Wakil Bupati Batubara Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sumut Dari Kualatanjung
Batubara (utamanews.com)
Oleh: Wan
Selasa, 26 Mar 2019 13:16
Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima, SE bersama Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani (Kapus KH) Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Agus Sunanto, kembali melepas ekspor komoditas pertanian Sumatera Utara bertempat di Pelabuhan Multipurpose Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Selasa (26/3).
Pada kesempatan ini, Wakil Bupati juga mengajak semua unsur di Sumut untuk terlibat dalam menggairahkan kembali ekspor produk pertanian di Sumut, mengingat daerah ini memiliki komoditas yang berpotensi tembus pasar ekspor. "Mari kita ajak petani Sumut untuk garap potensi ekspor komoditas pertanian kita dengan serius," ujarnya.
Senada dengan Wakil Bupati, Kapus KH Barantan, Agus Sunanto, berpendapat pihaknya akan mendukung upaya-upaya akselerasi ekspor produk pertanian. "Tugas kami untuk penerbitan Phytosanitary Sertificate sebagai dokumen ekspor yang menjamin komoditas pertanian kita tembus negara tujuan akan semakin simple, mudah dan transparan," tegas Agus.
Sementara itu Kepala Karantina Tanjungbalai Asahan, drh. Bukhari menegaskan data dari 5 produk ekspor unggulan di wilayah Kabupaten batubara, Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, dan Kabupaten Labuhan Batu Utara, komoditas ekspor, minyak sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan terbesar penyumbang ekspor di Provinsi Sumatera Utara. Komoditas ini telah diekspor ke beberapa Negara yaitu Ukraina, Jordania, Brazil, Benua Asia, Eropa dan Afrika.
Data statistik Karantina Tanjungbalai Asahan menunjukan ekspor minyak sawit yang di sertifikasi oleh Karantina Tanjungbalai Asahan selama 4 tahun terakhir mengalami penurunan. Penurunan ini dikarenakan sebagian besar komoditas ini di ekspor ke Eropa, sementara Eropa masih terkena dampak krisis ekonomi.
Berikut data ekpor komoditas minyak sawit 4 tahun terakhir, pada tahun 2016 eksport minyak sawit sebanyak 607 jt kg dengan nilai 5,5 T, tahun 2017 sebanyak 709 jt Kg dengan nilai 6,5 T, tahun 2018 sebanyak 460 jt Kg dengan nilai 4,5 T dan ditahun berjalan 2019 ini sudah mengeksport komoditas minyak sawit sebanyak 110 juta Kg dengan nilai 1 T lebih.
Selain melepas ekspor minyak kelapa sawit, kali ini, Agus Sunanto juga menyerahkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan (Phytosanitary Certificate) untuk komoditas ekspor kelapa parut sebanyak 50.400 kg, sapu lidi 146.776 kg, Pisang 82.500 kg dan ekspor domba ke Malaysia sebanyak 200 ekor.
"Kalau bisa kedepan kita tidak mengekspor dalam bentuk bahan baku lagi. Tapi bagaimana kita jual produk dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk olahan. Contohnya kalau selama ini kita ekspor kelapa bulat, kedepan kenapa kita tidak manfaatkan sabutnya untuk keset kaki atau tali kapal dan sebagainya, sehingga akan meningkatkan harga jual dan nilai tambah bagi masyarakat," tandas Agus.
Pelepasan ekspor komoditas pertanian Sumut kali ini ditandai dengan pemecahan kendi oleh Wakil Bupati Batubara terhadap peti kemas yang memuat Olahan Minyak Kelapa Sawit untuk selanjutnya diberangkatkan ke negara tujaun ekspor.