Setahun pisah ranjang membuat Juita, 24 tahun tak tahan godaan. Pagi tadi, Jumat 24 Mei 2013, dirinya dipergoki oleh suaminya, tengah berduaan didalam mobil oknum tentara dari Yon Marinir Belawan. Karena kalap, sang suami, Frenky (28 tahun) menarik keluar Juita dari mobil sedan milik oknum tersebut, naas Frenky malah mendapat bogem dari tentara tersebut, si istri pun akhirnya tak dapat ditahan untuk tidak plesiran dengan "pil"nya.
Ceritanya, Frenky dengan Juita sudah setahun ini pisah ranjang. Mereka yang telah dikaruniai satu anak tak lagi serumah karena faktor ekonomi. Namun, kata perceraian dari kedua pasangan suami istri itu belum ada terjadi.
Walaupun mereka pisah ranjang, Frenky masih sering menanyakan keadaan istrinya yang tinggal berjarak 50 meter dari rumahnya melalui pesan sms. Sebelum pemukulan itu dialaminya, pria yang kini bekerja sebagai supir angkot ini menanyakan keadaan istrinya.
Istrinya mengaku tak kerja karena keadaannya sakit. Ternyata, pengakuan istrinya tak sesuai yang diterima oleh pria tionghoa muallaf itu, ketika Frenky mau pergi kerja menjemput angkotnya ke Pinang Baris dengan menumpang angkot temannya, di perjalanan Jalan KL Yos Sudarso dilihat istrinya turun dari angkot lain dan naik ke mobil sedan selingkuhannya.
Melihat itu, Frenky mengikut mobil sedan itu. Ketika di persimpangan Titipapan, Frenky turun dari angkot langsung mengetuk kaca pintu mobil sedan itu. Ketika mobil sedan itu berhenti Frenky langsung membuka pintu dan menarik istrinya.
Tapi dari dalam tentara selingkuhannya mencoba menarik, namun Frenky berhasil membawa keluar istrinya keluar mobil. Ketika ditariknya, tentara itu langsung memukul pundak Frenky hingga jatuh dan kupingnya kembali dibogem.
Setalah Frenky jatuh dan ketakutan, tentara itu pergi bersama istrinya. "Kami memang sudah setahun tak sama lagi, aku belum cerai sama dia, selama ini aku sudah marahi istri aku jangan macam - macam. Kata dia tak kerja, rupanya aku liat ama laki - laki itu makanya aku kesal," kata Frenky.
Dijelaskan Frenky, selama ini istrinya bekerja sebagai karyawan Spa di Glugur, selingkuhan itu diketahuinya sejak sebulan belakangan ini. "Aku awalnya curiga waktu kulihat ada sms dari laki - laki itu, makanya aku tak terima," kata Frenky.
Menyikapi hal itu, Serka A mengaku tidak ada hubungan dengan Juita, memang mereka ada kenalan namun baru dua kali berjumpa. "Tadi dia pas di angkot aku lihat, karena sekalian ke Medan aku mau antarkannya," pengakuan Serka A.
Begitu juga, Juita yang ditanyai melalui via telepon dengan nada marah mengaku tidak ada hubungan dengan Serka A. "Aku tidak ada apa - apa ama dia, jadi tak usah ikut campur, yang jelas kami itu cuma berteman," kata ibu anak satu sambil menutup teleponnya.
Terpisah, Pasintel Yonmarhanlan I Belawan, Lettu R Barus mengatakan, masalah karena salah paham dan telah diselesaikan secara kekeluaragaan. "Tidak ada masalah lagi, mereka sudah berdamai karena salah paham," kata Barus usai mendamaikan kedua belah pihak. (Tm)