Kamis, 30 Apr 2026

5 Unit Sumur Bor Desa Simangambat Berair Asin

TABAGSEL (utamanews.com)
Sabtu, 11 Feb 2017 08:04
<i>Sejumlah warga masyarakat di Desa Simangambat Kecamatan Huragi Kabupaten Palas, merasakan air asin yang keluar dari salah satu sumur bor yang dibangun dari dana desa TA 2016. Bahkan, 1 dari 5 unit sumur bor yang dibangun warga di sini mengeluarkan gas
 Maulana Syafii

Sejumlah warga masyarakat di Desa Simangambat Kecamatan Huragi Kabupaten Palas, merasakan air asin yang keluar dari salah satu sumur bor yang dibangun dari dana desa TA 2016. Bahkan, 1 dari 5 unit sumur bor yang dibangun warga di sini mengeluarkan gas

Sebanyak 5 unit sumur bor yang dibangun oleh warga masyarakat di Desa Simangambat, Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas), bersumber dari dana desa tahun 2016 lalu, semuanya mengeluarkan air yang berwarna keruh dan berasa asin.

Tentu saja, air asin yang dikeluarkan dari sumur bor tersebut, tidak bisa dimanfaatkan oleh warga setempat untuk keperluan sehari-hari. Bahkan, satu dari lima unit sumur bor tersebut, hingga saat ini, masih mengeluarkan gas dan bila disulut api, maka akan tercipta api yang tak kunjung padam dari sumur bor tersebut.

"Sejak kami laporkan satu unit sumur bor yang mengeluarkan gas dan menyala api kepada pihak Kecamatan Huragi, baru sekali saja pihak Pemkab Palas meninjau keberadaan sumur gas tersebut, sekitar seminggu yang lalu," sebut Kepala Desa Simangambat, Lappo Pahutar, didampingi Pendamping Desa setempat, Ligat Harahap, kepada wartawan, Jumat (10/2).

"Hingga kini, sumur bor sedalam 84 meter itu, masih mengeluarkan gas dan menyala bila disulut api, serta air yang keluar dari sumur bor itu masih terasa asin. Bila kita menyulut api pada hari ini, katakan lah pada jam 10.00 wib pagi ini, maka api akan bertahan hingga besok siang harinya," ungkapnya.
Dikatakannya, api pada sumur gas itu akan padam sendiri, karena volume air dari sumur bor yang naik. Bahkan, pada awal ditemukannya sumur bor yang mengandung gas itu, ketinggian api yang menyala saat disulut api hingga setinggi 3 meter, karena api keluar bersama dengan air. Tentulah kondisi ini dirasa membahayakan bagi warga sekitar.

"Makanya, kalau kita ingin menyulut api dari sumur bor itu, airnya harus dikeluarkan dulu. Agar pada saat kita menyulutkan api, apinya tidak tinggi. Tinggi apinya hanya sekitar satu meter saja," terangnya.

Ditanya soal perkembangan dari hasil peninjauan Tim Pemkab Palas ke sumur gas tersebut, Lappo Pahutar menegaskan, sampai berita ini diturunkan belum ada perkembangan informasi dari hasil peninjauan tersebut.

Namun, dijelaskannya, pada tahun 2016 lalu, pihaknya mendapat akumulasi dana desa dan alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp. 650-an juta, semua dana tersebut dianggarkan untuk membangun 5 unit sumur bor, mengingat kebutuhan warga masyarakat di desa ini akan air bersih cukup tinggi.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Semua anggaran dana desa kita, kita anggarkan untuk pembangunan 5 unit sumur bor, dengan kedalaman 70 hingga 80-an meter, lengkap dengan sarana penampungan air, pompa dan instalasi listriknya. 1 unit sumur bor, dibuat 3-5 unit tempat penampungan air," sebutnya.

"Semua kegiatan pembuatan sumur bor sudah rampung dan mengeluarkan air. Tapi, kelima sumur bor mengeluarkan air asin, mana mungkin bisa dimanfaatkan airnya. Sementara, masyarakat di sini sangat membutuhkan sarana air bersih. Karena kelima sumur bor yangckita buat belum bisa dimanfaatkan, akhirnya warga kita di sini kembali memanfaatkan air sungai, untuk keperluan sehari-hari," pungkasnya. (MS)
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️