Diduga terbakar api cemburu, seorang oknum guru Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di SMK Negeri-1 Percut Seituan jalan Kolam gang Turi, Kabupaten Deliserdang, Farida boru Manurung telah dengan sengaja mengirimkan SMS (Short Message Service) yang berisi fitnah kepada seorang ibu rumah tangga bernama D boru Sinaga (51) warga jalan Pelangi Kecamatan Medan Kota.
D br.Sinaga yang juga merupakan penerima isi SMS fitnah tersebut mengatakan “Saya tidak tahu apa maunya orang yang mengirimkan sms ini, saya tidak mengenalnya, tetapi isi smsnya seolah-olah saya kenal dekat dengan dia. Kalau abg lihat isi smsnya ini sangat tidak sopan dan berisi kata-kata tak senonoh dan ada juga kata-kata yang berisi ancaman jika saya mendekati seorang pria bernama Minton Nababan”.
boru Sinaga yang membuka salah satu klinik di jalan Pelangi medan ini menjelaskan bahwa dirinya selain membuka klinik juga menjadi agent salah satu asuransi swasta di kota medan, jadi memang dalam membantu suaminya untuk membutuhi kebutuhan keluarga dirinya harus bekerja lebih.
“Memang saya sering keluar rumah bekerja untuk mencari nasabah ataupun untuk memprospek calon baru untuk menjadi anggota asuransi saya, dan kegiatan ini sudah lama saya lakukan, suami saya juga selama ini tahu apapun yang saya lakukan karena dia tahu saya memang bekerja untuk suami dan anak saya, tetapi setelah adanya isi sms yang dikirimkan oleh Farida boru Manurung ke handphone saya yang membuat saya, suami saya dan anak saya menjadi shock sehingga akibat sms tersebut hubungan keluarga kami menjadi renggang dan suami saya terus menanyakan kebenaran isi sms tersebut pada saya” jelasnya.
Diakui ibu boru Sinaga ini bahwa selama ini dia memang ada mengenal pria bernama Minton Nababan yang bekerja sebagai supir truck dan telah memiliki dua anak serta seorang istri, dan menurut pengakuan korban boru Sinaga bahwa dia dan suaminya telah lama mengenal Minton saat pertama sekali datang berobat ke kliniknya, dan karena masih ada hubungan family, Nababan ini sering dipanggil dengan sebutan “Amangboru”.
“Saya sudah melacak nomor-nomor pengirim sms fitnah ini dan menanyai langsung kepada amangboru Minton Nababan siapa pengirim sms dan didapat bahwa pengirimnya adalah bernama Farida boru Manurung seorang PNS guru di SMK N-1 Percut Seituan mengajar bidang studi agama.
Menurut pengakuan Minton Nababan memang dirinya mengenal Farida tetapi dirinya tidak ada hubungan spesial dengannya dan sepengetahuannya bahwa Farida juga telah berkeluarga dan mempunyai suami. “Saya dan suami saya sudah pergi ke sekolah SMK N-1 Percut Seituan untuk membuktikan langsung kebenaran sms fitnah yang ditujukan kepada saya dan saya sengaja membawa suami agar lebih jelas permasalahan, tetapi setelah diruangan sekolah kantor SMK N-1 Percut Seituan, Farida Manurung malah memarah-marahi saya dan mengatakan kepada suami saya agar menjaga saya karena dianggap sudah tidak baik lagi sebagai seorang istri, saya tidak terima apa yang telah diperbuat guru tersebut pada saya, sampai saat ini pun terus-terang saya dan suami saya jadi sering berantam dan cek-cok dirumah, padahal usia perkawinan kami sudah 17 Tahun, semua bukti sms fitnahnya sudah saya simpan dan jika nanti tidak terbukti saya akan laporkan Farida br. Manurung kepada pihak yang berwajib karena sebagai pendidik tidak pantas dia melakukan fitnah kepada orang lain apalagi kepada orang yang tidak dikenalnya ” jelas ibu Sinaga.
Sementara itu kepala sekolah SMK Negeri 1 Percut Seituan, Kusni kepada wartawan, Rabu(24/7) di ruangannya mengatakan baru mengetahui kabar yang ditanyakan wartawan kepadanya.
“Saya baru mendengar informasi ini dari abang, coba saya akan cek lagi kebenarannya dari orangnya langsung, memang saya ada dengar dari pegawai saya semalam ada mengatakan ke sekolah ini ada yang datang satu keluarga mencari Farida br Manurung tetapi saya tidak mengetahui keperluannya karena pada saaat itu saya lagi tidak berada di kantor, kebetulan ibu Farida tidak masuk hari ini, saya berjanji akan menanyakan langsung kepada yang bersangkutan dan secepatnya akan menyelesaikan permasalahan ini jika ini benar dan tidak terbukti tuduhan yang dikirimkan oleh guru tersebut maka bisa membuat malu dirinya sendiri sebagai seorang pendidik.” kata Kusni
Selanjutnya wartawan juga memberikan bukti sms fitnah yang dikirimkan kepada ibu boru Sinaga kepada kepala sekolah SMK N-1 Percut Seituan sebagai dasar menindak lanjuti pengaduan keluarga Sinaga yang datang sebelumnya kesekolah tersebut. (irw)