Rabu, 29 Apr 2026
Uncu butuh uluran kasih

Seorang Kepala Keluarga di Labura Sumut dipaksa pasrah menghadapi penyakit

Laporan: Darwin Marpaung (Biro Labuhan Batu Utara)
Senin, 16 Feb 2015 05:43
<i><font face=Sutan Abdullah Koto yang terbaring pasrah di tempat tidurnya sembari merintih kesakitan akibat penyakit Paru-paru yang dideritanya." src="https://utamanews.com/photo/dir022015/UtamaNews_Seorang-Kepala-Keluarga-di-Labura-Sumut-dipaksa-pasrah-menghadapi-penyakit-karena-ketiadaan-biaya.jpg" class="p-0 img-fluid w-100" style="object-fit: cover;" loading="lazy" title="Sutan Abdullah Koto yang terbaring pasrah di tempat tidurnya sembari merintih kesakitan akibat penyakit Paru-paru yang dideritanya.">
 (utamanews.com/darwin)

Sutan Abdullah Koto yang terbaring pasrah di tempat tidurnya sembari merintih kesakitan akibat penyakit Paru-paru yang dideritanya.

Rasa haru dan sedih menyelimuti keluarga miskin di desa Damuli Pekan Labura, pasalnya seorang kepala keluarga, suami dan ayah dari tiga anak terpaksa harus terbaring pasrah di tempat tidur menjalani penderitaan yang dialaminya disebabkan oleh penyakit Paru-paru yang sudah bertahun.

Nurhaidah (42 Tahun), isteri dari Sutan Abdullah Koto alias Uncu (48 Tahun), pada wartawan sewaktu ditemui di rumahnya pada hari Minggu (15/2) dengan nada sedih dan berlinangkan air mata, menjelaskan keadaan suaminya yang mengalami penyakit sudah bertahun lamanya, namun karena faktor dari ketiadaan ekonomi, Sutan tidak bisa berobat dan selama ini memaksakan dirinya untuk bekerja demi untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka.

Tanpa pengobatan medis yang maksimal, penyakitnya berlarut larut tak kunjung sembuh. Sutan kini terpaksa harus pasrah hanya berbaring di tempat tidurnya.

"Suami saya ini sudah bertahun mengalami sakit Paruparu namun selama ini dia tetap memaksakan diri untuk bekerja sebagai buruh bangunan di sebabkan faktor ketiadaan ekonomi kami," ujar Nurhaidah.
Lanjut Idah, mereka pernah membawa Sutan ke rumah sakit umum daerah Aek Kanopan untuk mendapatkan perawatan medis yang maksimal akan tetapi pihak RSUD menyarankan agar Sutan dirujuk ke rumah sakit yang lebih bagus. Itu pun dengan syarat harus mempunyai kartu BPJS. Sayangnya pasien tidak memiliki kartu BPJS.

“Kalau untuk mendaftar BPJS Mandiri kami tidak bisa karena kami tidak mampu untuk membayar bulanannya, sedangkan untuk biaya makan sehari saja kami harus mengharap uluran kasih tetangga dan Keluarga," ungkap Idah.

Kondisi Sutan sekarang ini lemas dan sebentar-sebentar batuk yang mengeluarkan darah segar dimana untuk buang air saja terpaksa di tempat tidur karena kondisinya tidak mampu lagi untuk bangkit. “Kami tidak bisa membawa beliau berobat karena kami tidak punya apa-apa untuk itu," ucap Idah.

Saat ditanya wartawan apakah ada dari pihak pemerintah datang untuk melihat kondisi suaminya. Idah mengatakan, "Tidak pernah ada dari pihak pemerintah yang datang untuk menjenguk keadaan kami, namun meskipun demikian saya masih berharap kepada pihak pemerintah agar membuka hati untuk memperhatikan yang kami alami."
produk kecantikan untuk pria wanita

Pantauan UtamaNews.com kondisi Sutan sangatlah memprihatinkan. Di samping tubuh Sutan yang lemas dan tak berdaya, tubuh Sutan juga kurus, mata cekung dan tak bisa berbanyak kata sebab Sutan selalu merintih kesakitan. 

Saat menggambarkan apa yang dirasakannya, Sutan mengatakan, "Rasa sakit yang saya rasakan sangat luar biasa. Saya tidak tahan lagi seperti ini Alangkah baiknya saya mati saja dari pada harus menahan penderitaan yang seperti ini. Saya tidak selera makan dan air yang saya keluarkan bukan kotoran lagi melainkan sudah darah." (Darwin Marpaung)
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️