Persoalan buruknya sarana infrastruktur jalan dan jembatan di banyak desa di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), masih menjadi problem utama yang dihadapi oleh warga masyarakat di daerah ini, dan merupakan persoalan urgen yang harus disikapi oleh Pemkab Palas, mengingat jalan dan jembatan adalah urat nadi perekonomian masyarakat desa.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Pirtrans Sosa4, Suhardi, didukung oleh Kades Pirtrans Sosa5, Suparno, pada kegiatan Musrenbang Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), bertempat di aula Kecamatan Huragi, Selasa (14/2). "Sejak trans dibuka (pada tahun 1980-an lalu, red), hingga kini jalan di desa kami belum pernah diperbaiki. Kami memperbaiki jalan desa secara swadaya," sebutnya.
"Setiap bulannya, sebesar Rp. 15 juta, dana swadaya yang dikumpulkan dari masyarakat desa, kami alokasikan untuk perawatan dan perbaikan akses jalan sepanjang 5 kilometer, menghubungkan Desa Pirtrans Sosa4 dengan Desa Pirtrans Sosa5 dan Pirtrans Sosa2," ungkapnya.
Diterangkannya, kegiatan perawatan dan perbaikan akses jalan di desa tersebut harus dilakukan secara swadaya oleh warga setiap bulannya, mengingat akses jalan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan angkutan hasil pertanian, berupa sawit, karet dan hasil komoditas pertanian warga lainnya.
"Kalau jalannya tidak kami rawat, kami gak bisa makan, pak. Soalnya,dengan kondisi jalan yang baik lah, makanya kami bisa terus bertahan hidup," ungkapnya.
Senada itu, Wakil Ketua DPRD Palas, HM. Dayan Hasibuan membenarkan, sudah selama 30 tahun terakhir kondisi jalan provinsi daerah desa-desa pirtrans sosa dan sekitarnya sangat buruk dan banyak jalan yang rusak.
"Kami memberikan apresiasi atas inisiatif warga masyarakat di Pirtrans Sosa, untuk melakukan perawatan jalan-jalan di desanya secara swadaya. Sebenarnya, setiap tahun, kita dari DPRD Palas sudah mengusulkan ke provinsi untuk perbaikan jalan provinsi tersebut. Tapi, sepertinya, pada tahun 2017 ini anggaran pembangunan jalan hotmix bersumber dari APBD provinsi akan dikucurkan," katanya.
Sementara itu, Wabup Palas, H. Ahmad Zarnawi Pasaribu menegaskan, pada tahun 2017 ini, pihaknya sudah mendorong penganggaran dana sebesar Rp. 17 milyar dari APBD Provsu, berupa usulan pembangunan jalan hotmix mulai dari Simpang Sosa 2 hingga ke desa-desa di transpir sosa.
"Soal jalan provinsi di daerah Pirtrans ini, sudah kita kalkulasikan, setidaknya sebesar Rp. 410 milyar kebutuhannya untuk menyelesaikan pembangunan jalan-jalan di daerah pirtrans sosa ini. Secara bertahap dan berkelanjutan pembangunan jalan akan diteruskan, karena maksimalisasi penganggaran dana untuk kegiatan pembangunan jalan provsu itu maksimal Rp. 200 milyar," ujarnya.
"Tapi, hingga akhir tahun 2018 nanti, baik bersumber dari APBD Palas, APBD Provinsi dan dana APBN, Pemkab Palas akan terus mendorong percepatan pembangunan jalan provsu di daerah Pirtrans Sosa, Kecamatan Huragi ini," pungkasnya. (MS)