Setelah para orang tua korban perbuatan Cabul membuat laporan pengaduan ke Mapolres Labuhan Batu, para orang tua korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh IK, guru SDN 115479 membuat laporan pengaduan pada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Labuhanbatu Utara.
Pengaduan di Polres, Nomor: STPL/743/IV/2016/SU/RES-LBH, tanggal 19 April 2016 atas nama pelapor Siti Salamah (45 Tahun), Warga Dsn. III Bulu Telang Desa Aek Tapa Kec. Marbau dengan korban atas nama NPS, perempuan (9 Tahun) dengan terlapor An. IKM (50 Tahun), laki-laki, pekerjaan Guru SD Neg. 115479 Aek Tapa Kec. Marbau.
Dalam surat laporannya ke DPRD, warga mengatakan bahwa jumlah murid yang menjadi korban pencabulan maupun pelecehan sexual yang dilakukan oleh IKM terdata sejumlah 15 orang, dan menurut informasi yang mereka ketahui masih banyak lagi koraban lainnya yang tak sempat terdata.
Keluarga korban menilai pihak sekolah SDN 115479 Aek Tapa, baik Kepala Sekolah, Pengawas dan Komite serta Dinas Pendidikan Kab. Labuhanbatu Utara dinilai tidak proaktif dalam menciptakan kenyamanan dan ketentraman para peserta didik dalam mengenyam pendidikan.
“Pihak Dinas Pendidikan Kab. Labura dalam hal ini tidak berhasil mendidik Akhlaq, Moral dan kelakuan Pendidik,” ujar keluarga korban.
Dalam suratnya, warga meminta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara mendesak Kapolres Labuhan Batu, segera menangkap pelaku dan merekomendasikan pemecatan terhadap pelaku.
Menanggapi hal ini, Irpan Asri Ritonga, SE Ketua DPD KNPI Kab. Labura mengatakan bahwa dunia pendidikan ternodai dengan nafsu bejat dan kebiadapan oknum guru PNS yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak didik di bawah umur.
Senada, Abdi Nusa Manik Selaku Ketua DPD LSM Perkara mengatakan agar sebaiknya semua pejabat yang berwenang harus cepat dan tanggap akan hal ini. “Jangan biarkan pelaku bebas berkeliaran, sementara para korban telah mengalami gangguan psikologis dan penderitaan serta sebaiknya pihak Pemkab Labura meningkatkan pembinaan terhadap para tenaga pendidik agar hal yang semacam ini tidak terulang,” ujarnya.