Rabu, 03 Jun 2020 22:34
  • Home
  • Opini
  • Pentingnya Kampanye Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019 Oleh Generasi Muda dan Media

Pentingnya Kampanye Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019 Oleh Generasi Muda dan Media

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: S. Zaliha, pegiat Pustaka Institute
Selasa, 16 Jul 2019 11:16
@KamalTifatul
Ilustrasi
Pada tanggal 17 April 2019 yang lalu, bangsa ini menggelar suatu agenda besar dalam penyelenggaraan demokrasi. Pada hari tersebut lebih dari 187 juta pemilih baik di dalam negeri atau luar negeri untuk pertama kalinya akan memilih secara serentak calon anggota legislatif (Pileg) dan Capres-Cawapres (Pilpres). Dengan adanya keserentakan, Pemilu tahun 2019 memiliki beberapa perbedaan dengan Pemilu tahun 2014. Mulai dari penyelenggaraan, jumlah parpol peserta pemilu, hingga metode penghitungan suara parpol. Perbedaan mendasar dari penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 yakni keserentakan. Pada tahun 2014, Pileg dan Pilpres diselenggarakan secara terpisah.

Perbedaan itu ditandakan dengan digabungkannya UU Pileg, UU Pilpres, dan UU Penyelenggaraan Pemilu menjadi hanya UU Pemilu. Selain itu, jumlah partai politik (parpol) yang berlaga di Pemilu 2019 dibandingkan Pemilu 2014 juga berbeda. Pada Pemilu 2014 lalu, pemilu diikuti oleh 12 parpol nasional dan 3 parpol lokal Aceh. Sedangkan pada Pemilu 2019 diikuti oleh 16 partai politik nasional ditambah 4 partai politik lokal di Aceh.

Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya pada Minggu (30/6/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar rapat pleno terbuka dan menetapkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo- Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pilpres 2019. Pasangan nomor urut 01 tersebut terpilih sebagai presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024 dengan perolehan suara sebanyak 85.607.367 suara atau 55,50% dari total suara sah nasional. Rapat pleno tersebut digelar KPU menyusul putusan Mahkamah Konstitusi mengenai sengketa hasil pilpres 2019. Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh gugatan sengketa Pilpres 2019 yang sebelumnya diajukan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


Dengan demikian, usai sudah rangkaian kontestasi politik dalam pemilu 2019 ini. Setelah rangkaian perdebatan, juga gugatan yang menyertai, baik di masa kampanye hingga masa-masa pengumuman hasil, kini pasangan presiden dan wakil presiden terpilih sudah ditetapkan secara sah. Setelah penetapan presiden dan wakil presiden terpilih dari KPU tersebut, semua pihak kembali mempererat tali persaudaraan dan persatuan.

Kita berharap, semua pihak bisa menerima hasil dari seluruh rangkaian mekanisme pemilu tersebut dengan jiwa besar. Kita juga berharap, segala macam perdebatan yang marak selama masa-masa kampanye hingga beberapa bulan belakangan, bisa mereda dan kita semua bisa kembali bergandengan tangan mengukuhkan persaudaraan sebagai sebuah bangsa.

Penetapan pasangan presiden dan wakil presiden RI terpilih oleh KPU beberapa hari yang lalu mesti bisa mengakhir segala perselisihan dan perdebatan tersebut. Kendati demikian, persoalan tersebut menyisakan pertanyaan penting diantaranya soal rekonsiliasi. KBBI mengartikan "Rekonsiliasi" sebagai tindakan menyembuhkan hubungan persahabatan untuk kembali ke keadaan semula. Rekonsiliasi kebangsaan, dengan demikian bisa diartikan sebagai upaya menyembuhkan kembali hubungan persaudaraan dan persatuan bangsa, setelah sebelumnya retak atau koyak oleh menguatnya perdebatan, caci maki, dan kebencian.


Kemudian, kita sebagai masyarakat khususnya generasi muda juga memiliki tugas dan andil yang sama besarnya untuk mengkampanyekan rekonsiliasi kebangsaan. Di sini, dunia maya atau terutama media sosial bisa menjadi alat yang sangat ampuh untuk menggelorakan rekonsiliasi kebangsaan. Dengan gawai di tangan, setiap individu mesti aktif menyuarakan pesan-pesan perdamaian. Di media sosial, ekspresi-ekpresi permusuhan dan kebencian sudah saatnya dilenyapkan, diganti ekspresi-ekpresi yang mengedepankan persaudaraan, kasih sayang, dan kepedulian dengan sesama. Kita bisa kembali menyapa, berkomentar secara ramah dan damai, dengan orang-orang yang kemarin mungkin berbeda pandangan politik dengan kita. Di sini, kata-kata atau bahasa penuh etika, adab, dan sopan santun menjadi hal yang sangat penting dikedepankan dalam mengupayakan rekonsiliasi di media sosial. Jangan ada lagi kata-kata penuh kebencian, permusuhan, dan caci maki di kolom komentar. Tak boleh ada lagi unggahan-unggahan provokatif dan membagikan konten-konten yang memancing keributan, begitu pula media-media arus utama.

Semua mesti merenung, melakukan refleksi, dan melihat secara jernih apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bangsa ini. Kini, sudah tak ada relevansinya lagi untuk terus melakukan perdebatan, apalagi mengumbar permusuhan dan kebencian. Pilpres telah usai dan pemimpin terpilih sudah ditetapkan. Tak ada guna terus memelihara kebencian dan permusuhan. Yang lebih penting dan yang kita butuhkan sekarang adalah suara-suara ramah dan damai yang mengajak untuk kembali bergandengan tangan, menguatkan kerja sama dan gotong royong untuk menciptakan keharmonisan demi kehidupan bangsa yang lebih baik ke depan.

Dalam konteks ini, peran generasi muda menjadi signifikan. Dengan penguasaan teknologi informasi yang dimiliki generasi muda dapat berpartisipasi dalam meredam konflik komunikasi di media, mereduksi pembuatan dan penyebaran berita hoax, meluruskan informasi yang keliru. Generasi muda juga bisa berpartisipasi dengan mengendalikan diri untuk tidak terjebak menggunakan teknologi untuk perilaku negatif. Seperti membuat dan menyebar hoax dan perilaku lain yang melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pemilu dan seluruh rangkaian prosesnya yang aman, damai, sukses dan berintegritas adalah dambaan bersama. Namun itu tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh elemen bangsa. Termasuk generasi muda dan para stakeholders pemilu untuk mewujudkannya. Komitmen itu hanya dapat terbangun ketika semua pihak mau memaknai pilpres secara komprehensif, bukan mengejar hasil semata, tetapi mematuhi peraturan tertulis maupun tidak tertulis dalam proses pemilu serta menghormati norma, etika, dan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan komitmen itu maka kondisi politik di tanah air pasca Pemilu 2019 akan tetap kondusif.

Editor: Iman

T#g:PersRekonsiliasi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2020 22:58

    Danyonif 126 Melalui Danki 126/KC Mengajak Prajurit dan Persit Untuk Bijak Gunakan Medsos

    Menyampaikan pesan instruksi dari Danyonif 126/KC, Komandan kompi (Danki) senapan C Yonif 126/KC Labuhanbatu gelar pertemuan bersama para personil dan Persit KCK cabang XXXIX Yonif 126 Korcab Rem 022

  • Minggu, 17 Mei 2020 03:17

    Persit KCK Ranting 12 Koramil 0824/11 Sumbersari Bagikan Sembako

    Pembatasan sosial dalam penanganan Covid 19 memang memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat luas, sehingga perlu adanya kepedulian masyarakat mampu untuk.membantu masyarakat yang kurang mampu

  • Sabtu, 16 Mei 2020 10:16

    Warakawuri Rambipuji Terima Bingkisan Lebaran Dari Ketua Persit KCK PD V/Brw

    Suasana menjelang lebaran di masa pandemi covid 19 seperti sekarang ini menjadi perhatian semua pihak terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah, termasuk oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (

  • Senin, 27 Apr 2020 13:17

    Di Tengah Wabah Corona, Personel Yonif 411 Kostrad Bantu Persalinan Warga Papua di Bivak

    Di tengah meluasnya penyebaran Virus Corona atau Covid-19 termasuk di wilayah Papua, personel kesehatan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad membantu persalinan Ibu Apolina Maywa (24 th) warga RT 03 Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota.

  • Kamis, 23 Apr 2020 22:23

    Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator 38 Kodim 0824, Santuni Pengajar TK

    Sebagai pembina Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Kartika Jember, Ny Rari La Ode Muhammad Nurdin, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) Cabang 38 sekaligus sebagai Ketua Yayasan Kartika Jaya K

  • Rabu, 22 Apr 2020 20:12

    Gandeng Apersi Korwil IV Jember, Kodim 0824/Jember Bagikan Sembako Ke Pengemudi Angkot

    Arus lalulintas di Jalan raya PB Sudirman Jember pagi ini, Rabu (22/4), sedikit berbeda, karena ada penghadangan oleh Provost Kodim 0824 terhadap angkutan kota, dan dialihkan jalur lalulintasnya  untuk memasuki halaman Kodim 0824/Jember.

  • Jumat, 17 Apr 2020 20:57

    Pengurus Persit KCK Cabang 38 Kodim 0824/Jember, Bagikan Sembako Kepada Abang Becak

    Keberadaan Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) Cabang 38 Kodim 0824/Jember, sebagai salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang mewadahi istri prajurit TNI AD Kodim 0824/Jember, di tengah

  • Rabu, 15 Apr 2020 20:55

    Ketua Persit KCK Cabang 38 Kodim 0824 Dorong Keterampilan Anggota Produksi Masker

    Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) sebagai wadah organisasi istri prajurit TNI AD, memiliki visi dan misi mendukung tugas pokok suami dalam melaksanakan tugas, demikian halnya istri prajurit k

  • Rabu, 01 Apr 2020 23:11

    Dandim 0824/Jember Dampingi Bupati Minta Pers Beritakan Optimisme Terkait Covid-19

    Corona virus disease 2019 atau lebih dikenal dengan Covid-19 merupakan jenis virus yang sangat mudah menular, untuk itu apabila ada daerah yang memiliki salah satu warganya saja positif terpapar covid

  • Rabu, 11 Mar 2020 07:21

    Bawaslu Nias Tolak Gugatan Paslon Fajar Waruwu- Peringatan Zebua

    Bawaslu Kabupaten Nias menetapkan putusan Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias Tahun 2020, terkait dengan gugatan pemohon an. Fajar Waruwu, SH dengan Peringatan Zebu

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak