Rabu, 14 Nov 2018 04:16
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Opini
  • Dampak Negatif Pidato "Tampang Boyolali" Prabowo

Dampak Negatif Pidato "Tampang Boyolali" Prabowo

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tama Prasertya, mahasiswa asal Boyolali
Rabu, 07 Nov 2018 02:07
Tirto.id
Sejumlah tokoh nasional asal Boyolali
Pidato Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Boyolali pada 30 Oktober 2018 menuai reaksi keras dari masyarakat. Pidato yang disampaikan Prabowo saat meresmikan Posko pemenangan itu dengan menyinggung "tampang Boyolali", dianggap telah merendahkan martabat warga Boyolali.

Aksi protes warga Boyolali terhadap ucapan Prabowo digelar oleh ribuan warga pada 4 November 2018 yang dilangsungkan sejak pukul 08.00 pagi hingga 11.00 siang WIB. Demonstrasi tersebut berisi tuntutan masyarakat agar Prabowo minta maaf kepada masyarakat Boyolali atas ucapannya, terlepas apakah sekedar guyonan atau ada unsur ketidaksengajaan.

Terdapat dua lokasi konsentrasi massa, yaitu di gedung Mahesa dan di jalan Pandanaran, khususnya di simpang Siaga dan monumen Susu Segar. Dalam aksinya, warga menggunakan sepeda motor sembari membawa spanduk dengan tulisan #SaveTampangBoyolali, #2019TetapTampangBoyolali, dan Prabowo Harus Minta Maaf, dan masih banyak lagi.

Bahkan, warga juga mengarak sebuah bendera merah putih berukuran raksasa yaitu 50 x 10 meter. Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa warga Boyolali juga termasuk sebagai warga Indonesia. Aksi tersebut diikuti kurang lebih 15.000 warga Boyolali dengan koordinator Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto. Menurutnya, aksi tersebut dilakukan tanpa muatan politik dan spontan, sehingga diharapkan tidak ada yang salah persepsi terhadap aksi tersebut.

Sejauh ini prestasi Boyolali di Indonesia sangat luar biasa. Ada banyak pejabat penting di pemerintahan yang asalnya dari Boyolali. Seperti Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. Ada juga mantan Menteri PU pada era Susilo Bambang Yudhoyono yaitu Djoko Kirmanto. Maka dari itu, S Paryanto menambahkan, "Apa yang dikatakan oleh Prabowo pada pidatonya tentang "tampang Boyolali" kurang pas.


Tidak hanya menuai aksi protes, pidato Prabowo dengan unsur "tampang Boyolali" yang dinilai merendahkan martabat berlanjut ke kantor polisi. Prabowo pun dipolisikan oleh seorang warga bernama Dakun. Warga asal Boyolali itu, melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya.

Pada Jumat (2/11/2018), Pengacara Dakun, Muannas Al Aidid mengungkapkan bahwa alasan kliennya melaporkan Prabowo adalah terkait pidatonya saat safari politik beberapa waktu yang lalu.
Dalam video utuh yang beredar, awalnya Prabowo membicarakan terkait belum sejahteranya masyarakat saat ini. Kemudian dilanjutkan dengan perumpamaan wajah Boyolali yang belum pernah masuk ke hotel-hotel mahal.

"Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul?"ujar Pabowo di tengah-tengah pendukungnya.

Di era moderan saat ini, sudah seharusnya saat masa kampanye dilakukan dengan mengucapkan kata-kata yang mengajarkan kedamaian. Prabowo sebagai calon presiden seharusnya bisa menyejukkan. Apalagi saat ini tengah didengungkan terkait masalah kampanye damai. Oleh sebab itu, Prabowo diharapkan bisa lebih menjaga ucapan dan lidahnya.

Gerindra, sebagai partai yang diketuai oleh Prabowo menanggapi santai pelaporan tersebut. Dalam wawancara dengan detik.com, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, menuturkan, "Ya, silakan saja. tapi kan masyarakat bisa menilai laporan ini mencari-cari sensasi atau bagaimana, biar masyarakat yang menilai." (2/11/2018)

Meskipun begitu, Andre menegaskan pihaknya akan kooperatif dengan laporan tersebut. seluruh proses hukum akan dipatuhinya. Andre mengaitkan kejadian ini dengan kasus hoax Ratna Sarumpaet sebagai alat untuk menjatuhkan status capres dari Prabowo. Namun, upaya tersebut gagal, sehingga ada pihak-pihak yang mencari cara lain untuk menyudutkan sang ketua umum.

Insiden Boyolali jelas menimbulkan ketidakpercayaan publik yang semakin luas. Bahkan, bisa menjangkau seluruh Indonesia. Pasalnya, hal ini akan melahirkan solidaritas masyarakat desa di berbagai kabupaten seluruh Indonesia. Dampaknya bisa muncul sikap antipati yang semakin luas pada Capres Prabowo Subianto-Cawapres Sandiaga Uno karena masyarakat Boyolali terlanjur kecewa. 

Akumulasi kekecewaan juga semakin meningkat tatkala kubu Prabowo, menolak minta maaf kepada masyarakat Boyolali, seperti yang diutarakan Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Provinsi Jateng, Sriyanto Saputro.
Sikap resistensi publik Boyolali, kini, sudah terbukti. Bahkan, bisa berujung dengan sikap menarik dukungan dan tidak akan lagi memilih pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2.

Konteks pidato yang diucakan oleh Prabowo diduga kuat terkait dengan kondisi kemiskinan Indonesia. Namun, bagaimanakah gambaran sebenarnya perekonomian di daerah Boyolali?
Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), perekonomian di Boyolali didorong lima Kategori usaha, diantaranya industri pengolahan, kehutanan, pertanian, konstruksi dan jasa, serta perdaganagn besar dan eceran. Tahun lalu, PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto Boyolali mencapai Rp 20,17 triliun. Naik dari angka Rp 19,11 triliun.

Sementara PDRB per kapita mencapai Rp29,4 juta atau setara dengan Rp 2,5 juta per bulan di tahun 2017. Angka ini cenderung lebih rendah ketimbang rata-rata pendapatan penduduk per kapita mencapai Rp 51,89 juta atau Rp 4,32 juta per bulan.

Boyolali juga terkenal dengan daerah produsen susu terbesar di Indonesia. Menurut data dari pemerintah Kabupaten Boyolali, jumlah sapi perah di wilayahnya ada 88.430 ekor dengan produksi susu per tahun mencapai 46.96 juta liter.
Produksi susu di daerah ini juga diolah menjadi produk lain seperti keju, yogurt, dodol, susu, dan juga sabun.

Lalu, layakkah "tampang Boyolali" distigmatisasi?

Editor: Sam

T#g:BoyolaliJokowi
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Selasa, 13 Nov 2018 06:23

    Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    Presiden Joko Widodo kembali naik motor 'custom' miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kal

  • Sabtu, 10 Nov 2018 23:00

    Panglima TNI Dampingi Presiden RI Bersepeda Santai di Kota Bandung

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bersepeda santai bersama anggota TNI dan Polri serta masyarakat berkeliling Kota Bandung, Sabtu (10/11/2018)

  • Sabtu, 10 Nov 2018 14:10

    Gelar Gebyar Goyang Dayung Ala Jokowi, N4J: Jokowi-Ma'ruf Harus Menang

    Pelaksanaan 'Gebyar Goyang Dayung Ala Jokowi bersama Ibu-ibu Bangsa' yang digelar DPP Nusantara Untuk Jokowi (N4J) berlangsung sukses. Hingga saat ini, sebanyak 53 tim melakukan registr

  • Selasa, 06 Nov 2018 04:06

    Polemik Kampanye dan #SaveMukaBoyolali

    Respon dari masyarakat Boyolali atas pidato yang disampaikan oleh Capres Prabowo menimbulkan trending topik yang hangat diperbincangkan di masyarakat. Pasalnya pesan yang disampaikan oleh Prabowo berk

  • Minggu, 04 Nov 2018 20:24

    Seribuan Laskar Mazilah dan Warga Helvetia-Sumut Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

    Sekitar seribu lebih masyarakat desa Helvetia, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang bersama Laskar Mazilah (Majelis Zikir Ash-Sholah) dipimpin Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf mendeklarasikan dukungan

  • Jumat, 02 Nov 2018 21:22

    Presiden RI Beri Penghargaan Kepada Dua Prajurit TNI

    Dua prajurit TNI yang berhasil menemukan Black Box Pesawat Lion Air JT-610 mendapat penghargaan dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, saat meninjau Posko Evakuasi di Jakarta International Container Ter

  • Senin, 29 Okt 2018 21:39

    Dari Halim, Presiden Langsung Bertolak ke Pusat Penanganan Krisis Soekarno-Hatta

    Setibanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018, pukul 17.30 WIB, selepas kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Presiden Joko Widodo langsung menerima laporan dari Mente

  • Senin, 29 Okt 2018 08:29

    Indonesia Bertransformasi melalui Sosok Jokowi

    Saat saya melihat perawakan Jokowi yang disebut banyak orang "wong ndeso" atau "si kerempeng dari Solo", saya sempat pesimis melihat perawakannya untuk menjadi seorang Presiden.Akan tetapi, perlu dipa

  • Sabtu, 27 Okt 2018 18:27

    Joko Widodo, Memberi Pesawat Ketika Diminta Sepeda

    Dalam setiap tahun masa kepemimpinan seorang Presiden, masyarakat pasti menilai perkembangan kinerjanya. Semua orang pasti membandingkan realita yang diterima dengan janji-janji yang diberikan oleh pa

  • Kamis, 25 Okt 2018 14:55

    Gelar Lucky Draw, Pemkab Labura Peringati Hari Koperasi Ke-71 Tahun 2018

    Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pemkab Labura) melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM, memperingati hari Koperasi ke-71 tahun 2018, tingkat kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).Kegiatan in

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak