Bila pada minggu lalu, sebagian besar warga masyarakat di daerah Kabupaten Palas disibukkan secara fisik dan ekonomi untuk persiapan diri menyambut perayaan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah. Masih di bulan Juli juga, pada minggu ini, usai perayaan lebaran berlalu, warga kembali menyibukkan diri dan ekonominya untuk menghadapi tahun ajaran baru yang sudah menunggu.
Menghadapi tahun ajaran baru yang tinggal menunggu waktu itu, terlihat jelas kesibukan warga masyarakat di daerah ini melakukan transaksi di sejumlah pasar tradisional yang ada, untuk membeli keperluan sekolah anaknya, mulai dari seragam sekolah, alat tulis, tas, sepatu hingga kaos kaki pelajar.
Pantauan Media di Pasar Sibuhuan Kecamatan Barumun dan Pasar Ujung Batu Kecamatan Sosa, Rabu (13/7) terlihat jelas perubahan aneka jualan para pedagang. Minggu lalu para pedagang dominan menjual aneka makanan dan pakaian untuk lebaran, minggu ini menjual aneka keperluan sekolah. Menurut para pedagang omzet penjualan mereka cenderung masih stabil.
Kholilah Nasution, satu penjual alat sekolah seperti sepatu dan tas sekolah di Pasar Sibuhuan menyebutkan, minggu ini omzet penjualan tas sekolah dan sepatu sekolah di tokonya masih stabil dan omzet pendapatannya masih seperti tahun ajaran baru tahun lalu.
"Omzet penjualan tas dan sepatu sekolah di sini cenderung normal dan masih stabil seperti tahun ajaran yang lalu. Untuk penjualan tas sekolah dan sepatu srkolah mulai anak SD sampai anak SMA, harganya mulai Rp. 70.000 sampai Rp. 160-an ribu. Lihat-lihat merek dan kualitasnya," ujarnya sambil melayani pembeli.
Senada itu, Heru, satu penjual musiman di Pasar Sibuhuan, katanya, "Untuk kebutuhan sekolah anaknya, biasanya masyarakat di daerah sini tetap memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. Berbeda dengan kebutuhan lebaran, yang pemenuhannya dipengaruhi oleh kemampuan ekonominya," sebutnya.
"Saya penjual musiman, bang. Kemarin, menjelang puasa saya jual pakaian, menghadapi lebaran saya jual kembang api dan petasan. Minggu ini, hadapi musim sekolah, saya khusus menjual kaos kaki. Barang dagangan ini saya datangkan dari Kota Medan dan dari Kota Bukit Tinggi, Sumbar," ungkapnya.
Dikatakannya, untuk harga kaos kaki pelajar serendahnya sebesar Rp. 5.000 per potong dan kaos kaki yang bagus sebesarnya Rp. 8.000 per potong. "Kalau beli 2 potong kaos kaki yang bagus harganya Rp. 15.000, bang. Soal keuntungan dari usaha berdagang ini sekitar 30%-35%. Maksimalnya," jelasnya.
Sedangkan Intan, warga Desa Ujung Batu Kecamatan Sosa menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan seragam sekolah kedua orang anaknya, ia membeli pakaian seragam sekolah dari satu pedagang di Pasar Ujung Batu.
"Untuk seragam sekolah tingkat SMP, untuk anakku yang akan masuk sekolah tingkat SMP, dibeli sebesar Rp. 160.000 satu stelnya, baju, rok dan jilbabnya. Untuk seragam sekolah anakku yang tingkat SD, dibeli Rp. 150.000 perstel, baju dan celana sekolahnya. Kalau sepatunya, dibeli seharga Rp. 120.000 sepasang," terangnya. (MS)