Eno Parihah, wanita kelahiran Oktober 1987, tewas mengenaskan dengan luka penuh bekas penganiayaan. Saat ditemukan, pada alat kemaluan karyawati PT Polyta Global Mandiri ini tertancap sebuah cangkul.
Informasi yang dihimpun dari rekan korban yang sekaligus rekan satu messnya, Eroh Tiktoh dan Nopi, disebutkan bahwa pada Jumat (13/5/2016) sekitar pukul 08.40 Wib, mereka mendapati pintu kamar mess tergembok.
"Selanjutnya minta tolong ke teman kerja An, Yaya Jaidi untuk meminta kunci gembok ke perusahaan, namun karena kunci duplikatnya sudah tidak ada, selanjutnya Yaya Jaidi menjebol pintu kamar mess korban, disaksikan bersama rekan lain," tutur Eroh.
Saat dijebol, lanjutnya, korban sudah dalam posisi terlentang tanpa busana, ditutupi dengan bantal dan pakaian korban, dan sadisnya terdapat cangkul di kemaluan korban.
Sementara itu, Kapolsek Teluk Naga AKP Supriyanto mengkonfirmasi bahwa Eno ditemukan tewas di mess karyawati PT Polyta Global Mandiri, Pergudangan Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (13/5/2016) pagi.
"Salah satu saksi curiga karena gadis asal Kampung Bangkir, Pegandikan, Lebak Wangi, Kabupaten Serang ini, tidak masuk kerja," kata Supriyanto kepada wartawan, tadi siang.
Menurut Supriyanto, penyidik telah melakukan identifikasi dan olah TKP.
"Kuat dugaan korban diperkosa dan dibunuh. Kami masih menyelidiki kasus ini," ujarnya.
Guna keperluan penyelidikan jasad Eno dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk diautopsi.