Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Tapanuli Tengah, Majuddin Bondar, mengatakan kenaikan harga TBS saat ini masih terbilang lambat dan jauh dari harapan petani.
"Harganya sekarang sudah mulai naik, cuman sekedar cukup untuk dicukupkan lah," katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (4/8/2022).
Meskipun demikian, petani sudah bisa tersenyum lagi karena pekan ini harga mulai naik Rp150/kg hingga Rp200/kg. Jika pekan lalu harga tertingginya hanya Rp1.100/kg, pekan ini sudah naik ke level Rp1.385/kg.
"Tapi mudah-mudahan minggu depan dan seterusnya akan naik kembali hingga normal kembali," sebutnya.
Dijelaskannya, dengan harga TBS sawit di angka Rp1.385/kg untuk harga jual pabrik, sementara harga jual ditingkat petani masih dibawah normal, di harga Rp900/kg hingga Rp1.000/kg.
"Kalau harga untuk petani mungkin pas-pasan atau bisa dibilang kurang lah dengan harga segitu. Apalagi harus mengeluarkan modal angkut Rp400/kg, lain lagi untuk biaya panen Rp200/kg," jelasnya.
Lain halnya untuk biaya perawatan, yang sampai sekarang untuk pembelian harga pupuk masih sangat tinggi.
"Jadi untuk ditingkat petani hanya dapat dibilang secukupnya, dengan harga sekarang," tambahnya.
Dengan berangsurnya naiknya harga sawit, Dirinya berharap kepada pemerintah tetap mengontrol harga TBS sawit hingga naik kembali di harga normal yang diinginkan para petani.