Bertempat di ruang kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebanyak 45 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kelas IIA Binjai, menjalani pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merupakan virus penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) Jumat (17/6).
Pengecekan dan Pemeriksaan ini bekerjasama dengan Tim Medis UPTD Puskesmas HAH Hasan Kota Binjai yang diawali dengan pengambilan sampel darah terhadap warga binaan secara satu persatu.
Hal tersebut dibenarkan oleh Plt. Kalapas Kelas ll A Binjai, Sahata Marlen Situngkir. Menurutnya, pengambilan sampel darah ini dilakukan kepada tahanan laki laki maupun perempuan.
"Setelah pengambilan sampel darah, selanjutnya dilakukan pengecekan menggunakan Strip Tes HIV/ Tes AIDS yang dibawa oleh tim medis," ungkap Sahata Marlen Situngkir, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (18/6).
Dalam pemeriksaan itu, lanjut Plt. Kalapas Binjai, Tim Medis UPTD Puskesmas HAH Hasan Kota Binjai juga didampingi oleh Tim Medis Lapas serta Kasubsi Bimkemaswat, Freddy R Siregar.
"Dari hasil pemeriksaan dan pengecekan sampel darah menggunakan alat Strip Tes HIV, tidak ditemukan satupun warga binaan yang terkena Hiv Aids," tegas Sahata Marlen Situngkir.
Dihari yang sama, petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai Kanwil Kemenkumham Sumut juga melaksanakan kontrol keliling sekitar area Lapas.
Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah guna deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.
"Kegiatan pengecekan dan pengawasan rutin ini meliputi kondisi fisik bangunan baik dinding Kamar, teralis besi, dan branggang setiap blok. Hal itu sebagai tindaklanjut percepatan Deteksi dini yang dilaksanakan oleh Wakarupam," ungkap Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Binjai, Rinaldo Tarigan.
Pria yang akrab dengan awak media ini juga menegaskan, dengan dilakukannya deteksi dini, diharapkan pengamanan dalam Lapas tetap terjaga.
"Hal itu guna mendukung pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan," demikian ungkap Rinaldo Tarigan diakhir ucapannya.