Setelah lama tak terdengar gaungnya, masyarakat Sumatera Utara kembali membahas sejauh mana kemajuan pembangunan kawasan Strategis Nasional Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo (Mebidangpro).
Kegiatan ini difasilitasi oleh Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), dan diadakan di hotel Garuda Plaza Hotel jalan SM Raja Medan, Rabu (26/10/2016). Dalam dialog interaktif tersebut LIPPSU mengundang tujuh pejabat kementerian negara sebagai nara sumber, antara lain Kementerian PU PR Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pemuda dan olah raga, Kementerian BUMN, Kementerian Agraria/ATR/BPN, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, BAPPENAS dan Kementerian Pariwisata.
M. Arif Tampubolon selaku Ketua Panitia pada ratusan peserta menyatakan bahwa kegiatan ini akan membahas sejauh mana implementasi dari Peraturan Presiden Republik Indonesia No.62 tahun 2011, tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo.
"Selain itu, empat kabupaten/kota se-Sumut juga akan hadir, yakni Kota Medan, Deliserdang, Binjai dan Karo yang berperan sebagai stockholder dalam rangka menuju Sumut Paten mewujudkan pembangunan sport center dan convention hall diatas lahan 250 hektar persisnya di wilayah Medan-Binjai," jelasnya.
Sementara Azhari M. Sinik selaku Direktur Eksekutif LIPPSU menegaskan bahwa sesuai hasil kajian pihaknya, pembangunan di kawasan Mebidangpro masih sekitar 26 persen.
"Hal ini sangat disayangkan karena landasan pembangunan Mebidangpro diatur dalam Peraturan Presiden," tuturnya.
AM Sinik menambahkan bahwa LIPPSU yakin semua LSM di Sumut akan mendukung pembangunan ke depannya, namun harus dilandasi konsep transparansi dan terukur.
Dialog interaktif berlangsung dengan menghadirkan narasumber pertama DR H. Arsyad Lubis Kepala Bappeda Sumut dan moderator Drs Joharis M. Lubis.
Arsyad menjelaskan bahwa isu strategis dalam Mebidangpro adalah kebutuhan lahan akan pembangunan Sport Center dan Convention Hall.
"Isu selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur transportasi bandar udara, pelabuhan, dan jalur tol serta kereta api," ujarnya.
Selain Arsyad, hadir juga sebagai Nara sumber Riadil Akhir Lubis dan Ir Akhyar Nasution Wakil Walikota Medan.