Selasa, 17 Mar 2026

Saksi Sumarti Bantah Isi BAP Penyidik Kepolisian di Kasus Pembunuhan Paino

Oleh: Ahmad Aqil Senin, 12 Jun 2023 20:12
Sumarti saat memberikan kesaksian di pengadilan
 Istimewa

Sumarti saat memberikan kesaksian di pengadilan

Salah seorang saksi dalam berkas perkara terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa Ginting, mengaku tidak ada menyerahkan senjata api jenis pistol kepada terdakwa lainnya bernama Persadanta Sembiring alias Sahdan dalam kasus pembunuhan eks anggota DPRD Langkat bernama Paino, yang ditemukan tewas ditembak.

Hal ini diungkapkan oleh saksi Sumarti, saat dimintai keterangannya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dihadapan Ketua Majelis Hakim, Ledis Meriana Bakara, di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Kabupaten Langkat, Senin (12/6). 


"Tapi saya hanya mengenal keduanya begitu saja," ungkap Sumarti. 
Pada saat JPU memulai membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) wanita paruh baya ini juga membantah sejumlah poin, seperti dirinya yang mengaku tidak ada menyerahkan pistol ke Sahdan.

Karena di BAP, pistol yang dimaksud diambil dari gubuk dan diserahkan ke Sahdan oleh Sumarti. Namun dari informasi yang diperoleh, pistol tersebut sebelumnya diserahkan Tosa Ginting kepada suami Sumarti untuk disimpan pasca kejadian tahun 2021 lalu di Dusun Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. 

"Saya di-BAP polisi cuma sekali. Memang saya tandatangani, cuma tidak saya baca. Kebetulan saya tidak bisa membaca, kalau baca biasa saya mengeja. Saya hanya bilang iya kalau penyidik bertanya. Memang ada ditanya penyidik soal pistol. Tapi saya tidak menyerahkan apapun kepada Sahdan," ujar Sumarti.
Tak sampai di situ, Sumarti juga menegaskan jika semua keterangannya di BAP bukanlah keterangan dirinya. Termasuk BAP yang berisikan jika pada tanggal 25 Januari 2023, Sumarti bertemu dengan Sahdan.  

produk kecantikan untuk pria wanita
Dirinya juga mengaku jika ia dijemput pihak kepolisian beserta keluarga untuk dimintai keterangan oleh penyidik Polres Langkat pada pukul 03.00 Wib, dinihari. 

"Saya di kantor polisi lebih dari sehari. Jadi polisi bilang ke saya, "kau ngasih tembak sama Sahdan, iya saya bilang". Bagaimana saya tidak iya-iya saja bu hakim, keluarga saya semua dibawa ke Polres Langkat," ujar Sumarti sembari menangis. 

Di hadapan majelis hakim sambil berurai air mata, Sumarti mengaku tidak tahu menahu tentang pembunuhan yang dialami Paino. 

Lebih parahnya lagi, ternyata selama diperiksa oleh penyidik Polres Langkat, Sumarti mendapat sejumlah ancaman atau intimidasi. Bahkan salahseorang yang diduga penyidik, sempat mengepalkan tangannya ke atas kepala Sumarti.
iklan peninggi badan

"Ngaku!! Ngaku!! ngomong koe!! Smbil ngangkat tangan gitu bu hakim. Jangan bela-bela Okor Ginting," ujar Sumarti memperagakan ucapan yang diduga penyidik Polres Langkat. 

Sumarti pun mengaku, dirinya baru bisa pulang dari Polres Langkat usai anaknya mencarikan seorang pengacara. 

"Anak saya mencari pengacara karena saya tidak pulang-pulang. Kata polisinya, saya di sini aja dilindungi, kalau pulang diganggu anggota Tosa," beber Sumarti dihadapan majelis hakim. 

Setelah pulang dari Polres Langkat, lanjut Sumarti, dirinya tidak ada lagi dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan.  

Karena merasa keterangan di BAP banyak yang tidak sesuai, Sumarti pun menganggap kalau dirinya telah difitnah. 

"Saya tidak ada bilang apa apa, ngeri kali ah fitnahnya," beber Sumarti. 

Pada saat dicecar pertanyaan oleh hakim anggota, Sumarti juga mengaku jika dirinya ada datang kembali ke Polres Langkat dan bertemu dengan Tosa Ginting.

"Saya dipertemukan dengan Tosa setelah pemeriksaan. Ditanya soal Menyerahkan senjata," tuturnya. 

Sontak apa yang diucapkan Sumarti ini membuat JPU berang. Karena pada awalnya wanita yang sehari hari berjualan di warung tersebut, mengatakan hanya sekali diperiksa pihak kepolisian. 

"Bagaimana saksi, saat ditanyai pak hakim kenapa bilangnya ada diperiksa lagi," ujar JPU.

"Yang kedua saya datang sudah dengan pengacara, Pak Edo," saut Sumarti. 

JPU pun menegaskan kembali apa hubungan Sumarti dengan ayah kandung Tosa Ginting, yaitu Okor Ginting.

"Saya tidak ada hubungan kerja dengan Okor. Suami saya yang mandornya Okor," ungkap Sumarti. 

Dalam sidang itu, majelis hakim juga menyinggung soal pertemuan Sumarti dengan Okor Ginting. Karena di BAP disebut sebut Sumarti ada bertemu dengan Okor melalui suaminya bernama Supianto. 

"Saya memang ada ketemu dengan Okor Ginting di hotel setelah pembunuhan. Lokasi hotelnya saya tidak tau, pastinya jauh. Saya pergi dengan anak karena disuruh suami. Saat itu saya melihat ada suami saya, Pak Okor, anak Pak Okor bernama May, Yuliz, dan Sakti. Tosa pun sempat datang kesitu. Tidak lama, polisi pun datang beramai ramai," sambungnya menjawab pertanyaan majelis hakim. 

Disoal isi BAP yang juga mengatakan jika Supianto sedang disembunyikan Okor Ginting terkait persoalan korupsi PSR, Sumarti pun membantahnya. 

"Tidak ada saya ngomong seperti itu. Suami saya mandor lapangan Pak Okor," tegas Sumarti. 

Akhirnya, Minola Sebayang selaku penasehat hukum terdakwa Tosa Ginting, menegaskan Sumarti soal BAP. 

"BAP dari mulut polisi, apa yang dibilang saya iyakan saja. Saya diminta tandatangan berulang kali sama penyidik. Saya tidak sekolah, SD pun tidak, baca cuma mengeja saja," beber wanita paruh baya ini.

Jelang berakhirnya persidangan, majelis hakim sempat menunjukan pistol yang disebut dari awal persidangan. Tapi Sumarti tidak mengetahui soal senjata api tersebut. 

Sementara itu, terdakwa Tosa Ginting membantah jika pernah menitipkan senjata jenis apapun kepada suami Sumarti. 

"Saya tidak pernah menitipkan senjata jenis apaun kepada suami saudara saksi yang mulia," ujar Tosa.

Usai mendengar keterangan dari salah seorang saksi bernama Sumarti, persidangan pun akhirnya kembali ditunda dan dilajutkan pada Kamis (15/6) dengan agenda mendengar keterangan saksi.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️