Jumat, 22 Mei 2026
Tolak Paslon Tunggal, Kader PDIP Tapteng Minta Megawati Cabut Surat Rekomendasi
Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Kamis, 29 Agu 2024 04:49
PDI Perjuangan
Istimewa

PDI Perjuangan

Sebanyak tujuh belas dari dua puluh Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI-Perjuangan Kabupaten Tapanuli Tengah menyatakan penolakan terhadap rekomendasi yang diberikan oleh DPP PDI-Perjuangan kepada salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tapteng pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Pernyataan penolakan ini disampaikan di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kabupaten Tapanuli Tengah, di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, pada Rabu malam, 28 Agustus 2024.

"Kami terkejut dengan keputusan ini. Biasanya PDI-P selalu mengedepankan kader, tetapi kali ini tidak dilakukan. Padahal, berdasarkan putusan MK terbaru, DPC PDI-P Tapteng berhak mengusung calonnya sendiri. Ini adalah bentuk protes kami," ujar Timbul Panggabean, mewakili kader lainnya.

Menurut Timbul, keputusan DPP PDI-Perjuangan masih menyisakan banyak pertanyaan di kalangan kader, terutama karena hingga saat ini tidak ada penjelasan yang jelas mengenai alasan di balik rekomendasi tersebut. 

"Sampai hari ini, belum ada penjelasan mengenai kajian ideologi atau alasan lain yang mendasari keputusan ini," kata Timbul.
Ketua PAC PDI-Perjuangan Kecamatan Kolang, Humatis Siregar, menambahkan bahwa keputusan DPP tidak disertai pemberitahuan atau musyawarah dengan pengurus PAC. "Biasanya kami, ketua PAC, dipanggil untuk merundingkan calon, namun kali ini tidak ada komunikasi sama sekali hingga pendaftaran calon berakhir," ujarnya.

Tahmar Hutabarat, Ketua PAC Barus, membacakan sikap protes yang mencakup beberapa poin penting:

  1. Kami mengapresiasi kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri yang konsisten dalam mengawal konstitusi dan demokrasi, termasuk menolak calon tunggal sesuai dengan Keputusan MK Nomor 60 Tahun 2024.
  2. Kami merasa gembira dengan putusan MK yang memberikan kesempatan kepada PDI-P untuk mengajukan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng tanpa koalisi. Sebagai partai kader, PDI-P seharusnya mengutamakan kader dalam setiap kontestasi.
  3. Kami sangat kecewa karena pasangan calon yang diusung adalah bukan kader PDI-P dan memiliki riwayat yang merugikan partai serta terlibat dalam berbagai permasalahan hukum di Tapteng. PDI-P Tapteng telah berjuang melawan kedzaliman rejim sebelumnya.
  4. Di Tapteng saat ini hanya ada calon tunggal yang didukung oleh sembilan partai politik, padahal PDI-P bisa mengajukan calon sendiri tanpa berkoalisi.
  5. Kami meminta Ibu Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan untuk konsisten menolak calon tunggal, karena hal ini mencederai demokrasi dan hati nurani rakyat.
  6. Kami, kader, anggota, dan simpatisan PDI-P se-Kabupaten Tapteng, memohon kepada Ketua Umum DPP PDI-P untuk meninjau kembali dan membatalkan surat dukungan yang telah diterbitkan untuk Kabupaten Tapteng serta menerbitkan dukungan baru untuk kader PDI-P.

Sebagai bentuk kekecewaan atas rekomendasi yang diberikan kepada calon yang bukan dari kader internal, sejumlah kader kemudian melakukan penyegelan kantor DPC PDI-P Tapteng.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later