Diduga kuat, akibat curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), sejak dua pekan terakhir, jalan lintas provinsi Sumut menuju ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN4 Sosa, Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) berlumpur dan hancur lebur.
Pantauan wartawan, Senin (6/3), pada titik tanjakan jalan menuju ke PKS perusahaan BUMN tersebut, terlihat sejumlah kenderaan milik warga dan beberapa unit truck pengangkut tandan buah segar (TBS) sawit menuju ke PKS tersebut, terjebak dalam kubangan lumpur yang cukup dalam, hingga mencapai sekitar 50 sentimeter.
Bahkan, warga setempat, sempat menanam sebatang pohon pisang di tengah badan jalan yang hancur itu, sebagai bentuk protes warga, agar kerusakan badan jalan itu segera mendapat perhatian dari pihak yang berwenang.
"Beberapa sopir pengangkut buah sawit menuju ke PKS PTPN4 Sosa, sempat bermalam di rumah ataupun warung-warung kopi milik warga di sini, karena trucknya tidak bisa melewati jalan yang rusak itu," ujar Sail, satu warga setempat.
"Memang, ada upaya dari pihak PKS PTPN4 Sosa, dengan menggunakan alat berat Kobelco, untuk menarik truck yang terjebak di kubangan lumpur itu. Minggu lalu, pihak karyawan PTPN4 Sosa, juga sudah dikerahkan perusahaan untuk menimbun jalan rusak dengan batu. Tapi, karena hujannya setiap sore deras, jalan yang sudah ditimbun batu dan kerikil, berlumpur lagi," ucapnya.
Warga setempat sangat berharap, kiranya pemerintah dapat segera menangani kerusakan badan jalan tersebut. Mengingat jalan adalah urat nadi perekonomian warga. "Akibat kondisi jalannya rusak, angkutan truck TBS sawit ke PKS terganggu dan masyarakat umum pengguna jalan lainnya juga tidak nyaman melewati jalan yang rusak ini," tegasnya.
Sebelumnya, Asisten SDM dan Umum PTPN4 Sosa, Suhendro Gunawan, saat dihubungi wartawan membenarkan, perihal kerusakan jalan Provsu menuju ke PKS PTPN4 tersebut. "Minggu yang lalu, pihak perusahaan sudah mengerahkan karyawan, untuk membongkar pondasi bekas gedung madrasah milik PTPN4. Materialnya, diserakkan di badan jalan yang rusak itu," ungkapnya.
"Memang, pada saat dikerjakan dan hujan belum turun, setelah ditimbun material pondasi madrasah, badan jalan sudah padat dan kering, sehingga lancar dilalui kenderaan. Tapi, cuaca sekarang memang cukup ekstrim, begitu diguyur hujan, jalan yang sudah ditimbun batu kembali rusak," sebutnya.
Dikatakannya, status jalan tersebut merupakan jalan provinsi. Pihaknya hanya mampu melakukan perbaikan jalan yang sifatnya sementara, karena pihaknya tidak berwenang untuk melakukan peningkatan ataupun pengaspalan badan jalan.
"Kita berharap peran pemerintah untuk bisa memperbaiki jalan tersebut, apalagi jalan tersebut statusnya adalah jalan provinsi. Kami dari perusahaan, hanya mampu melakukan perbaikan jalan dengan cara menimbun jalan yang rusak dengan material batu kerikil, maupun batu bekas pondasi madrasah saja," pungkasnya. (MS)