Minggu, 09 Agu 2020 09:51
  • Home
  • Opini
  • Masyarakat Jangan Euforia Meski Memasuki PSBB Transisi

Masyarakat Jangan Euforia Meski Memasuki PSBB Transisi

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Raavi Ramadhan )*
Jumat, 03 Jul 2020 03:03
freepik.com
Ilustrasi
Masa PSBB Transisi membuat banyak orang bergembira karena boleh beraktivitas kembali di luar rumah. Namun masih ada yang salah kaprah dan lalai, mengira semua kembali normal, padahal masih transisi. Semua orang masih wajib pakai masker saat keluar rumah, walau hanya pergi ke warung tetangga dan harus menjaga kebersihan  serta imunitas tubuh.

PSBB transisi yang dimulai sejak setelah lebaran membuat banyak orang merasa lega karena tidak harus berdiam diri di rumah. Beberapa tempat umum seperti Bank, pasar, dan pusat perbelanjaan juga kembali dibuka, agar roda ekonomi berjalan kembali. Masyarakat tentu merasa senang karena bisa belanja dan jalan-jalan lagi.

Namun kelonggaran di masa PSBB transisi malah membuat banyak korban bertumbangan. Tak kurang dari 1.000 orang terjangkit virus covid-19 setiap harinya. Ruang isolasi pasien corona di sebuah RS di Surabaya nyaris penuh. Ketika ada pasien yang sembuh, beberapa jam kemudian diisi lagi. 

Sementara di sebuah RS di Kalimantan, ruang perawatan pasien covid-19 juga penuh. Karena tidak ingin menolak pasien, maka OTG (orang tanpa gejala) yang masih menunggu hasil tes swab di Rumah Sakit, terpaksa dipulangkan. Mereka harus melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.


Apakah ini berarti PSBB transisi adalah sebuah kesalahan? Jangan salahkan PSBB transisinya, namun lihat dulu bagaimana perilaku masyarakat. Karena kenyataannya, masih banyak yang lalai dan tidak memakai masker atau faceshield ketika berada di luar rumah. Jika ada yang pakai masker, malah sering dilepas dengan alasan pengap, atau hanya dipakai ketika berkendara saja. Ketika sampai di kantor malah dilepas. Padahal masih harus dipakai karena bisa jadi di kantor ada yang membawa bibit virus covid-19.

Masyarakat yang salah kaprah ini menganggap masa transisi ini sudah aman, padahal kenyataannya penyakit corona belum pergi dari Indonesia. Vaksinnya juga belum ditemukan. Jadi seharusnya kita masih tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan atau membawa hand sanitizer ketika bepergian. Tetaplah memakai masker dan jaga jarak ketika berada di keramaian.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin juga menyayangkan euforia masyarakat ketika menghadapi PSBB transisi. Menurutnya, orang-orang seharusnya malah lebih ketat melaksanakan protokol kesehatan. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Bahkan ketika ada petugas yang datang untuk melakukan rapid test, malah diusir. Belum lagi ada kasus ketika jenazah orang yang kena penyakit corona malah diambil paksa oleh keluarganya dari Rumah Sakit. Mereka tidak percaya bahwa almarhum meninggal karena kena serangan virus covid-19.


Tingkah masyarakat yang seenaknya sendiri ini malah berbahaya karena dikhawatirkan akan ada serangan covid-19 gelombang kedua. Bahkan sekarang orang yang kena corona tidak menunjukkan gejala apa-apa seperti demam atau sesak napas, tapi ketika melakukan tes swab, hasilnya positif. Mereka disebut OTG alias orang tanpa gejala. Rupanya virus covid-19 sudah bervolusi jadi lebih ganas. Jangan sampai keadaan di Indonesia jadi seperti di Wuhan yang kena serangan corona gelombang kedua. Ketika jumlah pasien makin banyak dan masyarakat tidak bisa mematuhi protokol kesehatan, apa mau diwajibkan untuk stay at home lagi? Atau yang lebih parah, Indonesia malah bisa di-lockdown karena pasien corona membludak. Anda tentu menjawab tidak.

Masa PSBB transisi jangan dijadikan alasan untuk bergembira dan melepas masker begitu saja. Euforia masyarakat yang kebablasan malah memakan lebih banyak korban, karena jumlah pasien melonjak drastis akibat mereka kurang disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Tetaplah pakai masker dan mematuhi aturan seperti saat awal pandemi Covid-19.

)* Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini
Editor: Iman

T#g:PSBB
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 06 Agu 2020 09:06

    RSUD Sultan Sulaiman Sergai 'di-lockdown' selama 2 minggu sejak hari ini

    Terciptanya kluster baru di fasilitas kesehatan pemerintah menjadi perhatian khusus Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).Dalam

  • Senin, 03 Agu 2020 14:13

    PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang Hingga 16 Agustus 2020

    Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional di wilayah Bodebek (Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) diperpanjang sampai 16 Agustus 2020. PSBB secara pr

  • Minggu, 05 Jul 2020 02:05

    Tindak Tegas Pelanggar PSBB Transisi

    PSBB transisi membuat banyak orang bergembira karena boleh keluar rumah namun tentu dengan mematuhi protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah. Ketika ada yang melanggar aturan PSBB transisi seper

  • Selasa, 26 Mei 2020 23:26

    Soal perpanjangan PSBB Jakarta, Anies: Penentunya adalah perilaku seluruh masyarakat

    Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan bahwa khusus untuk wilayah Jakarta, 2 pekan ini adalah 2 pekan penentuan.

  • Jumat, 22 Mei 2020 19:32

    MUI: Jakarta belum aman untuk sholat idul fitri berjamaah

    Kawasan Jakarta masih belum aman untuk pelaksanaan ibadah shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid atau lapangan.

  • Jumat, 15 Mei 2020 06:15

    Perpanjangan Kedua PSBB Bodebek, Ridwan Kamil Keluarkan Aturan Baru

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengeluarkan keputusan dan peraturan tentang perpanjangan kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kawasan Bogor Depok Bekasi (Bodebek).

  • Selasa, 12 Mei 2020 20:32

    Satu Pekan PSBB, Jabar Berhasil Tekan Angka Penularan Kasus COVID-19

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melaporkan, hasil evaluasi satu pekan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Provinsi Jabar -selanjutnya ditulis PSBB Jabar- menunjukkan hasil yang positif.

  • Selasa, 05 Mei 2020 06:05

    Ridwan Kamil: PSBB Jabar Tekan Persebaran COVID-19

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, persiapan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi yang berlaku pada 6-19 Mei 2020 sudah 100 persen.

  • Senin, 04 Mei 2020 12:54

    Ini Arahan Presiden Jokowi Terkait Evaluasi PSBB di 4 Provinsi dan 22 Kabupaten/Kota

    Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (4/5), melalui Konferensi Video dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, menekankan beberapa hal, sebaga

  • Kamis, 30 Apr 2020 10:30

    Jabar Sepakat Ajukan PSBB Tingkat Provinsi

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memimpin rapat koordinasi (rakor) via videoconference bersama bupati/wali kota 17 daerah yang belum menggelar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabar,

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak