Kamis, 04 Jun 2020 05:57
  • Home
  • Opini
  • Tuduhan Pemimpin Bercanda Dalam Menangani Virus Corona Tidak Benar

Tuduhan Pemimpin Bercanda Dalam Menangani Virus Corona Tidak Benar

Oleh: Tiara Milleniova (Warganet Tinggal di Karawang)
Sabtu, 04 Apr 2020 03:04
Kompas.com
Tuduhan sejumlah pihak bahwa Pemerintah Pusat bercanda atau main-main dalam merespon Virus Corona tidak benar. Pasalnya, berbagai upaya telah dilaksanakan guna membendung laju Virus Corona yang menjadi pemicu krisis kesehatan global saat ini.

Keramaian netizen di dunia maya sempat terbaca beberapa waktu lalu. Komentar-komentar atau tuduhan miring mereka yang terkesan menyudutkan pemerintah ini masuk dalam kategori bullying. Padahal, biasanya bullying banyak ditemukan pada orang-orang yang tak mampu membela diri, merasa berbeda dari orang lain hingga minder. Namun, faktanya bullying bisa mengenai siapapun, tak terkecuali aparatur pemerintahan.
 
Yang unik, ketika mereka mengomentari pemerintahan pasti dikasih embel-embel "rakyat". Padahal, kalau dilihat sih, kayak "dendam" pribadi. Ya, mereka ngoceh seolah mereka itu pahlawan rakyat. Seenaknya melayangakan aneka tuduhan yang belum tentu benar adanya. Termasuk, mencari dukungan di dunia maya, untuk menggeruduk pemerintahan. 

Sebagai manusia hal ihwal memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada baiknya pula mengecek secara lebih detail atas apa yang akan diomongkan dimuka publik. Jangan sampai hal-hal semacam ini malah justru menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Sebelumnya, banyak sekali tuduhan yang ditujukan oleh masyarakat terkait kelakar yang aparatur negara hadirkan kala Corona tengah melanda. Ada beberapa tudingan seperti Menkes yang bercanda ketika berkomentar terkait virus Corona, Ada pula Menteri koordinator bidang kemaritiman yang seolah menyepelekan berkenaan dengan virus yang mematikan ribuan orang tersebut.

Jika ditilik dari sisi psikologis, coba bicara dari hati ke hati. Tanyakan saja, gimana perasaan mereka (pejabat negara) yang kudu ngurusin orang se-Indonesia Raya? Panik ga? Atau tanyakan sama Pak Jokowi yang akhir-akhir ini terus dipojokin, dituding ini-itu, ga becus, ga tanggap dan sederet tuduhan lain. Memang mudah, mengurus orang berjuta-juta yang tentunya memiliki pemikiran berbeda-beda? 

Kemungkinan candaan ini hanyalah luapan ekspresi agar tak membuat publik merasa panik. Jika mereka melakukan hal tersebut jangan lantas dikaitkan ga peduli dan abai sama antisispasi Corona, dong! Mari berpikir secara logis dan rasional.

Upaya-upaya mereka yang sudah segunung, apakah mendapat apresiasi? Jarang lho! Mereka-mereka ini dipuji karena kinerjanya. Kebanyakan masyarakat akan bilang "itu kan kewajiban mereka". Namun, berbeda jika mereka melakukan sedikit kesalahan kecil, kemudian rakyat se-Indonesia menghujat. Aduh.. jangan lebay! Lha kecuali kelakar mereka ini diikuti oleh sikap tak peduli, dan mengabaikan masyarakat, Silakan berkomentar.
 
Pemerintah yang hingga kini masih terus berkutat pada satu masalah yang memporak-porandakan keadaan negara, bernama Corona masih harus dibikin pusing dengan aneka hujatan yang melayang pada mereka. Bukan membela, hanya sewajarnya saja. Kebanyakan orang bakalan men-judge orang lain kayak yang dia pikir. Padahal tak semua hal selalu terlihat diawalnya. 

Banyak kan, orang-orang yang terkesan guyon ternyata berkontribusi besar pada pembangunan. Banyak prestasi, hingga membuat bangga. Intinya selalu ambil sisi positif.

Jika tuduhan bahwa pemerintah hanya bercanda menghadapi COVID-19 karena sempat berkelakar terkait virus tersebut tentunya tidaklah benar. Kita bisa lihat,  sinergitas pemimpin antar wilayah yang meliputi gubernur, bupati, hingga RT dan RW bekerja sama menanggulangi Virus Corona yang tengah mewabah dengan mensosialisasikan arahan presiden juga aparatur negara. 

Untuk langkah awal sebut saja, pembatasan pintu masuk melalui sejumlah transportasi telah diperketat. Pemberhentian sementara ekspor-impor, pembagian masker, hingga pengoptimalan Faskes guna menangani kemungkinan virus Corona yang telah masuk. 

Cek beberapa kebijakan pemerintah yang optimal dalam menangani kasus pandemi global ini. Agar tahu bagaimana perkembangan terkini negeri. Bahkan, pihak WHO sendiri ikut memuji kesiapan pemerintah RI dalam melawan pandemi tersebut.
 
Sebetulnya wabah ini dapat dicegah jika ada kontribusi dari publik. Yang wajib mentaati anjuran dan peraturan pemerintah. Tapi, yang namanya orang banyak, tahu kan? Ada yang nurut, ada yang ngeyel. Bayangin aja, memerintah jutaan orang dengan model aneka rupa. 

Pantas bikin pemerintah "mumet" juga. Nah, Yang model ngeyel-ngeyel gini, ketika kena barulah dia koar-koar kalau pemerintah ga becus menangani Corona. Anda waras?

Marilah berkomentar secara sehat dan ga berlebihan. Kini, Indonesia tengah darurat Corona. Tak usahlah menyebarkan berita-berita yang menyesatkan, fokus saja dukung pemerintah untuk melawan wabah yang sudah mencapai 600-an kasus ini. 

Capek-lah, setiap hari mencaci dan menghujat. Stop! Ayo, mulai dari sekarang sebar konten-konten berperikemanusiaan, yang baik juga bermanfaat. Saatnya bersatu padu menghadapi pandemi global ini. Agar Indonesia mampu survive dan kembali seperti dulu lagi.
Editor: Yaya

T#g:CoronaPemerintah
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2020 18:01

    102 Wilayah Zona Hijau Diizinkan Laksanakan Kegiatan Produktif

    Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau, untuk mel

  • Minggu, 17 Mei 2020 19:27

    Pembawa virus Corona masih di tengah kita

    Pembawa virus corona tipe baru masih berada di tengah-tengah masyarakat tanpa diketahui gejalanya, dan berpotensi menular saat seseorang memilih mudik.Demikian disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk

  • Minggu, 10 Mei 2020 19:50

    Penanganan Covid-19 Berbasis Komunitas Efektif Bendung Paparan Virus

    Data pasien terpapar Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) selama beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan yang tajam. Sebarannya pun semakin banyak ke sejumlah kabupaten/kota di Sumut. Menyikapi f

  • Jumat, 15 Mei 2020 03:15

    Posting Konten Positif dan Pola Hidup Sehat Cara Ampuh Melawan Virus Hoax dan Covid-19

    Ketergantungan pada sosial media (sosmed) kini tengah menjangkiti banyak orang. Ketergantungan ini terjadi karena beragam kemudahan dan kesenangan yang diberikan oleh sosmed, sehingga seseorang cender

  • Kamis, 14 Mei 2020 03:14

    Pola Hidup Bersih Cegah Penularan Covid-19

    Sejak dahulu kala, pola hidup bersih terbukti dapat mencegah penularan penyakit. Pemerintah pun terus mengimbau warga untuk selalu menerapkan pola hidup bersih guna menekan laju penularan Covid-19.Men

  • Rabu, 13 Mei 2020 03:13

    Mendukung Perppu Corona Disahkan Menjadi Undang-Undang

    Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-1

  • Selasa, 12 Mei 2020 03:12

    Kesadaran Masyarakat dan Warganet Percepat Musnahnya Hoax Covid-19

    Masyarakat dunia tengah digemparkan dengan kemunculan Covid-19, semua negara seakan dibuat kocar-kacir oleh mahluk yang tak kasat mata namun membahyakan ini.Para pemimpin beradu akal harus apa dan bag

  • Minggu, 10 Mei 2020 03:10

    Tetap Waspada dan Siaga Akan Bahaya Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

    Pemerintah Indonesia telah menetapkan pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional sehingga membutuhkan Gugus Tugas untuk Percepatan Penanganan. Namun kebijakan komprehensif pemerintah tampaknya masih me

  • Sabtu, 09 Mei 2020 03:09

    Dampak Corona Pemerintah Bebaskan Pajak UMKM

    Adanya pandemi Covid-19 memang berimbas pada perekonomian tidak hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia terkena dampaknya. Mengingat hal ini beberapa kebijakan mulai dibuat untuk menangani beberapa masa

  • Selasa, 28 Apr 2020 03:28

    Pemuka Agama Serukan Ibadah di Rumah Saat Pandemi Covid-19

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa untuk beribadah di rumah seiring adanya Pandemi Virus Corona baru atau Covid-19 menjelang bulan suci Ramadhan. Beribadah di rumah dianggap tidak mengur

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak