Untuk mengantisipasi kestabilan harga bahan pangan menjelang lebaran, Pemerintah Kota Sibolga lakukan operasi pasar di setiap titik Kecamatan.
Walikota Sibolga, yang diwakili Wakilnya Pantas Maruba Lumban Tobing menyebut, operasi pasar digelar berhubung adanya kenaikan harga bahan pangan pokok selama bulan Ramadhan.
"Hari ini dua titik kita gelar operasi pasar, satu di Jln Cendrawasih, dan di Kelurahan Pasar Belakang. mungkin esok akan ada dua titik lagi," ucap Pantas.
Pantas menjelaskan, Pemkot memiliki 3500 paket yang akan di distribusikan kepada masyarakat menengah kebawah. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pangan di masa Ramadhan berlangsung.
"kita bersama satgas Ketahanan pangan (Bulog) bersama Kodim bekerjasama atas hasil rapat Minggu yang lalu di Provinsi. Pembahasan rapat tersebut untuk pantau Inflasi pangan menjelang Hari Lebaran tiba," jelasnya.
Ditambahkan, menjelang Lebaran nantinya, Pemkot akan kembali gelar pasar murah, masih ada kuota 3500 paket sembako murah lagi yang akan di bagikan ke masyarakat Kota Sibolga beserta 1 botol sirup untuk berlebaran.
"Jumlah kuota operasi pasar keseluruhan di Bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran (Hari Raya Idul Fitri) sekitar 7000 paket sembako murah," tutur Pantas.
Dijelaskannya kembali, Kalau program operasi pasar murah ini terlaksana dengan baik, 45% warga Sibolga bisa terhindar dari inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri tiba.
Dari kesempatan tersebut Wakil Walikota Sibolga juga menghimbau kepada Distribusi pangan di Kota Sibolga agar jangan menahan-nahan barang. Menurutnya, kalau hal tersebut terjadi Satgas pangan akan melakukan penindakan terhadap oknum nakal tersebut.
"Kami dari Pemkot Sibolga menghimbau bagi Distributor bahan pangan di Kota Sibolga agar jangan Coba-coba menahan barang dengan tujuan membuat tidak kondusifnya harga pasar, kami akan tindak," ungkapnya.