Guna mempermudah transaksi keuangan serta mendukung layanan keuangan digital agar semakin inklusif dan mampu menjangkau segenap lapisan masyarakat, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Stabat, melakukan kegiatan "Grebek Pasar" kepada para pedagang, Selasa (21/11).
Kali ini, Grebek Pasar yang dilaksanakan oleh BRI Cabang Stabat digelar di Pasar Baru Stabat, yang beralamat di Jalan Perniagaan, Stabat. Tujuannya, Untuk meningkatkan simpanan bagi para nasabah serta dagang mudah Belanja murah dengan menggunakan aplikasi QRIS, Pasar Id dan BRImo.
Menurut Pemimpin BRI Cabang Stabat Eddy Murshala, melalui Asisten Manager Bisnis Mikro (AMBM) Muhammad Nazli, tujuan digelarnya Grebek Pasar ini guna mensosialisasikan kepada para pedagang Pasar untuk menggunakan atau melakukan transaksi menggunakan aplikasi QRIS, Pasar Id dan BRImo.
Selain itu, tutur M. Nazli, kegiatan ini juga bertujuan agar lebih dekat dengan pedagang di pasar Baru Stabat dengan komitmen bahwa BRI selalu memberikan kenyamanan dalam bertransaksi dengan QRIS, Pasar Id dan BRImo.
“Pada kegiatan grebek pasar ini, kita mengharapkan agar masyarakat dapat memanfaatkan program pembayaran tanpa uang tunai atau dengan kata lain tidak perlu membawa uang tunai saat berbelanja, cukup membayar dengan transfer melalui BRI Mobile (Brimo) atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” ujarnya.
Aplikasi tersebut diakui M. Nazli, selalu memberikan kemudahan kepada nasabah.
Disamping itu, BRI juga siap mendukung usaha UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan harapan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dapat dirasakan secara langsung untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan perekonomian masyarakat.
“Melalui kegiatan ini juga, selain mensosialisasikan Brimo dan QRIS dan Pasar Id, pelaku usaha UMKM juga diberikan pemahaman tentang syarat dan prosedur dalam mengajukan permohonan kredit KUR bagi pelaku Usaha UMKM,” ucap AMBM BRI Cabang Stabat tersebut.
Sebagai metode transaksi masa kini, M. Nazli juga menyebutkan, ada beberapa keuntungan jika para pedagang bertransaksi menggunakan aplikasi yang dimaksud, salah satunya bisa terhindar dari beredarnya uang palsu.
"Transaksi sekarang kan harusnya sudah pakai cashless. Tetapi masyarakat masih belum sadar penggunaan ini. Padahal bisa terhindar dari uang palsu," ujarnya.
Pantauan awak media, dalam kegiatan Grebek Pasar ini, tampak para pedagang begitu antusias. Sebab menurut mereka, walau sudah lama menjadi nasabah BRI, namun belum mengenal transaksi nontunai.
"Jadi tidak takut lagi kalau dapat uang palsu. Terus tidak perlu menyediakan uang receh untuk kembalian," ujar Suparni, salah seorang pedagang di Pasar Baru Stabat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BRI Unit Perniagaan, Ernawati, beserta para staffnya, dan para Mantri serta petugas lapangan BRI Cabang Stabat.