Jumat, 03 Jul 2020 05:13
  • Home
  • Opini
  • Mewaspadai Kelas Online Disusupi Paham Radikal

Mewaspadai Kelas Online Disusupi Paham Radikal

Medan (utamanews.com)
Oleh: Dodik Prasetyo *)
Selasa, 30 Jun 2020 03:20
Pikiran Rakyat
Ilustrasi
Pandemi Covid-19 telah membuat acara seminar ataupun workshop berubah menjadi pertemuan secara virtual. Acara ini kerap disebut webinar atau kelas online. Hal tersebut rupanya dimanfaatkan pula oleh kelompok radikal untuk menyebarkan pemahamannya.

Propaganda kelompok radikal saat ini menyebar dan membawa kesejukan bagi kelompok masyarakat tertentu, terutama kelompok anak muda dan mahasiswa yang masih mengalami kegalauan dan kerisauan tentang jati diri mereka. Apalagi kelompok ini kebanyakan masih lemah secara ekonomi, yuridis dan politis (kekecewaan dengan sistem demokrasi).

Kekecewaan masyarakat ini diakibatkan oleh adanya politisi yang hanya mengumbar janji-janji palsu, sehingga masyarakat korban politik ini menjadi sasaran kelompok radikal untuk membangun imagined community yang menampung kekecewaan masyarakat yang kecewa dengan demokrasi untuk melawan pemerintahan resmi.

Penampungan kekecewaan ini tentu saja dipermudah dengan adanya internet dan media sosial. Sikap kekecewaan kepada pemerintah rupanya berdampak pula pada tumbuhnya sikap skeptis kepada identitas negara.


KH Khariri Makmun Lc, MA selaku Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) mengatakan, agar masyarakat tetap mewaspadai adanya kelas-kelas online radikalisme yang tumbuh pada masa kini.

Dirinya menilai agar BNPT perlu mengawasi pergerakan kelompok radikal terutama di media online. Karena saat ini dengan adanya aplikasi zoom, mereka bisa saja membuat kelas-kelas online untuk menyebarkan pemahaman mereka.

Hal tersebut mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang semakin memudahkan dalam melakukan komunikasi dan penyebaran informasi.

Alumni Universitas Al-Azhar Kairo tersebut mengatakan, dulu kelompok-kelompok radikal tersebut belajar lewat internet secara mandiri melalui google, maka kini sudah dapat menggunakan guru melalui kelas online.

Peraih gelar Master dari Universitas Ulum Islamiyah Wal Arabiyah Damaskus, Syria ini pun menyampaikan pentingnya moderasi beragama untuk memberi ruang kepada orang lain yang berbeda pemahaman atau berbeda agama.

Ia juga mendorong pemerintah untuk terus mengerahkan upaya dalam mencegah persebaran paham radikal di tengah kemajuan teknologi.

Mantan Rais Syuriah di Jepang periode 2004-2006 ini menilai, ketika seseorang bisa memahami agamanya dengan baik, maka secara otomatis orang tersebut akan bisa menerima Pancasila itu dengan benar. Hal ini mengigat bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila selaras dengan ajaran Islam.

Masalahnya kelompok radikal tersebut mengalami permasalahan dalam hal pemahaman ajaran agama, sehingga ketika agama disandingkan dalam konteks politik dan bernegara, ada sesuatu yang miss dari pemahaman mereka. Inilah yang kemudian memunculkan bibit intoleransi, radikalisme bahkan terorisme.


Selain itu, paham radikal merupakan suatu ajaran pemikiran yang tidak sesuai dengan ajaran Agama Islam. Adanya pemikiran yang menyimpang tersebut disebabkan karena adanya pemahaman yang tidak sempurna dan tidak mendalam.

Pemahaman akan Pancasila haruslah digaungkan secara luas, bahwa Pancasila adalah ideologi negara yang sudah final dan selaras dengan apa yang diajarkan oleh Islam.

Dalam sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa, sila ini merupakan cermin dari tauhid. Kemudian sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab dimana dalam Islam berarti al-insaniyah.

Kemudian sila persatuan Indonesia yang di dalam Al-Qur'an disebut wa'tasimu bihabillahi jami'an wala tafarraqu yang artinya kita bersatu janganlah tercerai-berai.

Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dalam Al-Qur'an disebut asy-syura yang artinya musyawarah. Dan kelima sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dimana Al-Qur'an menyebutkan al-adalah yang artinya keadilan.

Pemahaman tersebut tentu saja menunjukkan bahwa rumusan-rumusan Pancasila sudah selaras dengan tujuan-tujuan agama. Sehingga nilai-nilai Pancasila haruslah dipertahankan sebagai ideologi negara yang tidak perlu dibenturkan dengan nilai agama, karena sejak awal pancasila dirumuskan, founding father Indonesia telah mendapatkan kesepakatan dari para ulama.

Pada kesempatan berbeda, Wakil Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Yusnar mengatakan, agar umat muslim di Indonesia dapat kembali memunculkan keramahtamahan yang dimiliki masyarakat Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama warga bangsa ini terhadap bangsa lain.

Kekecewaan terhadap pemimpin negara, bukan berarti kita membenci pada ideologi dan dasar negara, karena NKRI dan Pancasila sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. 

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Editor: Iman

T#g:Radikal
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 03 Jun 2020 08:03

    Dandim 0824/Jember: Waspadai Paham Radikal dan Separatisme

    Kodim 0824/Jember dalam Program Kerja Pembinaan Teritorial, pada Selasa (02/06/2020), melaksanakan Pembinaan Komunikasi Sosial bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat, dalam rangka Cegah Tang

  • Minggu, 10 Mei 2020 03:10

    Tetap Waspada dan Siaga Akan Bahaya Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

    Pemerintah Indonesia telah menetapkan pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional sehingga membutuhkan Gugus Tugas untuk Percepatan Penanganan. Namun kebijakan komprehensif pemerintah tampaknya masih me

  • Jumat, 08 Mei 2020 03:08

    Memutus Nalar Jahat Radikalisme

    Nalar radikalisme yang ingin mendirikan khilafah masih hidup di benak para anggotanya. Nalar sangat sulit dideteksi dan dibasmi kalau tidak dengan secara serius dan terus menerus. Kita boleh bergembir

  • Kamis, 07 Mei 2020 03:07

    Mewaspadai Radikalisme di Sekolah dan Kampus

    Radikalisme adalah paham berbahaya karena dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyebarannya pun semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menyasar kalangan terdidik

  • Sabtu, 02 Mei 2020 03:02

    Teroris Poso Kelompok Radikal Musuh Negara

    Pemakaman teroris Poso pada Jumat (17/4) kemarin ternyata banyak disambut masyarakat. Segelintir oknum masyarakat pun salah kaprah dengan menyebut teroris Poso yang menembak Polisi tersebut sebagai Pa

  • Jumat, 17 Apr 2020 03:17

    Virus Radikalisme Mengancam Ideologi Bangsa

    Covid-19 memang menjadi sesuatu yang membahayakan dan mematikan. Kendati demikian, ada virus yang lebih berbahaya dari Covid-19 yakni virus radikalisme kerena dapat membahayakan ideologi bangsa, memec

  • Sabtu, 11 Apr 2020 03:11

    Mewaspadai Penyebaran Radikalisme Melalui Dunia Maya

    Penyebaran radikalisme melalui dunia maya menjadi fenomena global yang harus dihadapi bersama. Semua pihak diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan mengingat radikalisme mengancam ideologi negara dan

  • Sabtu, 28 Mar 2020 03:28

    Radikalisme Virus Demokrasi dan HAM

    Paham radikal masih menjadi momok yang patut untuk diwaspadai karena bergerak secara senyap dalam rangka menggerogoti keutuhan bangsa.Radikalisme juga menjadi virus bagi demokrasi dan Hak Asasi Manusi

  • Senin, 23 Mar 2020 03:23

    Mewaspadai Konten Radikalisme Ancaman Keutuhan NKRI

    Radikalisme masih menjadi ancaman NKRI selama bertahun-tahun. Penyebarannya pun semakin dinamis dengan tidak hanya mengandalkan tatap muka, namun juga melalui internet. Masyarakat dan Pemerintah jug

  • Sabtu, 21 Mar 2020 19:21

    Young Milenial Gelar Diskusi Publik 'Ancaman Penyebaran Faham Radikal Bagi Pelajar Dan Mahasiswa Di Sumatera Utara'

    Menyikapi ancaman penyebaran faham radikal di dunia pendidikan terutama bagi pelajar dan mahasiswa, Young Milenial mengadakan forum diskusi mengangkat tema "Ancaman Penyebaran Faham Radikal Bagi Pelaj

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak