Sabtu, 24 Agu 2019 14:57
  • Home
  • Opini
  • Merajut Persatuan Kembali Pasca Pemilu dan Menolak Provokasi yang Memecah Belah Bangsa

Merajut Persatuan Kembali Pasca Pemilu dan Menolak Provokasi yang Memecah Belah Bangsa

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Gofur Rajib (Blogger, Wirausaha Online Shop di Semarang)
Rabu, 08 Mei 2019 12:18
Sam
Aksi demonstrasi dari masyarakat cinta Indonesia mengecam wacana "people power" yang digulirkan kelompok Capres 02. Aksi dilaksanakan di JW Marriott Hotel Medan, tempat berlangsungnya Pleno Terbuka KPU Sumut, Rabu (8/5/2019).
Sang proklamator Bung Karno sekaligus juga adalah Presiden Republik Indonesia yang pertama telah melahirkan dua ungkapan yang melegenda "Jas Merah" (Jangan sekali kali melupakan sejarah) dan juga ungkapan "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa- jasa para pahlawannya".

Sejarah apa yang tidak harus kita lupakan sebagai generasi sekarang? Dan jasa- jasa para pahlawan yang mana yang harus dihargai oleh generasi saat ini?
Kita baru saja menyelenggarakan perhelatan pesta demokrasi yang besar baik Pilpres maupun Pileg dan pesta itu kini telah usai, dan secara umum perhelatan itu berlangsung dengan aman lancar serta kondusif dan semoga demikian sampai pada saat pengumuman resmi dari KPU nanti. Namun setelah pesta demokrasi itu ada beberapa pandangan di tengah- tengah masyarakat yang mengisyaratkan seolah- olah terjadi perpecahan di antara sesama anak bangsa karena berbeda pilihan dan dukungan, saling ejek, saling caci dan saling maki dan menjadikan nilai pesta demokrasi itu jauh dari kata mempererat persatuan Indonesia.


Pesta demokrasi sejatinya hanyalah sebuah alat atau mekanisme untuk menentukan siapa yang terbaik dari antara putra- putri terbaik ibu pertiwi untuk memimpin dan menahkodai perjalanan bangsa Indonesia kedepan dan siapapun yang terpilih dialah yang memang dikehendaki oleh rakyat dan semua seharusnya wajib saling mendukung demi kemajuan dan persatuan Indonesia

Kenapa kita tetap harus bersatu? Marilah kita ingat kembali sejarah kita darimana kita berasal. Kita ingat berdirinya Budi Utomo yang menjadi salah satu faktor penting bangsa kita bangsa Indonesia bisa merdeka karena Budi Utomo yang berdiri 20 Mei 1908 itu adalah organisasi yang bersifat persatuan nasional (kebangsaaan) pertama yang berdiri di tanah air Indonesia dan menjadi cikal bakal berdirinya organisasi-organisasi persatuan nasional lain yang memperjuangkan kemerdekaan.

Selanjutnya kita harus mengingat kembali Kongres Sumpah Pemuda yang membakar semangat para Pemuda Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan yang pada akhirnya para pemuda indonesia bisa tergabung dalam Jong Java, Jong Sumatra Bond, Jong Celebes, dll.

Dua kongres Sumpah Pemuda dimana yang pertama adalah di Batavia tahun 1926 menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya. Beberapa tahun kemudian mereka pun membuat Kongres Sumpah Pemuda kedua yang diadakan di Batavia tgl 28 Oktober 1928 yang menghasilkan "Sumpah Pemuda".


Sejarah yang paling penting juga yang harus kita ingat adalah Proklamasi 17 Agustus 1945 yang menjadi tonggak awal berdirinya sebuah negara berdaulat yaitu "Republik Indonesia".

Semua mata dunia tertuju pada kita pada hari itu dan menyaksikan serta melihat hasil akhir perjuangan sebuah bangsa selama lebih dari 350 tahun terjajah akhirnya mendapatkan hasil yaitu "Kemerdekaan" dan diraih atas perjuangan sendiri dengan bermodalkan persatuan.

Kini dalam mengisi kemerdekaan, jangan hanya karena dalam pesta demokrasi kita berbeda pilihan dan dukungan akhirnya persatuan kita jadi terancam, kita tidak lagi terjajah tapi yang menjadi lawan kita adalah diri kita sendiri. Tanpa persatuan yang juga telah digagas dan diperjuangkan oleh para pendahulu kita ataupun para pahlawan kita mungkin kemerdekaan menjadi suatu ketidakmungkinan untuk bangsa kita, begitu juga saat ini Indonesia yang adil, makmur, maju dan sejahtera menjadi ketidakmungkinan jika kita terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi.

Untuk itu marilah kita dewasa menyikapi hasil Pemilu ini, jangan karena belum berkesempatan menang terus memprovokasi yang dapat menghancurkan dan memecah persatuan kita. Tokoh politik harus dapat memberikan contoh terbaik kepada masyarakat dengan kedewasaan berdemokrasi secara konstitusional.

Mari kita rajut persatuan kembali pasca Pemilu dan menolak provokasi yang memecah belah bangsa. Mari kita sukseskan pembangunan nasional untuk Indonesia yang semakin maju.
Editor: Iman

T#g:Rekonsiliasi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 07 Sep 2019 03:07

    Idealnya rekonsiliasi nasional itu tanpa syarat

    Angin segar menyelimuti pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus sejak Pilpres berakhir. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo adalah pertemuan seorang

  • Minggu, 11 Agu 2019 03:11

    Mengawal Pemerintahan Secara Proporsional

    Ketegangan politik yang diakibatkan oleh Pilpres telah berakhir dengan pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dan rivalnya Prabowo Subanto. Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung santai, a

  • Rabu, 31 Jul 2019 19:31

    Tokoh Pendukung 01 dan 02, Aktifis dan Mahasiswa Sumut Bicara "Rekonsiliasi"

    Menyikapi dinamika politik tanah air, Rumah Konstituen menggelar kegiatan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan tema: "Menatap Indonesia Pasca Pilpres 2019: Urgensi Rekonsiliasi bagi Keberlanjutan pem

  • Selasa, 16 Jul 2019 11:16

    Pentingnya Kampanye Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019 Oleh Generasi Muda dan Media

    Pada tanggal 17 April 2019 yang lalu, bangsa ini menggelar suatu agenda besar dalam penyelenggaraan demokrasi. Pada hari tersebut lebih dari 187 juta pemilih baik di dalam negeri atau luar negeri untu

  • Kamis, 11 Jul 2019 10:11

    Usai Pilpres, Masyarakat Minta Rekonsiliasi Sesuai Rambu-rambu Aturan

    Kurang dari sebulan pasca keputusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan pasangan presiden-wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, sikap politik di tataran masyarakat Sumatera Utara, khu

  • Senin, 10 Jun 2019 03:10

    Badai Pasti Berlalu

    Pemilu 2019 masih meninggalkan sisa yang belum tuntas. Kita berharap badai kegaduhan dan ketegangan terkait pemilu 17 April 2019 segera berlalu. Masalah republik ini bukan hanya Pemilu. Masih banyak p

  • Kamis, 16 Mei 2019 17:26

    Pemuda Muhammadiyah Sumut Imbau Semua Elemen Anak Bangsa Menahan Diri

    Basir Hasibuan M.Pd., Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, menghimbau semua elemen anak bangsa untuk menunggu keputusan KPU 22 Mei nanti."Bagaimana pun (KPU) itu lembaga yang sah secara hukum", t

  • Rabu, 15 Mei 2019 04:15

    HIMMAH Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Sebelum dan sesudah Penetapan Hasil Pemilu

    Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebing Tinggi mengajak segenap kader, simpatisan dan Masyarakat Kota Tebing Tinggi menjaga kondusifitas dan menciptakan suasana yang penuh kesejukan dalam

  • Senin, 13 Mei 2019 14:13

    Danramil Patrang himbau semua pihak jaga persatuan dan kesatuan

    Camat Patrang Rofiq Sugiharto, Komandan Koramil (Danramil) 0824/01 Patrang Kapten Inf Sumaryono, Kapolsek Patrang diwakili oleh Aiptu Elfianto, Lurah Bintoro dan para Ketua RW, Ketua RT se-kelurahan B

  • Rabu, 08 Mei 2019 20:08

    Generasi Muda Masjid Sumut (GMM) Tanggapi Sikap Curiga Pada Penyelenggara Pemilu

    Masyarakat harus memberi kepercayaan penuh kepada KPU seiring selesainya Pilpres dan Pileg 2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak