Kamis, 21 Mei 2026
Karyawati PT ini tewas telanjang dengan cangkul tertancap di alat vital
BANTEN (utamanews.com)
Sabtu, 14 Mei 2016 09:56
<i><font color="#000099">Eno Parihah semasa hidup</font></i><br>
DOK

Eno Parihah semasa hidup

Eno Parihah, wanita kelahiran Oktober 1987, tewas mengenaskan dengan luka penuh bekas penganiayaan. Saat ditemukan, pada alat kemaluan karyawati PT Polyta Global Mandiri ini tertancap sebuah cangkul.

Informasi yang dihimpun dari rekan korban yang sekaligus rekan satu messnya, Eroh Tiktoh dan Nopi, disebutkan bahwa pada Jumat (13/5/2016) sekitar pukul 08.40 Wib, mereka mendapati pintu kamar mess tergembok.

"Selanjutnya minta tolong ke teman kerja An, Yaya Jaidi untuk meminta kunci gembok ke perusahaan, namun karena kunci duplikatnya sudah tidak ada, selanjutnya Yaya Jaidi menjebol pintu kamar mess korban, disaksikan bersama rekan lain," tutur Eroh. 
 
Saat dijebol, lanjutnya, korban sudah dalam posisi terlentang tanpa busana, ditutupi dengan bantal dan pakaian korban, dan sadisnya terdapat cangkul di kemaluan korban.
Sementara itu, Kapolsek Teluk Naga AKP Supriyanto mengkonfirmasi bahwa Eno ditemukan tewas di mess karyawati PT Polyta Global Mandiri, Pergudangan Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (13/5/2016) pagi.

"Salah satu saksi curiga karena gadis asal Kampung Bangkir, Pegandikan, Lebak Wangi, Kabupaten Serang ini, tidak masuk kerja," kata Supriyanto kepada wartawan, tadi siang.

Menurut Supriyanto, penyidik telah melakukan identifikasi dan olah TKP.

"Kuat dugaan korban diperkosa dan dibunuh. Kami masih menyelidiki kasus ini," ujarnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Guna keperluan penyelidikan jasad Eno dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk diautopsi.

(Dian)
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later