Selasa, 19 Jan 2021 22:51
  • Home
  • Opini
  • Tuduhan Pemimpin Bercanda Dalam Menangani Virus Corona Tidak Benar

Tuduhan Pemimpin Bercanda Dalam Menangani Virus Corona Tidak Benar

Oleh: Tiara Milleniova (Warganet Tinggal di Karawang)
Sabtu, 04 Apr 2020 03:04
Kompas.com
Tuduhan sejumlah pihak bahwa Pemerintah Pusat bercanda atau main-main dalam merespon Virus Corona tidak benar. Pasalnya, berbagai upaya telah dilaksanakan guna membendung laju Virus Corona yang menjadi pemicu krisis kesehatan global saat ini.

Keramaian netizen di dunia maya sempat terbaca beberapa waktu lalu. Komentar-komentar atau tuduhan miring mereka yang terkesan menyudutkan pemerintah ini masuk dalam kategori bullying. Padahal, biasanya bullying banyak ditemukan pada orang-orang yang tak mampu membela diri, merasa berbeda dari orang lain hingga minder. Namun, faktanya bullying bisa mengenai siapapun, tak terkecuali aparatur pemerintahan.
 
Yang unik, ketika mereka mengomentari pemerintahan pasti dikasih embel-embel "rakyat". Padahal, kalau dilihat sih, kayak "dendam" pribadi. Ya, mereka ngoceh seolah mereka itu pahlawan rakyat. Seenaknya melayangakan aneka tuduhan yang belum tentu benar adanya. Termasuk, mencari dukungan di dunia maya, untuk menggeruduk pemerintahan. 

Sebagai manusia hal ihwal memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada baiknya pula mengecek secara lebih detail atas apa yang akan diomongkan dimuka publik. Jangan sampai hal-hal semacam ini malah justru menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Sebelumnya, banyak sekali tuduhan yang ditujukan oleh masyarakat terkait kelakar yang aparatur negara hadirkan kala Corona tengah melanda. Ada beberapa tudingan seperti Menkes yang bercanda ketika berkomentar terkait virus Corona, Ada pula Menteri koordinator bidang kemaritiman yang seolah menyepelekan berkenaan dengan virus yang mematikan ribuan orang tersebut.

Jika ditilik dari sisi psikologis, coba bicara dari hati ke hati. Tanyakan saja, gimana perasaan mereka (pejabat negara) yang kudu ngurusin orang se-Indonesia Raya? Panik ga? Atau tanyakan sama Pak Jokowi yang akhir-akhir ini terus dipojokin, dituding ini-itu, ga becus, ga tanggap dan sederet tuduhan lain. Memang mudah, mengurus orang berjuta-juta yang tentunya memiliki pemikiran berbeda-beda? 

Kemungkinan candaan ini hanyalah luapan ekspresi agar tak membuat publik merasa panik. Jika mereka melakukan hal tersebut jangan lantas dikaitkan ga peduli dan abai sama antisispasi Corona, dong! Mari berpikir secara logis dan rasional.

Upaya-upaya mereka yang sudah segunung, apakah mendapat apresiasi? Jarang lho! Mereka-mereka ini dipuji karena kinerjanya. Kebanyakan masyarakat akan bilang "itu kan kewajiban mereka". Namun, berbeda jika mereka melakukan sedikit kesalahan kecil, kemudian rakyat se-Indonesia menghujat. Aduh.. jangan lebay! Lha kecuali kelakar mereka ini diikuti oleh sikap tak peduli, dan mengabaikan masyarakat, Silakan berkomentar.
 
Pemerintah yang hingga kini masih terus berkutat pada satu masalah yang memporak-porandakan keadaan negara, bernama Corona masih harus dibikin pusing dengan aneka hujatan yang melayang pada mereka. Bukan membela, hanya sewajarnya saja. Kebanyakan orang bakalan men-judge orang lain kayak yang dia pikir. Padahal tak semua hal selalu terlihat diawalnya. 

Banyak kan, orang-orang yang terkesan guyon ternyata berkontribusi besar pada pembangunan. Banyak prestasi, hingga membuat bangga. Intinya selalu ambil sisi positif.

Jika tuduhan bahwa pemerintah hanya bercanda menghadapi COVID-19 karena sempat berkelakar terkait virus tersebut tentunya tidaklah benar. Kita bisa lihat,  sinergitas pemimpin antar wilayah yang meliputi gubernur, bupati, hingga RT dan RW bekerja sama menanggulangi Virus Corona yang tengah mewabah dengan mensosialisasikan arahan presiden juga aparatur negara. 

Untuk langkah awal sebut saja, pembatasan pintu masuk melalui sejumlah transportasi telah diperketat. Pemberhentian sementara ekspor-impor, pembagian masker, hingga pengoptimalan Faskes guna menangani kemungkinan virus Corona yang telah masuk. 

Cek beberapa kebijakan pemerintah yang optimal dalam menangani kasus pandemi global ini. Agar tahu bagaimana perkembangan terkini negeri. Bahkan, pihak WHO sendiri ikut memuji kesiapan pemerintah RI dalam melawan pandemi tersebut.
 
Sebetulnya wabah ini dapat dicegah jika ada kontribusi dari publik. Yang wajib mentaati anjuran dan peraturan pemerintah. Tapi, yang namanya orang banyak, tahu kan? Ada yang nurut, ada yang ngeyel. Bayangin aja, memerintah jutaan orang dengan model aneka rupa. 

Pantas bikin pemerintah "mumet" juga. Nah, Yang model ngeyel-ngeyel gini, ketika kena barulah dia koar-koar kalau pemerintah ga becus menangani Corona. Anda waras?

Marilah berkomentar secara sehat dan ga berlebihan. Kini, Indonesia tengah darurat Corona. Tak usahlah menyebarkan berita-berita yang menyesatkan, fokus saja dukung pemerintah untuk melawan wabah yang sudah mencapai 600-an kasus ini. 

Capek-lah, setiap hari mencaci dan menghujat. Stop! Ayo, mulai dari sekarang sebar konten-konten berperikemanusiaan, yang baik juga bermanfaat. Saatnya bersatu padu menghadapi pandemi global ini. Agar Indonesia mampu survive dan kembali seperti dulu lagi.
Editor: Yaya

T#g:CoronaPemerintah
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Jan 2021 18:15

    Pangdam XVII/Cenderawasih Terima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama di Provinsi Papua

    Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. bersama sejumlah pejabat Forkopimda Povinsi Papua dan relawan menjalani vaksinasi Covid-19 tingkat Provinsi Papua yang digelar di RSUD

  • Jumat, 08 Jan 2021 21:08

    Edy Rahmayadi Minta Semua Pihak Tidak Bosan dan Tetap Disiplin Lawan Covid-19

    Kurang lebih satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19, namun belum menunjukkan akan berakhir. Bahkan, di akhir tahun 2020 hingga awal 2021 kasus Covid-19 di Indonesia cenderung meningkat, sala

  • Jumat, 08 Jan 2021 12:18

    Dukung Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Polri Terbitkan Surat Telegram

    Kapolri melalui Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/13/I/OPS.2./2021 tertanggal 7 Januari 2021 terkait Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang diberl

  • Senin, 04 Jan 2021 02:04

    Mewaspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Akhir Tahun

    Liburan akhir tahun seharusnya menjadi momen yang menyenangkan, andai tidak ada pandemi di Indonesia. Walau sudah ada imbauan untuk di rumah saja, namun ada kalangan masyarakat yang masih bandel dan t

  • Selasa, 29 Des 2020 18:29

    Terjadi Lonjakan Kasus, Satgas COVID Tebing Tinggi Tingkatkan Pengawasan

    Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Pemko Tebingtinggi kembali meningkatkan pengawasan dan himbauan terkait terjadinya lonjakan kasus beberapa hari ini. Pemantauan terhadap warga pela

  • Kamis, 24 Des 2020 08:54

    Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, Bupati Paluta: Belajar Tatap Muka 2021 Sudah Bisa Diterapkan

    Bupati Padang Lawas Utara Andar Amin Harahap selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Paluta menggelar rapat evaluasi pelaksanaan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19

  • Kamis, 17 Des 2020 05:17

    Kasdim 0824/Jember Berharap Tahun Baru tidak ada warga yang eforia

    Hadapi masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Jember yang cenderung terus meningkat, sejumlah pembatasan sosial terus dilakukan oleh Forkopimda Jember.hal ini disepakati bersama saat dilaksanakannya Rapat

  • Sabtu, 12 Des 2020 15:12

    Kabupaten Jember Masih Di Zona Merah Covid-19

    Kondisi Kabupaten Jember yang hingga saat ini masih berada di zona merah, menjadi satu-satunya Kabupaten di Jawa Timur yang masuk zona merah. Kondisi ini menjadikan Dandim 0824/Jember terus memerintah

  • Minggu, 06 Des 2020 23:06

    Dandim 0824/Jember Hadiri Rakor Forkopimda, Terkait Percepatan Penanganan Covid 19 Di Kabupaten Jember

    Pada hari pertama pasca melaksanakan cuti kampanye, Bupati Jember Hj Faida, pada Minggu (06/12/2020) langsung memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Kabupaten Jember, terkait percepatan penangan

  • Selasa, 01 Des 2020 07:51

    Pertama di Provinsi Sumsel, Musi Banyuasin Tetapkan Perda Soal Covid-19

    Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin menjadi yang pertama di Provinsi Sumatera Selatan memiliki Peraturan Daerah tentang Pelaksanaan Pola Hidup Masyarakat yang Sehat, Disiplin dan Produktif di E

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak