bukanlah akhir, melainkan tanda dari ikatan emosional dan pengalaman berharga yang akan selalu dikenang, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat Desa Patumbak II.
Meski program KKN di Desa Patumbak II telah resmi berakhir, semangat pengabdian tidak serta-merta usai. Seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan bersama masyarakat meninggalkan jejak nyata berupa karya, kebersamaan, dan pengalaman berharga yang akan terus hidup di tengah warga. Bagi mahasiswa, KKN bukan sekadar tugas akademik, melainkan kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat tentang arti gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Sementara itu, bagi masyarakat Desa Patumbak II, kehadiran mahasiswa telah memberi warna baru yang memperkuat semangat pembangunan desa. Walaupun mahasiswa kini kembali ke bangku perkuliahan, ikatan emosional dan kenangan indah yang terjalin akan tetap terpatri, menjadi bukti bahwa pengabdian sejati tidak berhenti ketika program berakhir, melainkan terus tumbuh dalam bentuk semangat untuk membangun dan memberdayakan desa.